Lingkaran Setan Timnas Italia: Mengapa Azzurri Gagal di Kualifikasi Piala Dunia (Lagi)?
Afdholud Dzikry | 18 November 2025 08:05
Bola.net - Kekalahan 4-1 Timnas Italia dari Norwegia memadamkan sisa harapan terakhir Azzurri di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mimpi untuk lolos otomatis ke Piala Dunia tahun depan resmi terkubur.
Kenyataannya, Azzurri memang butuh keajaiban menang 9-0 di San Siro. Namun, yang terjadi adalah pembantaian di babak kedua oleh tim tamu.
Hasil ini mengkonfirmasi takdir pahit Italia. Mereka harus melalui neraka play-off Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Ini bukan lagi kesialan, melainkan siklus penderitaan yang terus berulang. Sebuah penyakit kronis yang menggerogoti sepak bola Italia hingga ke akarnya.
Para Bintang yang Mendadak jadi Versi Berbeda di Timnas

Pemandangan di San Siro akhir pekan kemarin adalah sebuah kekecewaan masif. Ironisnya, kekecewaan terbesar datang dari para pemain bintang.
Laga melawan Norwegia, dan hampir sepanjang kualifikasi, para bintang ini tampil jauh di bawah standar. Mereka yang seharusnya jadi pembeda, justru jadi beban.
Nama-nama seperti Giovanni Di Lorenzo dan Alessandro Bastoni tampil buruk. Mereka terlihat seperti "imitasi murahan" dari versi klub mereka di Napoli dan Inter.
Di lini tengah, Manuel Locatelli dan Nicolo Barella juga gagal total. Keduanya gagal membangun momentum dan takluk dalam pertarungan lini tengah.
Keberanian Gattuso yang Hilang

Saat awan gelap menyelimuti, Anda berharap pelatih mengambil risiko. Namun, Gennaro Gattuso justru memilih bermain aman di laga yang sudah "mati".
Dalam laga yang sudah tidak menentukan (selain mengejar selisih 9 gol), Gattuso tetap saja konservatif. Ia seolah takut mencoba hal baru.
Parahnya lagi, ia hanya menurunkan satu pemain di bawah usia 25 tahun. Sosok itu adalah Francesco Pio Esposito dari Inter.
Ironisnya, Esposito-lah yang mencetak satu-satunya gol Italia. Ia menjadi satu-satunya pemain yang tidak tampil mengecewakan malam itu.
Pemilihan Pemain yang Aneh?

Keputusan Gattuso membuktikan satu hal. Timnas Italia masih terjebak dalam pemilihan pemain berdasarkan "nama besar" atau "nilai pasar".
Banyak talenta yang sedang dalam performa terbaiknya justru diabaikan. Para pemain muda yang lapar di kompetisi domestik tidak diberi kesempatan.
Pemain seperti Domenico Berardi dan Riccardo Orsolini tampil luar biasa musim ini. Namun, mereka tidak mendapat banyak perhatian nasional.
Padahal, banyak negara sukses karena membangun tim meritokrasi. Pemain dipilih berdasarkan performa, bukan sejarah masa lalu.
Epidemi Cedera Merusak Generasi

Selain masalah di dalam lapangan, ada faktor eksternal yang tak terkendali. Italia sedang menghadapi epidemi cedera tendon dan ligamen yang serius.
Bencana ini terus-menerus menghambat perkembangan talenta baru. Bahkan para veteran pun kesulitan untuk kembali ke bentuk terbaiknya.
Leonardo Spinazzola adalah contoh nyata. Sejak cedera Achilles di Euro 2020, ia hanya bermain delapan kali dalam empat tahun untuk Italia.
Hal serupa dialami Federico Chiesa. Meski Gattuso berkilah, sang winger kesulitan kembali ke level semula pasca cedera ACL.
Serie A yang Tak Lagi 'Italia'

Masalah tidak berhenti di situ. Cedera parah juga menghancurkan talenta muda bahkan sebelum mereka sempat bersinar.
Giorgio Scalvini dan Giovanni Leoni adalah dua contoh tragis. Scalvini (21) harus absen setengah musim dan terus mengalami komplikasi.
Leoni (18) bahkan lebih parah. Ia menderita cedera ACL pada laga debutnya di Liverpool dan harus absen sepanjang musim.
Pada akhirnya, kesalahan juga harus dilimpahkan ke Serie A. Klub-klub Italia kini lebih percaya pada talenta asing daripada mengembangkan pemain lokal.
Sumber: Football Italia
Semua Tentang Timnas Indonesia
Italia Terperosok Lagi? Kekalahan dari Norwegia di San Siro Bikin Azzurri Terancam Ulangi Mimpi Buruk 2018 & 2022
Italia Dibantai Norwegia di San Siro, Ini Pengakuan Pahit Locatelli
Ada Apa dengan Mental Pemain Italia? Donnarumma pun Mengaku Bingung
Timnas Italia yang Rapuh
Amarah Donnarumma Usai Italia Dibantai 1-4: Kami Hanya Main 45 Menit, Kolaps Lawan Norwegia Tak Bisa Diterima!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ironi Tottenham: Sudah Belanja Rp5,5 Triliun, tapi Langsung Dibantai Brentford 0-3
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 05:34
-
Man of the Match Espanyol vs Real Madrid: Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 05:15
-
Hasil DFL Super Cup 2026: Bayern Munchen Juara Usai Tundukkan Dortmund 2-1
Bundesliga 23 Agustus 2026, 04:59
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Frosinone vs Juventus: Bremer
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:44
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59






