Neymar Dalam Perlombaan Waktu Menuju Piala Dunia 2026: Di Maria Bisa Jadi Coontoh Ideal!
Richard Andreas | 14 Oktober 2025 10:48
Bola.net - Kembalinya Neymar ke Brasil sejatinya dijejali harapan besar, tetapi sejauh ini belum memenuhi janji. Setelah cedera lutut serius pada Oktober 2023, sang penyerang kerap terganggu masalah kebugaran dan inkonsistensi penampilan.
Sebaliknya, kepulangan Angel Di Maria ke Rosario Central berkembang menjadi sensasi: pemain 37 tahun itu langsung menjadi motor performa klub. Di Maria mencetak gol krusial, mengeksekusi penalti, dan membantu tim meraih hasil besar di derby serta lawan berat seperti River Plate dan Boca Juniors.
Perbandingan dua pulang kampung ini menonjolkan kontras tajam antara ekspektasi dan realitas di lapangan. Satu berada dalam perlombaan melawan waktu menuju Piala Dunia 2026, yang lain kembali sebagai figur penentu dalam liga domestik.
Menarik untuk melihat kondisi Neymar di Santos, kebangkitan Di Maria di Rosario Central, serta implikasi kedua perjalanan itu bagi karier internasional dan klub masing-masing.
Neymar Di Santos: Kembalinya yang Tertunda

Neymar mengalami cedera lutut serius pada 12 Oktober 2023 saat memperkuat Brasil, dan dua tahun berikutnya belum memperlihatkan tanda-tanda pemulihan total. Kedatangan kembali ke Santos disambut bak masa penyelamatan, tetapi kenyataannya klub masih berkutat dekat zona degradasi.
Di lapangan, Neymar sesekali memperlihatkan kilasan kualitas, tendangan bola mati yang baik atau umpan cerdik, namun ia jarang lagi melaju melewati lawan dengan kelincahan yang dulu menjadi ciri khasnya. Setelah lama absen, masalah otot tak terelakkan, dan ia juga dihantam rentetan cedera lainnya yang menghambat kontinuitas.
Ada optimisme bahwa ia mungkin pulih penuh pada awal bulan berikutnya, tetapi jeda waktu itu nyaris tak punya margin sebelum jendela pemanggilan tim nasional untuk November.
Dengan hanya waktu singkat sebelum pengumuman skuad Pra-Piala Dunia, Neymar tampak berada dalam perlombaan melawan waktu untuk membuktikan kapasitasnya.
Jika tujuan utamanya adalah menutup karier internasional dengan penampilan gemilang di 2026, kondisi sekarang menunjukkan bahwa peluang itu tidak lagi pasti; setiap laga yang ia jalani menjadi penentu nasib ambisinya.
Angel Di Maria Di Rosario Central: Pulang yang Membara
Angel Di Maria kembali ke Rosario Central pada Juli setelah 18 tahun berkelana di Eropa, dan pengaruhnya langsung terasa. Dalam sebelas laga awal, Di Maria membantu klub berada di posisi atas klasemen, tampil tak terkalahkan, dan membangun rangkaian hasil impresif.
Awal yang spektakuler itu meliputi sukses mengeksekusi penalti pada dua penampilan pertamanya, gol kemenangan di derby lawan Newell's Old Boys, serta kontribusi penting melawan Boca Juniors dan River Plate. Gigante de Arroyito kembali bergemuruh oleh dukungan suporter yang memuja putra daerah mereka.
Salah satu aspek menonjol adalah sikap rendah hati Di Maria: ia tak menuntut nomor punggung spesial atau posisi sentral. Memakai nomor 11, ia menyesuaikan peran demi harmoni tim, bekerja berdampingan dengan Ignacio Malcorra dan memberi ruang bagi pemain muda seperti Gaspar de Jesus.
Kombinasi kualitas teknis dan etos kolektif itu membuat Di Maria kembali bukan sekadar nostalgia, melainkan elemen yang menyusun potensi pesaing gelar bagi Rosario Central.
Apa yang Membuat Dua Pulang Kampung Ini Berbeda

Perbedaan utama terletak pada kondisi fisik dan konteks peran saat kembali. Neymar datang setelah cedera panjang yang memengaruhi ritme dan kebugarannya, sementara Di Maria kembali dalam kondisi yang memungkinkan dia langsung berkontribusi.
Selain itu, Di Maria menempatkan dirinya dalam kerangka tim yang sudah terstruktur, ia menyesuaikan peran tanpa mengusik komposisi yang ada. Neymar, sebaliknya, dibingkai sebagai figur yang diharapkan mengangkat level klub secara instan, ekspektasi yang berat untuk dipikul setelah cedera.
Ada juga dimensi usia dan pilihan personal: Di Maria memutuskan fase internasionalnya sendiri setelah puncak prestasi, sehingga tekanan eksternal berkurang. Neymar masih memiliki target internasional, dan dengan itu datang tekanan waktu untuk kembali mencapai puncak sebelum seleksi 2026.
Intinya, pulang kampung sukses bukan hanya soal nama besar, melainkan kombinasi kesiapan fisik, kesesuaian peran, dan konteks tim yang memberi ruang bagi kontribusi cepat.
Implikasi Untuk Karier Internasional dan Klub
Situasi Neymar membuka pertanyaan serius seputar peluangnya masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Waktu pemulihan yang sempit dan kompetisi posisi membuat Ancelotti membutuhkan bukti konkret untuk memanggilnya kembali.
Neymar kini berada pada persimpangan: pemulihan penuh atau kemungkinan tersisih dari rencana jangka panjang tim nasional.
Di sisi lain, Di Maria sudah menutup bab internasionalnya dengan catatan cemerlang dan memilih fokus pada level klub. Keputusannya untuk mundur dari Argentina memberi ruang bagi Rosario Central untuk memanfaatkan pengalamannya tanpa beban panggilan internasional.
Untuk Santos, harapan pada Neymar belum membuahkan hasil yang diukur dari klasemen; bagi Rosario Central, kedatangan Di Maria menjadi katalis nyata bagi performa tim. Kedua skenario ini memperlihatkan bahwa keputusan transfer pulang kampung mengandung risiko dan peluang yang sangat kontras.
Akhirnya, musim ini menjadi pengingat bahwa nilai sentimental tidak otomatis menggaransi dampak positif, kesiapan fisik, peran taktis, dan keselarasan tim tetap menjadi penentu utama hasil di lapangan.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Waketum PSSI Tunggu Laporan Manajer Timnas Indonesia soal Kabar Patrick Kluivert Tak Temui Suporter Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
- Kisah Sukses Cape Verde Lolos Piala Dunia 2026: Negara yang Penduduknya Tak Lebih Banyak dari Kabupaten Ponorogo!
- Reaksi Waketum PSSI Usai Netizen Desak Patrick Kluivert Out dari Timnas Indonesia
- Pengakuan Jujur nan Mengejutkan Nagelsmann Usai Jerman Susah Payah Taklukkan Irlandia Utara
- Waketum PSSI: Rapat Exco Bahas Timnas Indonesia dan Nasib Patrick Kluivert Menunggu Erick Thohir
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Disebut Sudah Habis, Bintang MU Ini Justru Jadi Pemain yang Krusial untuk Timnas Brasil
Liga Inggris 18 November 2025, 16:08
-
Wow! Seriusan? Manchester United Tertarik Angkut Neymar di Januari 2026?
Liga Inggris 18 November 2025, 15:36
-
Prediksi Brasil vs Tunisia 19 November 2025
Amerika Latin 18 November 2025, 06:30
LATEST UPDATE
-
AS Roma Belum Menyerah, Coba Nego Lagi MU untuk Jasa Joshua Zirkzee
Liga Inggris 15 Januari 2026, 10:15
-
Bye MU! Gelandang Ini Segera Tinggalkan Old Trafford
Liga Inggris 15 Januari 2026, 10:04
-
Michael Carrick Jadi Manajer Interim MU karena 'Cawe-cawe' Sir Alex Ferguson?
Liga Inggris 15 Januari 2026, 10:01
-
Imbang Tanpa Gol Lawan Parma, Napoli Disebut Kehilangan Ketajaman
Liga Italia 15 Januari 2026, 10:00
-
Final Piala Afrika 2025: Senegal vs Maroko
Bola Dunia Lainnya 15 Januari 2026, 09:29
-
Inter vs Lecce: Pio Esposito Cetak Gol, Cristian Chivu Lari Masuk Lapangan, Ada Apa?
Liga Italia 15 Januari 2026, 09:02
-
Jadwal Lengkap India Open 2026, 13-18 Januari 2026
Bulu Tangkis 15 Januari 2026, 09:02
-
Inter Milan Resmi Juara Paruh Musim, Cristian Chivu Justru Bilang Itu Tak Ada Gunanya
Liga Italia 15 Januari 2026, 08:58
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 15 Januari 2026
Voli 15 Januari 2026, 08:54
LATEST EDITORIAL
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
-
5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi dari Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:22







