Lippi: Semua Tanggung Jawab Saya

Editor Bolanet | 25 Juni 2010 07:20
Lippi: Semua Tanggung Jawab Saya
Marcello Lippi (c)AFP
- Marcello Lippi menyatakan kalau ia memikul semua tanggung jawab atas kegagalan Italia mempersiapkan tim yang solid untuk turnamen sepenting Piala Dunia kali ini, menyebabkan Gli Azzurri harus tersingkir lebih awal.

membawa Italia mengangkat trofi Piala Dunia tahun 2006 silam namun ia kembali ke posisi pelatih untuk kali kedua hanya untuk menyaksikan timnya tersingkir di fase grup, kegagalan kali pertama sejak tahun 1974 silam.

"Saya pikul semua tanggung jawab, tanpa kecuali," ujar memulai sesi konferensi pers usai kekalahan Italia atas Slovakia.

"Karena jika sebuah tim tiba di turnamen sepenting ini dengan teror di kaki, kepala dan hati mereka, tanpa bisa mewujudkan dirinya sendiri, maka itu artinya pelatih tak bisa mempersiapkan skuad dengan benar di tingkat manapun."

"Memang ada masalah taktis dan fisik, namun saya pikir di atas segalanya ini berhubungan dengan aspek psikologis. Saya merasa tim ini bisa mencapai sesuatu dan nyatanya saya tak mampu menyiapkan mereka dengan baik. Saya mengharap segalanya selain performa kami di babak pertama tersebut."

"Saya sungguh kecewa harus mengakhiri pengalaman saya di bangku cadangan Italia seperti ini. Saya tentu tak mengira akan hal ini. Saya tak berpikir kalau kami akan memenangkan Piala Dunia untuk kali kedua, tapi tidak tersingkir di fase grup," imbuh .

"Saya berdoa untuk kesuksesan pengganti saya dan saya berterima kasih untuk empat tahun ini, yang sebagian fantastis dan sebagian lagi sangat, sangat mengecewakan."

Italia tak pernah tersisih di babak pertama sejak 1974, namun ini kali pertama mereka pulang tanpa memenangkan satu laga pun. Melawan Slovakia, mereka bangkit melawan lewat gol Antonio Di Natale dan Fabio Quagliarella, namun itu tak cukup membawa mereka dari posisi dasar di klasemen akhir.

"Saya tak tahu mengapa mereka berubah di 15 menit terakhir. Saya jelas tak bisa mempersiapkan mereka untuk laga sepenting ini, jika mereka bermain selama 75 menit untuk memberi kesan - di mata saya hanya karena masalah psikologis - maka ini adalah kesalahan pelatih," lanjut .

"Ketika sebuah tim bermain seperti mereka malam ini, satu-satunya orang yang harus disalahkan adalah dia yang mengatur mereka. Saya tak melihat penjelasan lain."

"Ini tak seperti dua laga pertama, di mana Anda memiliki opsi lain. Ini seperti laga babak knockout, menang atau tersingkir, namun tim ini malah tak bangkit, melakukan tekanan, menyerang atau melakukan apapun selama 75 menit."

"Saya tak menyesal telah kembali, saya melakukannya dengan antusiasme dan ini adalah sebuah pengalaman yang amat ingin lalui lagi. Saya yakin kalau saya akan bekerja dengan baik, meski jujur saja mungkin tak akan memenangkan Piala Dunia lagi," tandas .

"Dua tahun memimpin tim di Jerman sungguh fantastis, namun selama babak kualifikasi dalam dua tahun terakhir juga tak mengecewakan. Ini hal yang normal untuk sepak bola Italia, jadi satu-satunya kekecewaan saya adalah di Afrika Selatan."

"Kehilangan dua pemain krusial seperti Gianluigi Buffon dan Andrea Pirlo tak membantu kami, namun bahkan tanpa mereka kami harusnya bermain dengan cara berbeda hari ini."

"Saya telah mengatakan kalau saya ingin rehat untuk beberapa bulan dan kemudian mempertimbangkan apa yang akan saya lakukan di masa depan," lanjut .

"Saya masih memiliki kepercayaan yang tinggi pada para pemain ini. Ini bukan masalah perkiraan yang berlebihan, namun Anda juga tak bisa berpikir kalau Italia adalah yang Anda lihat hari ini. Jelas sekali kalau saya tak mampu menempatkan mereka dalam kondisi di mana mereka bisa mengekspresikan dirinya."

"Saya tak menganggap diri saya adalah korban, saya katakan karena saya meyakininya. Saya merasa kalau saya telah memainkan peran penting dalam kejayaan kami di tahun 2006 dan saat ini saya tak mampu mengulangi kondisi psikologis itu."

"Tentu saja saya tahu apa yang akan kami hadapi dengan media. Kami sudah dihakimi sebelum Piala Dunia, apalagi setelah performa seperti itu. Inilah sebabnya mengapa saya mengutuk diri sendiri," tutup . (foti/row)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE