Lamine Yamal Bereaksi Keras Terhadap Chant Anti-Muslim di Laga Spanyol vs Mesir
Gia Yuda Pradana | 1 April 2026 20:22
Bola.net - Lamine Yamal meluapkan kemarahan setelah insiden chant bernuansa rasis dalam laga uji coba Timnas Spanyol menghadapi Timnas Mesir di RCDE Stadium, kandang klub Espanyol. Peristiwa ini terjadi di tengah persiapan menuju Piala Dunia 2026 dan memicu reaksi luas dari berbagai pihak.
Pertandingan yang berakhir tanpa gol itu sejatinya berjalan ketat dengan dominasi pertahanan Mesir. Namun, atmosfer di stadion berubah negatif akibat perilaku sebagian suporter tuan rumah.
Federasi sepak bola Spanyol dan pemerintah langsung mengambil langkah investigasi atas kejadian tersebut. Langkah ini bertujuan memastikan pelaku mendapat konsekuensi yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Chant Anti-Muslim Picu Kecaman
Sepanjang pertandingan, terdengar chant dari tribune yang berbunyi, “Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim”. Ucapan tersebut dinilai menghina dan menyinggung identitas keagamaan.
Media Spanyol menggambarkan kejadian ini sebagai tindakan yang memalukan. Reaksi keras juga datang dari berbagai organisasi sepak bola dan klub, termasuk Espanyol yang ikut mengutuk insiden tersebut.
Yamal, yang bermain untuk Barcelona, tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia menyampaikan sikapnya melalui media sosial dengan nada tegas dan emosional.
“Saya seorang Muslim, alhamdulillah. Kemarin saya mendengar chant di stadion yang mengatakan: ‘Siapa yang tidak melompat adalah seorang Muslim’. Saya tahu chant itu ditujukan kepada tim lawan dan bukan kepada saya secara pribadi, tetapi sebagai seorang Muslim, ini dianggap tidak sopan dan tidak dapat diterima,” tulisnya.
Respons Tegas Yamal

Pemain muda tersebut menegaskan bahwa tidak semua suporter memiliki perilaku seperti itu. Ia tetap menghargai dukungan dari fans yang datang dengan niat positif.
Namun, Yamal menilai penggunaan agama sebagai bahan ejekan adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Ia menyampaikan kritik tajam terhadap pelaku chant tersebut.
“Saya menyadari tidak semua fans seperti itu, tetapi bagi mereka yang meneriakkan kata-kata tersebut: menggunakan agama sebagai bahan ejekan membuat Anda terlihat bodoh dan rasis,” lanjutnya.
Yamal juga mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang hiburan dan kebersamaan. Ia menutup pesannya dengan ucapan terima kasih kepada pendukung yang memberikan energi positif serta harapan bertemu kembali di Piala Dunia 2026.
Sumber: Goal International
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Enzo Fernandez dan Gol Terpenting dalam Kariernya
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:58
-
Prancis Punya Michael Olise, Maroko Punya Achraf Hakimi
Piala Dunia 8 Juli 2026, 16:22
-
Maroko yang Kini Berani Mendominasi Laga
Piala Dunia 8 Juli 2026, 15:57
LATEST UPDATE
-
YPP Wujudkan Impian Rumah Sejahtera Terpadu untuk Warga Magelang
Lain Lain 9 Juli 2026, 08:59
-
Manchester United Siapkan Kontrak 5 Tahun untuk Aurelien Tchouameni
Liga Inggris 9 Juli 2026, 02:03
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Inggris 12 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:01
-
3 Alasan Bikin Fede Valverde Terancam Gagal jadi Kapten Real Madrid
Liga Spanyol 8 Juli 2026, 20:16
-
RESMI: PSIM Yogyakarta dan Fahreza Sudin Berpisah
Bola Indonesia 8 Juli 2026, 19:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











