Kasus Folarin Balogun Jadi Perdebatan, Thomas Tuchel Pertanyakan Konsistensi FIFA
Gia Yuda Pradana | 6 Juli 2026 23:52
Bola.net - Folarin Balogun kembali menjadi bahan pembahasan di Piala Dunia 2026 setelah FIFA menangguhkan hukuman kartu merah yang sempat membuatnya terancam absen membela Amerika Serikat. Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan aturan disiplin di turnamen.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengaku heran dengan proses yang membuat Balogun kembali memenuhi syarat tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar. Menurutnya, keputusan tersebut berpotensi menjadi preseden bagi berbagai kasus serupa pada masa mendatang.
Kasus ini bermula setelah Balogun menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada fase sebelumnya. Meski FIFA sempat menegaskan kartu merah di Piala Dunia tidak dapat diajukan banding, hukuman itu akhirnya ditangguhkan melalui ketentuan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
Di sisi lain, Inggris kehilangan Jarell Quansah akibat kartu merah saat menghadapi Meksiko dan harus absen di laga berikutnya. Perbedaan penanganan kedua kasus itulah yang memicu pertanyaan dari Tuchel mengenai batas kewenangan FIFA dalam mengubah keputusan wasit.
Tuchel Pertanyakan Dasar Keputusan FIFA

Usai pertandingan Inggris melawan Meksiko, Tuchel sempat menanggapi dengan nada bercanda bahwa Inggris mungkin bisa meminta bantuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar hukuman Quansah ikut ditangguhkan. Candaan itu kemudian berkembang menjadi kritik terhadap proses yang dijalankan FIFA.
Tuchel menegaskan dirinya memang tidak menilai Balogun layak menerima kartu merah. Namun, ia tetap menganggap keputusan wasit yang telah melalui pemeriksaan VAR semestinya memiliki kepastian hukum.
Ia berkata, "Siapa yang membatalkan keputusan ini, kapan dilakukan, dan atas dasar apa? Sampai sejauh mana hal ini akan berjalan sekarang?" Pertanyaan tersebut menggambarkan kekhawatirannya mengenai standar yang dipakai FIFA.
Kekhawatiran Mengenai Preseden Baru

Menurut Tuchel, yang paling mengganggu bukan sekadar kasus Folarin Balogun, melainkan peluang munculnya permintaan peninjauan ulang terhadap berbagai keputusan lain. Kondisi itu dikhawatirkan membuat batas antara keputusan final dan keputusan yang masih bisa diubah menjadi tidak jelas.
Ia mengatakan, "Ini terasa aneh bagi saya. Kami hanya ingin ada konsistensi dalam setiap keputusan." Tuchel juga mempertanyakan apakah kartu kuning atau kartu merah lain nantinya dapat dibatalkan apabila ada pihak yang tidak puas.
Tuchel menambahkan, "Di mana semua ini dimulai dan di mana akhirnya? Saya tidak tahu aturannya." Baginya, FIFA perlu memberikan batas yang tegas agar tidak memunculkan kebingungan baru.
Inggris Kehilangan Quansah Jelang Perempat Final
Sementara perdebatan mengenai Balogun terus berlangsung, Inggris harus fokus menghadapi babak perempat final tanpa Quansah. Bek Bayer Leverkusen itu menerima kartu merah akibat tekel keras terhadap Jesus Gallardo pada laga melawan Meksiko.
Posisi bek kanan menjadi persoalan tersendiri bagi Inggris karena Reece James masih dibekap cedera hamstring, sedangkan Tino Livramento belum pulih dari cedera betis. Apabila James belum siap tampil melawan Norwegia, Ezri Konsa diperkirakan akan mengisi posisi tersebut dengan John Stones kembali bermain di jantung pertahanan.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Christian Pulisic Masih Minim Kontribusi di Tengah Kebangkitan AC Milan
Liga Italia 19 Oktober 2026, 15:39
-
Nick Woltemade Bikin Hilang Kesabaran, Juventus Pantau Retegui dan Balogun
Liga Italia 9 Oktober 2026, 06:26
-
Liverpool Ajak Sang Mantan Balikan?
Liga Inggris 8 Oktober 2026, 14:05
-
Liverpool Bersaing dengan Chelsea dan Arsenal untuk Jarell Quansah
Liga Inggris 8 Oktober 2026, 09:27
-
Inggris Makin Ganas! Thomas Tuchel Puji Performa The Three Lions
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 06:05
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




