Menjelang Belgia vs Mesir, Warisan Mohamed Salah yang Tak Tertandingi
Afdholud Dzikry | 15 Juni 2026 16:30
Bola.net - Timnas Mesir akan menghadapi Belgia pada laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan itu juga bertepatan dengan ulang tahun ke-34 Mohamed Salah, yang kembali memimpin negaranya di panggung sepak bola terbesar dunia.
Laga tersebut menjadi penampilan kedua Salah sebagai kapten Mesir di putaran final Piala Dunia. Meski reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik Afrika sudah tidak diragukan, kontribusinya untuk tim nasional masih kerap diperdebatkan karena belum berhasil mempersembahkan gelar Piala Afrika.
Namun, catatan perjalanan Salah bersama Mesir menunjukkan pengaruh yang jauh lebih besar dibanding sekadar jumlah trofi. Perannya selama lebih dari satu dekade menjadi bagian penting dari kebangkitan tim nasional di level internasional.
Menjelang duel melawan Belgia, rekam jejak Salah bersama The Pharaohs kembali menjadi sorotan, terutama terkait bagaimana ia mengubah arah perjalanan sepak bola Mesir dalam era modern.
Dari Masa Sulit Menuju Kebangkitan Mesir

Saat Salah menjalani debut internasional pada 2011 dalam usia 18 tahun, Mesir sedang berada dalam periode yang tidak ideal. Tim nasional gagal lolos ke putaran Piala Afrika 2012, 2013, dan 2015, meski berstatus sebagai negara tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut.
Seiring perkembangan kariernya, Salah menjadi salah satu figur sentral yang membantu Mesir kembali bersaing. Ia turut mengantar negaranya tampil di edisi Piala Afrika 2017, 2019, 2021, 2023, dan 2025.
Dampaknya juga terlihat di level global. Sebelum kemunculan Salah, Mesir hanya dua kali tampil di putaran final Piala Dunia dan terakhir kali berpartisipasi pada edisi 1990 di Italia.
Kehadiran pemain Liverpool itu kemudian membantu Mesir kembali menembus Piala Dunia. Ia turut membawa negaranya lolos ke dua edisi turnamen tersebut dalam era modern.
Rekor dan Kontribusi yang Sulit Ditandingi

Selain keberhasilan membawa Mesir kembali ke turnamen besar, Salah juga meninggalkan sederet pencapaian individu yang menonjol. Ia menjadi satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol ke gawang 11 tim berbeda dalam sejarah Piala Afrika.
Di ajang kualifikasi Piala Dunia zona Afrika, Salah saat ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 20 gol. Catatan itu mempertegas perannya sebagai pemain kunci dalam perjalanan Mesir menuju berbagai turnamen internasional.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dalam angka statistik. Salah juga beberapa kali menjadi penentu hasil pertandingan penting, termasuk ketika mencetak penalti pada menit ke-95 melawan Kongo pada Oktober 2017.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengakhiri penantian panjang Mesir untuk kembali tampil di Piala Dunia. Momen itu masih dikenang sebagai salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Lebih dari Sekadar Bintang Lapangan

Pengaruh Salah di Mesir berkembang melampaui perannya sebagai pesepak bola. Ia muncul sebagai figur inspiratif pada periode ketika negara itu menghadapi berbagai tantangan sosial dan politik.
Sepak bola Mesir juga sempat terpukul akibat tragedi Stadion Port Said pada Februari 2012 yang menewaskan 74 orang. Insiden tersebut berdampak besar terhadap kompetisi domestik yang kemudian dihentikan selama dua tahun.
Dalam situasi tersebut, performa tim nasional ikut mengalami penurunan. Salah menjadi salah satu sosok yang membantu menjaga daya saing Mesir di tengah kondisi yang tidak mudah.
Hingga kini ia telah mencatatkan 67 gol dalam 116 pertandingan internasional. Saat Mesir bersiap menghadapi Belgia di Seattle, peran dan warisan yang telah dibangun Salah selama bertahun-tahun tetap menjadi bagian penting dari identitas sepak bola negara itu, terlepas dari hasil yang akan diraih di Piala Dunia 2026.
Sumber: Sportmole
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Italia Sudah Memberikan Segalanya
Piala Eropa 26 September 2026, 08:54
-
Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:47
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




