Kacau! Alasan Tunisia Pecat PelatihSabri Lamouchi karena Keputusan Taktik Aneh
Richard Andreas | 16 Juni 2026 10:02
Bola.net - Timnas Tunisia membuat keputusan besar di tengah gelaran Piala Dunia 2026. Hanya hitungan hari setelah kekalahan telak dari Swedia, federasi sepak bola negara tersebut resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Sabri Lamouchi.
Keputusan itu diumumkan pada Senin 15 Juni 2026 melalui pernyataan resmi federasi. Tunisia sebelumnya menelan kekalahan 1-5 pada laga pembuka fase grup, hasil yang langsung menempatkan mereka dalam posisi sulit di turnamen.
Meski federasi tidak menjelaskan secara rinci alasan pemecatan tersebut, berbagai kritik terhadap pendekatan Lamouchi dalam pertandingan melawan Swedia mulai menjadi bahan perbincangan.
Sejumlah pihak bahkan menduga keputusan-keputusan taktisnya menjadi faktor utama di balik langkah drastis tersebut.
Kekalahan Telak yang Langsung Berujung Pemecatan

Federasi Sepak Bola Tunisia mengumumkan bahwa Lamouchi tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional. Pada saat yang sama, federasi juga mengungkapkan rencana menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih interim.
"Sebuah kesepakatan telah resmi dicapai untuk memberhentikan pelatih Sabri Lamouchi."
"Rencana sedang disiapkan untuk menunjuk Mondher Kebaier sebagai pelatih tim nasional untuk sementara."
Lamouchi sendiri baru ditunjuk pada Januari lalu. Namun posisinya sudah berada dalam tekanan bahkan sebelum Piala Dunia dimulai setelah Tunisia kalah 0-5 dari Belgia dalam laga persahabatan di Brussel.
Kekalahan 1-5 dari Swedia kemudian menjadi pukulan berikutnya. Tunisia dijadwalkan menghadapi Jepang pada pertandingan berikutnya sebelum menutup fase grup melawan Belanda.
Taktik Lamouchi Jadi Sasaran Kritik

Meski tidak ada pernyataan resmi yang mengaitkan pemecatan dengan keputusan taktis tertentu, sejumlah kritik yang beredar setelah pertandingan melawan Swedia menyoroti pendekatan Lamouchi pada laga tersebut.
Dalam komentar yang beredar di media sosial, kekalahan itu bahkan disebut sebagai salah satu penampilan kepelatihan terburuk yang pernah disaksikan pengamat tersebut.
Kritik berfokus pada keputusan-keputusan aneh Lamouchi yang disebut memanggil empat pemain sayap dan tiga penyerang ke skuad, tetapi justru mencadangkan seluruh pemain depan tersebut pada laga kontra Swedia..
Melawan Swedia, Tunisia turun dengan formasi 5-3-2 yang disebut belum pernah digunakan selama rangkaian pertandingan persahabatan sebelum turnamen. Seluruh lini depan dicadangkan, sementara tim bermain dengan lima bek dan lima gelandang saat menghadapi Swedia.
Kritik yang sama juga menyoroti penempatan sejumlah pemain di posisi yang tidak biasa. Selain itu, saat Tunisia tertinggal 0-2 pada babak pertama, pergantian pemain pertama baru dilakukan pada menit ke-72.
Kekacauan Tunisia di Tangan Lamouchi
Lebih lanjut, pergantian pemain yang dilakukan setelah Tunisia tertinggal justru semakin membingungkan. Seorang gelandang tengah dimainkan sebagai wing-back, sementara pemain sayap kiri dimainkan di sisi kanan lapangan.
Bahkan, dua gelandang bertahan disebut ditarik keluar dan digantikan oleh seorang gelandang serang serta seorang penyerang. Pada akhir pertandingan, Tunisia disebut bermain dengan dua gelandang nomor 10 sebagai poros lini tengah.
Intinya, melawan Swedia, Tunisia benar-benar kacau di lapangan. Mereka bermain tanpa koordinasi, bahkan tanpa posisi pemain dan taktik yang jelas. Lamouchi pantas dipecat karena keputusan-keputusan anehnya yang memancing murka publik Tunisia.
Jangan Lewatkan!
Membedah Alasan Belanda Gagal Menang Lawan Jepang: Salah Ronald Koeman?
Hasil Arab Saudi vs Uruguay: Duel Sengit Berakhir Imbang, Grup H Makin Panas
Tangisan Kiper 40 Tahun yang Bikin Spanyol Frustrasi, Vozinha Pahlawan Cape Verde
Virgil van Dijk Kritik Aturan Water Break di Piala Dunia 2026, Apa Masalahnya?
Efek Instan dalam 23 Detik, Romelu Lukaku Bantu Belgia Paksa Hasil Imbang dengan Mesir
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Inter Milan saat Comeback Lawan Udinese: Barella Gemilang, Martinez Bikin Cemas
Liga Italia 15 September 2026, 06:08
-
Vinicius Junior, Kontribusinya Belum Sebanding dengan Perlakuan Khusus yang Ia Terima
Liga Spanyol 15 September 2026, 06:00
-
Manchester United dan Sebuah Masalah Lama yang Kembali Terlihat
Liga Inggris 15 September 2026, 05:54
-
Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Liga Italia 15 September 2026, 05:10
-
Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Liga Italia 15 September 2026, 05:05
-
Juventus Ini Masih Jauh dari Level Tim Hebat
Liga Italia 15 September 2026, 04:43
-
Juventus Dinilai Tak Bisa Tembus 4 Besar Jika Mainnya Seperti Ini
Liga Italia 15 September 2026, 04:39
-
Fans Minta Juventus Pecat Spalletti Setelah Awal Musim yang Mengecewakan
Liga Italia 15 September 2026, 04:33
-
Prediksi Elche vs Madrid 16 September 2026
Liga Spanyol 15 September 2026, 04:23
-
Prediksi Ipswich vs Arsenal 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:16
-
Man of the Match Inter vs Udinese: Marcus Thuram
Liga Italia 15 September 2026, 04:06
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:04
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





