Kekacauan Timnas Italia dan Sentilan dari Arrigo Sacchi untuk Ranieri
Editor Bolanet | 12 Juni 2025 08:35
Bola.net - Timnas Italia sedang berada dalam situasi yang pelik. Setelah memecat Luciano Spalletti menjelang laga kualifikasi Piala Dunia melawan Moldova, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) justru kesulitan mencari pengganti. Claudio Ranieri, yang semula menjadi target utama, memilih menolak tawaran tersebut.
Keputusan Ranieri menuai reaksi dari Arrigo Sacchi, mantan pelatih Timnas Italia. Sacchi menegaskan bahwa menjadi bagian dari skuad nasional adalah sebuah kewajiban moral. Baginya, tidak ada alasan untuk menolak panggilan membela negara.
Situasi ini semakin rumit dengan minimnya kandidat yang bersedia mengambil alih. FIGC kini beralih ke sejumlah legenda seperti Gennaro Gattuso, Daniele De Rossi, dan Fabio Cannavaro. Namun, Sacchi mengingatkan bahwa melatih Timnas Italia bukanlah tugas mudah.
Di tengah kekacauan ini, nama Roberto Mancini juga mencuat sebagai opsi. Sacchi sendiri berpandangan bahwa Mancini layak mendapat kesempatan kedua. Bagaimana detail tanggapan Sacchi? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Sacchi Kecewa dengan Penolakan Ranieri

Arrigo Sacchi tidak menyembunyikan kekecewaannya atas penolakan Claudio Ranieri. Menurutnya, Timnas Italia seharusnya diperlakukan dengan lebih baik. Sacchi menyoroti betapa pentingnya komitmen terhadap tim nasional.
Ia juga mengkritik insiden pemain yang menolak panggilan Spalletti sebelum laga melawan Norwegia. Bagi Sacchi, tindakan seperti itu tidak pantas mengingat timnas adalah representasi seluruh rakyat Italia.
"Saya membaca ada pemain yang menolak panggilan Spalletti dan bahkan berdebat dengannya. Sekarang Ranieri, yang sudah sepakat, tiba-tiba mundur. Timnas ditinggalkan tanpa pelatih dan dalam kekacauan total. Italia layak diperlakukan lebih baik," ujar Sacchi kepada Gazzetta.
"Saya tidak tahu alasannya, tapi menolak timnas itu tidak bisa diterima. Ini kewajiban moral untuk menjawab panggilan tersebut," tegasnya.
Gattuso, De Rossi, dan Cannavaro Jadi Opsi FIGC

Dengan Ranieri mundur dan Stefano Pioli lebih memilih Fiorentina, FIGC mulai mempertimbangkan legenda-legenda seperti Gattuso, De Rossi, dan Cannavaro. Sacchi enggan berkomentar mendalam soal kualitas mereka.
Namun, ia mengingatkan bahwa melatih Timnas Italia membutuhkan lebih dari sekadar pengalaman sebagai pemain. Tantangan seperti seleksi pemain, manajemen tekanan, dan peran sebagai psikolog harus dihadapi.
"Saya tidak mau menilai kemampuan mereka. Mereka adalah juara dunia 2006 dan pasti punya darah biru di nadinya. Tapi menjadi pelatih Italia itu rumit, percayalah pada orang yang pernah duduk di bangku itu," kata Sacchi.
"Mereka harus bisa memilih pemain, melatih, mengelola tekanan, dan menjadi psikolog. Ini bukan hal mudah," tambahnya.
Sacchi Buka Peluang untuk Mancini
Roberto Mancini, pelatih yang membawa Italia juara Euro 2020, disebut-sebut bisa kembali ke Coverciano. Sacchi menilai Mancini layak diberi kesempatan kedua meski sempat memilih melatih Arab Saudi.
Menurut Sacchi, kesalahan adalah hal manusiawi asalkan tidak diulangi. Mancini dianggap telah membuktikan kemampuannya dengan memberikan identitas jelas pada Timnas Italia.
"Setiap orang bisa salah, dan Mancini juga melakukannya. Tampaknya dia menyadarinya, itu menunjukkan ia bisa melakukan introspeksi," ujar Sacchi.
"Yang penting tidak mengulangi kesalahan. Mancini, menurut saya, layak dicoba lagi. Trofi terakhir kami diraih berkat dirinya. Setelah kesuksesan itu, yang ada hanyalah kegelapan," pungkasnya.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lazio Memanas, Gennaro Gattuso Usir Kenneth Taylor dari Sesi Latihan
Liga Italia 30 Juli 2026, 21:06
-
Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
Piala Dunia 30 Juli 2026, 08:22
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
-
Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
Liga Spanyol 4 September 2026, 18:30
-
Arsenal Daftarkan 22 Pemain di Liga Champions, William Saliba Tetap Dibawa
Liga Champions 4 September 2026, 17:55
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 5-6 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 17:48
-
Hasil BRI Super League: 4-0, Sepak Sudut Arema FC Sukses Hancurkan Isenmulang!
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:29
-
Chiesa dan Endo Tidak Masuk, Ini Skuad Liverpool untuk Liga Champions
Liga Champions 4 September 2026, 17:20
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persija Jakarta 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:13
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Persita 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 17:07
-
Skuad Manchester United di Liga Champions: Mainoo dan Yoro Tak Masuk Daftar 25 Pemain
Liga Champions 4 September 2026, 16:45
-
Prediksi BRI Super League: Persik Kediri vs Dewa United 5 September 2026
Bola Indonesia 4 September 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




