Legenda Brasil Justru Jagokan Argentina Juara Piala Dunia
Editor Bolanet | 11 Juni 2013 19:00
- Publik boleh optimis akan menjuarai Piala Dunia 2014 yang akan digelar di kandang sendiri. Namun salah seorang legenda hidup mereka, justru menyangsikan kekuatan skuad Selecao untuk keluar sebagai tim terbaik di ajang empat tahunan tersebut.
Kumpulan pemain yang kita miliki saat ini kelihatannya sulit untuk memenangkan Piala Dunia, walaupun dengan dukungan penuh suporter sendiri, kata mantan pemain berjuluk Si Pele Putih kepada Guardian.
Masalah utamanya adalah Brasil sampai saat ini belum memiliki starting eleven yang pasti, padahal turnamen tinggal setahun lagi. Ada masalah pada kelanjutan generasi kami.
Zico, yang selama bermain juga gagal mempersembahkan gelar Piala Dunia bagi Brasil dalam tiga kali kesempatan, menganggap bahwa skuad yang dimiliki negaranya saat ini masih terlalu muda.
Kami membutuhkan pemain yang telah siap dan matang ketika tiba saatnya mereka menjadi sorotan, sedangkan yang ada saat ini adalah pemain bertalenta yang masih sangat muda. Mereka datang dari satu generasi secara bersamaan dan kebanyakan belum pernah bermain di Piala Dunia.
Yang lebih mengejutkan lagi, Zico justru lebih menjagokan sebagai juara Piala Dunia tahun depan. Padahal selama ini Tim Tango dan Tim Samba dikenal memiliki rivalitas yang cukup sengit.
Jika Argentina keluar sebagai juara, saya harap partai final tidak melibatkan Brasil. Kami tidak ingin mengalami penderitaan yang sama seperti saat kalah dari Uruguay di tahun 1950. Maracana seolah terlihat seperti tempat yang terkutuk.
Pada tahun 1950, Brasil dikalahkan Uruguay 1-2 dalam partai final yang digelar di Maracana dan ditonton langsung oleh sekitar 170 ribu suporter Brasil. Kekalahan tersebut menjadi tragedi nasional yang dikenang selama bertahun-tahun oleh rakyat Brasil dengan nama Maracanazo. (espn/mri)
Kumpulan pemain yang kita miliki saat ini kelihatannya sulit untuk memenangkan Piala Dunia, walaupun dengan dukungan penuh suporter sendiri, kata mantan pemain berjuluk Si Pele Putih kepada Guardian.
Masalah utamanya adalah Brasil sampai saat ini belum memiliki starting eleven yang pasti, padahal turnamen tinggal setahun lagi. Ada masalah pada kelanjutan generasi kami.
Zico, yang selama bermain juga gagal mempersembahkan gelar Piala Dunia bagi Brasil dalam tiga kali kesempatan, menganggap bahwa skuad yang dimiliki negaranya saat ini masih terlalu muda.
Kami membutuhkan pemain yang telah siap dan matang ketika tiba saatnya mereka menjadi sorotan, sedangkan yang ada saat ini adalah pemain bertalenta yang masih sangat muda. Mereka datang dari satu generasi secara bersamaan dan kebanyakan belum pernah bermain di Piala Dunia.
Yang lebih mengejutkan lagi, Zico justru lebih menjagokan sebagai juara Piala Dunia tahun depan. Padahal selama ini Tim Tango dan Tim Samba dikenal memiliki rivalitas yang cukup sengit.
Jika Argentina keluar sebagai juara, saya harap partai final tidak melibatkan Brasil. Kami tidak ingin mengalami penderitaan yang sama seperti saat kalah dari Uruguay di tahun 1950. Maracana seolah terlihat seperti tempat yang terkutuk.
Pada tahun 1950, Brasil dikalahkan Uruguay 1-2 dalam partai final yang digelar di Maracana dan ditonton langsung oleh sekitar 170 ribu suporter Brasil. Kekalahan tersebut menjadi tragedi nasional yang dikenang selama bertahun-tahun oleh rakyat Brasil dengan nama Maracanazo. (espn/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pemain Bukan Mesin, Raphinha Adalah Korban dari Padatnya Kalender Sepak Bola
Liga Spanyol 1 Oktober 2026, 12:20
-
Nomor 10 Argentina Setelah Lionel Messi Pensiun: Siapa yang Akan Jadi Penerusnya?
Piala Dunia 30 September 2026, 23:45
-
Raphinha Dipulangkan Brasil ke Barcelona, Absen Lawan India karena Masalah Paha
Amerika Latin 30 September 2026, 13:45
-
Roma Jelaskan Alasan Larang Paulo Dybala Hadiri Laga Perpisahan Lionel Messi
Amerika Latin 30 September 2026, 13:32
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


