
Bola.net - Maroko memasuki babak baru setelah mencuri perhatian pada Piala Dunia 2022. Kini, Atlas Lions tampil dengan identitas berbeda di bawah arahan Mohamed Ouahbi.
Pelatih anyar itu langsung memperlihatkan perubahan besar sejak mengambil alih tim hanya tiga bulan sebelum Piala Dunia 2026. Hasil imbang 1-1 melawan Brasil menjadi bukti bahwa Maroko tidak lagi sekadar bertahan.
Ouahbi menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan hanya karena menghadapi lawan besar. "Saya tidak akan mempersiapkan pertandingan secara berbeda saat menghadapi Brasil. Kami memiliki filosofi sendiri."
Pernyataan tersebut tercermin di lapangan karena Maroko lebih banyak menguasai bola dan berani menekan Brasil. Tim yang dahulu mengandalkan kesabaran kini tampil sebagai pengendali permainan.
Identitas Baru yang Lebih Agresif
Perjalanan Maroko menuju semifinal Piala Dunia 2022 dibangun lewat organisasi permainan yang rapi dan serangan balik efektif. Di era Ouahbi, pendekatan itu berkembang menjadi permainan berbasis penguasaan bola dan inisiatif menyerang.
Ouahbi menilai generasi saat ini memiliki kualitas teknik terbaik dalam sejarah sepak bola negaranya. "Kami harus mengakui bahwa Maroko sedang menjalani era teknis terbaik dalam sejarah sepak bolanya."
Filosofi tersebut dibangun sesuai karakter pemain Maroko yang memiliki teknik tinggi, kecepatan, serta keberanian menerima bola dalam tekanan. Pendekatan itu membuat transisi menyerang berlangsung lebih terstruktur tanpa kehilangan keseimbangan.
Generasi Baru Menghidupkan Filosofi
Kemenangan 3-0 atas Kanada pada babak 16 besar memperlihatkan efektivitas pendekatan baru tersebut. Maroko tetap mampu bertahan lebih dalam ketika situasi pertandingan memang membutuhkannya.
Ouahbi juga memberikan ruang bagi talenta muda seperti Ayyoub Bouaddi yang tampil impresif pada debut senior saat menghadapi Brasil. Gelandang berusia 18 tahun itu mampu menghubungkan lini permainan dengan tenang dan cerdas.
Kehadiran Brahim Diaz, Ismael Saibari, Nayef Aguerd, serta Chadi Riad menambah variasi permainan Maroko. Mereka melengkapi fondasi yang telah dibangun para pemain senior dalam beberapa tahun terakhir.
Prancis Jadi Ujian Sesungguhnya
Meski mengalami perubahan gaya bermain, mentalitas Maroko tetap terjaga. Yassine Bounou menegaskan semangat bertanding tim masih sama seperti ketika mencatat sejarah pada 2022.
"Kalian telah melihat dalam pertandingan kami bahwa para pemain tampil dengan semangat luar biasa, sama seperti yang kami lakukan pada 2022. Tim ini masih memiliki pola pikir yang sama."
Perpaduan filosofi baru dan mental pemenang membuat Maroko terlihat semakin komplet di Piala Dunia 2026. Tantangan berikutnya hadir saat Atlas Lions menghadapi Prancis pada 9 Juli di Boston untuk membuktikan bahwa transformasi mereka benar-benar siap bersaing dengan kekuatan terbaik dunia.
Sumber: FIFA
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
-
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026 07:19Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
-
Asia 12 Agustus 2026 23:23Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 18 Agustus 2026 09:27FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
-
piala dunia 13 Agustus 2026 05:18Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
-
piala dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
SOROT
-
Liputan6 23 Agustus 2026 06:27Prabowo Minta Aturan Pembukaan Lahan Direvisi dan Perbanyak Alat Berat
-
Liputan6 23 Agustus 2026 00:49Kronologi Kebakaran Desa Adat Sade, Api Hanguskan Ratusan Rumah Suku Sasak
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:37Seskab Teddy: 4 Heli Water Bombing Ditambah untuk Kebakaran Hutan Kalteng
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:244 Remaja Terseret Ombak di Pantai Tuturuga, 2 Tewas dan 1 Hilang
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:09Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat Kebakaran Hutan, Minta Pompa dan Heli
-
Liputan6 22 Agustus 2026 23:05Gereja di Lapas Manado Terbakar
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330620/original/098096700_1787393601-WhatsApp_Image_2026-08-22_at_16.33.17__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330741/original/041673200_1787421185-1005824714.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330482/original/071249500_1787382815-WhatsApp_Image_2026-08-22_at_13.55.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330737/original/014551600_1787416079-1000044932.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330733/original/010127900_1787415521-IMG-20260822-WA0153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330732/original/075039900_1787414833-1000044918.jpg)
