Kedipan Mata Cristiano Ronaldo yang Bikin Wayne Rooney Dapat Kartu Merah di Piala Dunia 2006
Asad Arifin | 21 Juli 2022 12:03
Bola.net - Jerman menjadi saksi sejarah friksi antara dua penyerang Manchester United, Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney pada Piala Dunia 2006. Friksi dua rekan setim itu mengakibatkan keluarnya kartu merah bagi Wayne Rooney.
Keributan tersebut terjadi ketika laga Inggris bertemu dengan Portugal di babak perempat final. Kedua tim membawa skuad terbaik mereka yang merupakan generasi emas kala itu. Laga yang dilangsungkan di Stadion Veltins Arena Gelsenkirchen berjalan atraktif dan ketat sejak menit awal.
Puncaknya ketika Rooney menginjak Ricardo Carvalho yang sedang terjatuh. Carvalho yang mengerang kesakitan mengundang punggawa timnas Portugal langsung ke tempat kejadian. Ronaldo yang saat itu ikut mengerubungi berusaha untuk memprovokasi wasit Horacio Elizondo.
Tak terima dengan sikap Ronaldo, Rooney menariknya dan keributan pun terjadi. Namun wasit Elizondo dengan cepat menggiring Rooney ke samping keributan dan mengganjarnya dengan kartu merah.
Makna Kedipan Mata Ronaldo
Drama pertandingan ini tidak berhenti di kartu merah Rooney saja. Setelah perkelahian, gestur Ronaldo yang mengedipkan matanya ke arah bangku cadangan tertangkap kamera televisi. Kedipan itu kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah maksud Ronaldo melakukan hal itu?
Banyak yang beranggapan kedipan itu merupakan sinyal bahwa Ronaldo telah melaksanakan tugasnya dalam memprovokasi Rooney. Bisa jadi itu merupakan strategi yang sudah direncanakan timnas Portugal untuk memenangkan pertandingan.
Rooney sendiri memang pemain yang berbahaya di skuad Inggris. Namun Rooney sering kali tak dapat membendung emosinya ketika dilapangan. Rooney bahkan sering terlibat perkelahian berujung kartu kuning atau merah bagi dirinya.
Drama Terbawa Hingga MU
Banyak pihak yang mengkhawatirkan drama kedipan Ronaldo akan terbawa sampai ke Manchester United. Ini masuk akal mengingat keduanya merupakan pilar utama dan masa depan United di lini serang.
Hal ini diperkeruh oleh media yang berkali-kali menanyakan Rooney tentang hubunganya dengan Ronaldo pasca kejadian di Jerman. Rooney menerangkan bahwa dirinya tidak sakit hati terhadap Ronaldo. Namun ia merasa kecewa dengan sikap Ronaldo yang ikut campur kala itu.
Besarnya drama kedua pemain tersebut bahkan membuat media-media Inggris berspekulasi. Mereka menerangkan bahwa akibat insiden kedipan Ronaldo, Manchester United harus memilih untuk mempertahankan salah satu antara Rooney atau Ronaldo.
Rumor Kepindahan Ronaldo

Tidak hanya bagi klub, drama kedipan Ronaldo juga memanas di telinga fans Manchester United. Mereka memaknai kedipan itu sebagai upaya penghinaan bagi Rooney dan timnas Inggris. Spekulasi yang dibuat media dan rumor kepindahannya ke Real Madrid semakin memperkeruh keadaan.
Walaupun Rooney dan Ronaldo sudah berbaikan, fakta tersebut tetap saja tidak menyurutkan drama. Ketika bertanding, suporter United beberapa kali mencemooh Ronaldo akibat insiden kedipanya.
Buruknya situasi tersebut bahkan membuat Ronaldo mengeluarkan pernyataan ingin hengkang dari Old Trafford. Ronaldo melihat keadaanya yang sudah tidak baik untuk tetap bertahan di United. Ia merasa tidak ada lagi yang membelanya di Manchester.
Namun Manchester United beruntung tidak kehilangan Ronaldo pada saat itu. Ia tetap bertahan di United selama tiga musim dengan mempersembahkan tiga gelar liga Inggris, satu gelar liga Champions, satu gelar Piala Liga, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub.
Akhirnya Ronaldo meninggalkan Manchester United pada musim panas 2009 untuk berlabuh bersama Real Madrid. Sementara Rooney tetap bertahan hingga musim 2017 setelah mengukuhkan diri sebagai top skor sepanjang masa Manchester United.
Sumber: Berbagai Sumber
(Bola.net/Ahmad Daerobby)
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Jadwal Lengkap Piala Dunia 2022
- Mengenang Hattrick Miroslav Klose di Partai Pembuka Piala Dunia 2002
- Kampanye Hidup Sehat dari Sponsor Broadcast SCM untuk Menyiarkan Piala Dunia 2022
- Mengenal Brad Friedel, 'The Human Wall' dari Piala Dunia 2002
- Flashback Piala Dunia 2010: Ketika 'Tangan Tuhan' Luis Suarez Membawa Uruguay ke Semifinal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Hasil Al Nassr vs Al Shabab: Menang 3-2 Tanpa Gol Cristiano Ronaldo
Asia 18 Januari 2026, 04:14
LATEST UPDATE
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
-
Gagal Menang Lawan 10 Pemain, Conte Minta Napoli Rasakan Sakitnya Kegagalan
Liga Italia 21 Januari 2026, 08:48
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







