Mascherano Bermain Dengan Kepala Cedera, FIFA Tuai Kecaman
Editor Bolanet | 11 Juli 2014 00:21
- FIFA mendapat kecaman cukup keras dari asosiasi cedera otak, Headway, karena membiarkan Javier Mascherano terus bermain ketika Argentina menghadapi di semifinal Piala Dunia 2014, Kamis (10/07).
Mascherano sempat limbung dan terjatuh setelah kepalanya berbenturan dengan Georginio Wijnaldum di laga tersebut. Walau tampak cukup parah, namun ternyata gelandang pekerja keras itu tetap bermain hingga laga berakhir.
Hal yang sama juga terjadi pada Alvaro Pereira ketika Uruguay bersua dengan Inggris. Bek kiri tersebut kolaps setelah terbentur lutut Raheem Sterling. Kedua insiden itulah yang akhirnya membuat Headway mengecam FIFA.
Di ajang besar seperti Piala Dunia, sulit untuk dimengerti bagaimana bisa ada dua pemain berbeda di sepanjang turnamen ini diizinkan untuk terus bermain ketika mereka tampaknya sempat kehilangan kesadaran atau mengalami gegar otak. Harus ada pertanyaan serius yang diajukan pada FIFA tentang mengapa mereka membiarkan hal itu terjadi. Peraturan FIFA menjelaskan bahwa jika pemain mengalami gegar otak atau ada resiko gegar otak, seorang pemain harus ditarik dari lapangan dan tak diizinkan untuk terus bermain, beber juru bicara Headway pada Perform.
Peraturan itu adalah peraturan milik FIFA sendiri dan jika Anda melihat pada peristiwa yang menimpa Hugo Lloris, ada anggota eksekutif FIFA yang datang dan menjelaskan peraturan tersebut. Tapi di level yang lebih besar - semifinal Piala Dunia - ada pemain yang jelas-jelas kesulitan berdiri yang tampaknya diizinkan untuk tak mematuhi tim dokter dan kembali ke lapangan. Bukan pemain yang bisa mengambil keputusan tersebut - keputusan itu seharusnya didasari dengan pengetahuan medis dan (para dokter) harus diberi kuasa di atas para pemain dan Manajer, terangnya lagi. [initial]
(sw/dim)
Mascherano sempat limbung dan terjatuh setelah kepalanya berbenturan dengan Georginio Wijnaldum di laga tersebut. Walau tampak cukup parah, namun ternyata gelandang pekerja keras itu tetap bermain hingga laga berakhir.
Hal yang sama juga terjadi pada Alvaro Pereira ketika Uruguay bersua dengan Inggris. Bek kiri tersebut kolaps setelah terbentur lutut Raheem Sterling. Kedua insiden itulah yang akhirnya membuat Headway mengecam FIFA.
Di ajang besar seperti Piala Dunia, sulit untuk dimengerti bagaimana bisa ada dua pemain berbeda di sepanjang turnamen ini diizinkan untuk terus bermain ketika mereka tampaknya sempat kehilangan kesadaran atau mengalami gegar otak. Harus ada pertanyaan serius yang diajukan pada FIFA tentang mengapa mereka membiarkan hal itu terjadi. Peraturan FIFA menjelaskan bahwa jika pemain mengalami gegar otak atau ada resiko gegar otak, seorang pemain harus ditarik dari lapangan dan tak diizinkan untuk terus bermain, beber juru bicara Headway pada Perform.
Peraturan itu adalah peraturan milik FIFA sendiri dan jika Anda melihat pada peristiwa yang menimpa Hugo Lloris, ada anggota eksekutif FIFA yang datang dan menjelaskan peraturan tersebut. Tapi di level yang lebih besar - semifinal Piala Dunia - ada pemain yang jelas-jelas kesulitan berdiri yang tampaknya diizinkan untuk tak mematuhi tim dokter dan kembali ke lapangan. Bukan pemain yang bisa mengambil keputusan tersebut - keputusan itu seharusnya didasari dengan pengetahuan medis dan (para dokter) harus diberi kuasa di atas para pemain dan Manajer, terangnya lagi. [initial]
Baca Juga:
Kepala Terbentur, Mascherano Dikritik Karena Terus Bermain
Mainkan Peran Vital, Mascherano Terima Pujian Istimewa
Mascherano: Saya Menang Satu Detik
Argentina Tak Juara, Mascherano Tak Peduli
Mascherano: Argentina Tak Bisa Hanya Andalkan Messi
Mascherano Tidak Ingin Sia-Siakan Kesempatan Di Piala Dunia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















