Pemilihan Presiden Baru FIFA Paling Cepat Digelar Desember 2015
Editor Bolanet | 3 Juni 2015 01:21
- Ketua Komite Audit dan Kepatuhan , Domenico Scala, mengungkapkan bahwa pemilihan Presiden baru FIFA diperkirakan akan digelar antara bulan Desember hingga Maret 2016 mendatang.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Presiden terpilih FIFA, Sepp Blatter, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu nampaknya diambil Blatter sebagai akibat dari derasnya protes yang mengarah kepadanya. Banyak yang berang ketika mendapati ia terpilih kembali sebagai orang nomor satu di dunia sepakbola tersebut.
Sebab, Blatter dianggap sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap atas terjadinya kasus-kasus korupsi, pencucian uang dan suap yang terjadi di tubuh FIFA. Tudingan itu semakin menjadi setelah Sekretaris Jenderal organisasi tersebut, Jerome Valcke, dituduh terlibat dalam transaksi 10 juta dolar untuk suap dalam proses pemilihan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.
Dalam pengumuman pengunduran dirinya, Blatter sudah meminta Domenico Scala untuk menggelar pemilihan Presiden baru secepatnya. Namun, Scala menyatakan bahwa ajang pemilihan itu paling cepat baru akan terealisasi pada sekitar bulan Desember 2015 ini hingga bulan Maret 2016 mendatang.
Berdasarkan statuta FIFA, persiapan dalam kurun waktu empat bulan diperlukan sebelum menggelar proses pemilihan Presiden. FIFA juga harus memperhitungkan waktu yang layak untuk memeriksa para kandidat dan mempersilahkan mereka untuk mempresentasikan ide-ide mereka bagi organisasi yang akan melaksanakan visi mereka. Oleh karena itulah, sementara keputusan untuk menentukan kapan tepatnya pelaksanaan Kongres Luar Biasa dan pemilihan Presiden baru berada di tangan Komite Eksekutif, hal tersebut mungkin baru bisa dilaksanakan kapan saja dari bulan Desember tahun ini hingga bulan Maret tahun depan, terang Scala dalam konferensi pers di Zurich. [initial]
(fifa/dim)
Seperti yang diketahui sebelumnya, Presiden terpilih FIFA, Sepp Blatter, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu nampaknya diambil Blatter sebagai akibat dari derasnya protes yang mengarah kepadanya. Banyak yang berang ketika mendapati ia terpilih kembali sebagai orang nomor satu di dunia sepakbola tersebut.
Sebab, Blatter dianggap sebagai sosok yang bertanggung jawab terhadap atas terjadinya kasus-kasus korupsi, pencucian uang dan suap yang terjadi di tubuh FIFA. Tudingan itu semakin menjadi setelah Sekretaris Jenderal organisasi tersebut, Jerome Valcke, dituduh terlibat dalam transaksi 10 juta dolar untuk suap dalam proses pemilihan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.
Dalam pengumuman pengunduran dirinya, Blatter sudah meminta Domenico Scala untuk menggelar pemilihan Presiden baru secepatnya. Namun, Scala menyatakan bahwa ajang pemilihan itu paling cepat baru akan terealisasi pada sekitar bulan Desember 2015 ini hingga bulan Maret 2016 mendatang.
Berdasarkan statuta FIFA, persiapan dalam kurun waktu empat bulan diperlukan sebelum menggelar proses pemilihan Presiden. FIFA juga harus memperhitungkan waktu yang layak untuk memeriksa para kandidat dan mempersilahkan mereka untuk mempresentasikan ide-ide mereka bagi organisasi yang akan melaksanakan visi mereka. Oleh karena itulah, sementara keputusan untuk menentukan kapan tepatnya pelaksanaan Kongres Luar Biasa dan pemilihan Presiden baru berada di tangan Komite Eksekutif, hal tersebut mungkin baru bisa dilaksanakan kapan saja dari bulan Desember tahun ini hingga bulan Maret tahun depan, terang Scala dalam konferensi pers di Zurich. [initial]
Baca Juga:
Sepp Blatter Mundur Dari Kursi Presiden FIFA
Pernyataan Lengkap Pengunduran Diri Blatter Dari FIFA
FIFA Bantah Jerome Valcke Terlibat Suap
Giliran Jerome Valcke Yang Terseret Skandal FIFA
Baru Ditangkap, Eks Petinggi FIFA Sudah Pamer Kebodohan
Andai UEFA Boikat Piala Dunia, Inggris Siap Mendukung
Sepp Blatter Jadi Presiden FIFA Lagi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wales Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino Jelang Pemilihan Presiden FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:46
-
UEFA Peringatkan Gianni Infantino soal Rencana Penjualan Aset Piala Dunia FIFA
Piala Dunia 3 Agustus 2026, 15:04
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





