Kasus Folarin Balogun Jadi Perdebatan, Thomas Tuchel Pertanyakan Konsistensi FIFA

Gia Yuda Pradana | 6 Juli 2026 23:52
Kasus Folarin Balogun Jadi Perdebatan, Thomas Tuchel Pertanyakan Konsistensi FIFA
Pelatih Inggris Thomas Tuchel berbicara dengan pemain Inggris Jude Bellingham (10) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris vs RD Kongo di Atlanta, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Jacob Kupferman

Bola.net - Folarin Balogun kembali menjadi bahan pembahasan di Piala Dunia 2026 setelah FIFA menangguhkan hukuman kartu merah yang sempat membuatnya terancam absen membela Amerika Serikat. Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan disiplin di turnamen.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengaku heran dengan proses yang membuat Balogun kembali memenuhi syarat tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar. Menurutnya, keputusan tersebut berpotensi menjadi preseden bagi berbagai kasus serupa pada masa mendatang.

Advertisement

Kasus ini bermula setelah Balogun menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada fase sebelumnya. Meski FIFA sempat menegaskan kartu merah di Piala Dunia tidak dapat diajukan banding, hukuman itu akhirnya ditangguhkan melalui ketentuan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

Di sisi lain, Inggris kehilangan Jarell Quansah akibat kartu merah saat menghadapi Meksiko dan harus absen di laga berikutnya. Perbedaan penanganan kedua kasus itulah yang memicu pertanyaan dari Tuchel mengenai batas kewenangan FIFA dalam mengubah keputusan wasit.

1 dari 3 halaman

Tuchel Pertanyakan Dasar Keputusan FIFA

Tuchel Pertanyakan Dasar Keputusan FIFA

FILE - Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) menganugerahi Presiden Donald Trump dengan Penghargaan Perdamaian FIFA (FIFA Peace Prize) saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) AP Photo/Chris Carlson, File

Usai pertandingan Inggris melawan Meksiko, Tuchel sempat menanggapi dengan nada bercanda bahwa Inggris mungkin bisa meminta bantuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar hukuman Quansah ikut ditangguhkan. Candaan itu kemudian berkembang menjadi kritik terhadap proses yang dijalankan FIFA.

Tuchel menegaskan dirinya memang tidak menilai Balogun layak menerima kartu merah. Namun, ia tetap menganggap keputusan wasit yang telah melalui pemeriksaan VAR semestinya memiliki kepastian hukum.

Ia berkata, "Siapa yang membatalkan keputusan ini, kapan dilakukan, dan atas dasar apa? Sampai sejauh mana hal ini akan berjalan sekarang?" Pertanyaan tersebut menggambarkan kekhawatirannya mengenai standar yang dipakai FIFA.

2 dari 3 halaman

Kekhawatiran Mengenai Preseden Baru

Kekhawatiran Mengenai Preseden Baru

Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun bereaksi setelah menerima kartu merah dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat vs Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, 1 Juli 2026 (c) AP Photo/Jeff Chiu

Menurut Tuchel, yang paling mengganggu bukan sekadar kasus Folarin Balogun, melainkan peluang munculnya permintaan peninjauan ulang terhadap berbagai keputusan lain. Kondisi itu dikhawatirkan membuat batas antara keputusan final dan keputusan yang masih bisa diubah menjadi tidak jelas.

Ia mengatakan, "Ini terasa aneh bagi saya. Kami hanya ingin ada konsistensi dalam setiap keputusan." Tuchel juga mempertanyakan apakah kartu kuning atau kartu merah lain nantinya dapat dibatalkan apabila ada pihak yang tidak puas.

Tuchel menambahkan, "Di mana semua ini dimulai dan di mana akhirnya? Saya tidak tahu aturannya." Baginya, FIFA perlu memberikan batas yang tegas agar tidak memunculkan kebingungan baru.

3 dari 3 halaman

Inggris Kehilangan Quansah Jelang Perempat Final

Sementara perdebatan mengenai Balogun terus berlangsung, Inggris harus fokus menghadapi babak perempat final tanpa Quansah. Bek Bayer Leverkusen itu menerima kartu merah akibat tekel keras terhadap Jesus Gallardo pada laga melawan Meksiko.

Posisi bek kanan menjadi persoalan tersendiri bagi Inggris karena Reece James masih dibekap cedera hamstring, sedangkan Tino Livramento belum pulih dari cedera betis. Apabila James belum siap tampil melawan Norwegia, Ezri Konsa diperkirakan akan mengisi posisi tersebut dengan John Stones kembali bermain di jantung pertahanan.

Sumber: Sports Illustrated