Pendekatan Keras Tuchel yang Membentuk Mental Inggris di Panggung Dunia
Gia Yuda Pradana | 13 Juli 2026 12:46
Bola.net - Inggris berhasil melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026, tetapi Thomas Tuchel belum puas dengan penampilan timnya. Pelatih The Three Lions itu berharap kritik keras setelah kemenangan atas Norwegia bisa memicu respons besar dari para pemain.
Kemenangan 2-1 atas Norwegia di Miami Stadium memastikan Inggris bertemu Argentina pada babak empat besar. Namun, hasil positif tersebut tidak membuat Tuchel mengabaikan banyak kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan.
Tuchel menilai Inggris masih harus meningkatkan kualitas permainan jika ingin melewati Argentina. Pelatih asal Jerman itu percaya tuntutan tinggi dapat membantu timnya tampil lebih dekat dengan standar terbaik.
Pendekatan keras Tuchel bukan hal baru dalam kariernya sebagai pelatih. Strategi tersebut pernah diterapkan saat menangani klub-klub besar dan kini kembali digunakan untuk membentuk mental Inggris di panggung dunia.
Kritik Tuchel Jadi Pemicu Perubahan Inggris
Setelah laga melawan Norwegia, Tuchel mengakui hasil pertandingan sangat memuaskan, tetapi performa tim belum sesuai harapan. Ia mengatakan, “Hasilnya fantastis, kami berada di empat besar, ini luar biasa, tetapi saya tidak puas dengan penampilan kami.”
Tuchel juga menilai Inggris terlalu sering membuat pertandingan menjadi sulit bagi diri sendiri. Ia mengkritik banyak kesalahan teknis, tempo permainan yang lambat, serta kurangnya konsistensi saat menguasai bola.
Pelatih berusia 52 tahun itu tetap mengapresiasi semangat juang para pemain yang mampu bangkit dari ketertinggalan. Inggris telah dua kali melakukan comeback pada fase gugur Piala Dunia 2026 dan menunjukkan karakter kuat.
Jude Bellingham Jadi Bukti Efek Pendekatan Keras
Salah satu pemain yang merasakan metode Tuchel adalah Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu tampil luar biasa dengan enam gol di turnamen ini, menyamai catatan kapten Harry Kane.
Sebelum Piala Dunia dimulai, Tuchel tidak langsung menjadikan Bellingham pilihan utama sebagai gelandang nomor 10. Ia meminta pemain berusia 23 tahun itu bersaing dengan Morgan Rogers untuk mendapatkan posisi tersebut.
Keraguan itu justru menjadi bahan bakar tambahan bagi Bellingham untuk membuktikan kemampuan. Penampilannya saat mencetak dua gol melawan Norwegia menjadi jawaban atas kepercayaan yang diberikan Tuchel.
Rekam Jejak Tuchel di Chelsea
Metode serupa pernah terlihat ketika Tuchel menangani Chelsea selama 20 bulan. Bersama klub asal London itu, ia berhasil membawa pulang trofi Liga Champions kedua dalam sejarah mereka.
Callum Hudson-Odoi pernah menerima teguran keras dari Tuchel setelah hanya bermain 31 menit melawan Southampton pada 2021. Saat itu, Tuchel mengatakan, “Saya tidak senang dengan sikap, energi, dan tekanan baliknya, kami menuntut 100 persen.”
Namun, Tuchel langsung memberi kesempatan kedua kepada Hudson-Odoi pada pertandingan berikutnya. Pendekatan tersebut juga terjadi kepada Kai Havertz yang kemudian mencetak gol kemenangan Chelsea di final Liga Champions.
Kini, Inggris menghadapi tantangan besar untuk mencapai final Piala Dunia 2026. Tuchel berharap para pemain mampu menjawab kritiknya dengan performa terbaik saat menghadapi Argentina.
Ia memiliki catatan 11 trofi utama bersama Borussia Dortmund, Chelsea, PSG, dan Bayern Munchen. Bagi Tuchel, perjalanan Inggris belum selesai karena target terbesar masih berada di depan mata.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Espanyol vs Real Madrid: Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 05:15
-
5 Pertanyaan Besar untuk Real Madrid
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 13:18
-
Siapa Kapten Ideal Real Madrid di Era Mourinho?
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 12:11
-
Arda Guler, Perkembangan Kecilnya Bisa Beri Dampak Besar pada Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 09:47
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Streaming Aston Villa vs Arsenal Hari Ini, 1 September 2026
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 21:47
-
Link Nonton Streaming Barcelona vs Rayo Vallecano Hari Ini, 1 September 2026
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 21:20
-
Resmi! Liverpool Daratkan Bradley Barcola dari PSG
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 20:26
-
Here We Go! Jonathan David Tinggalkan Juventus demi Atletico Madrid
Liga Italia 31 Agustus 2026, 19:46
-
Resmi! Manchester City Tuntaskan Transfer Allan Elias dari Palmeiras
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 19:32
-
Mykhailo Mudryk Segera Cabut dari Chelsea, Bakal Gabung Klub Inggris Ini?
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 19:23
-
Kebangkitan Sempurna Dean Huijsen Bersama Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 19:15
-
Bikin Blunder Fatal di Laga MU vs Ipswich Town, Luke Shaw Minta Maaf
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 19:12
-
Menang Besar Lawan Ipswich Town, MU Menolak Besar Kepala!
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 19:02
-
Batal ke Fiorentina, Joshua Zirkzee Merapat ke Juventus?
Liga Italia 31 Agustus 2026, 18:53
-
Peluang Mees Hilgers Tembus Starting XI Heerenveen: Persaingan Sangat Ketat!
Tim Nasional 31 Agustus 2026, 18:12
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





