Pertarungan Terakhir Mengembalikan Martabat Italia: Mampukah Akhiri Kutukan dan Lolos Piala Dunia 2026?
Afdholud Dzikry | 31 Maret 2026 14:14
Bola.net - Timnas Italia dikenal sebagai bangsawan dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi empat trofi juara. Namun, kenyataan pahit berbicara bahwa sudah dua dekade berlalu sejak terakhir kali mereka mengangkat trofi emas tersebut di Berlin.
Lebih menyedihkan lagi, Azzurri absen dalam dua turnamen terakhir, menciptakan satu generasi anak-anak Italia yang belum pernah melihat negaranya berlaga di panggung dunia. Kini, satu kemenangan saja akan mengakhiri masa pengasingan internasional yang terasa sangat panjang tersebut.
Harapan itu kini tertumpu pada pundak Manuel Locatelli dan kolega saat bersiap menghadapi babak penentu. Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di Bergamo pekan lalu telah membentangkan jalan menuju laga final playoff Piala Dunia 2026 melawan Bosnia-Herzegovina.
Seluruh elemen sepak bola Italia kini menahan napas, menanti apakah mereka akan kembali ke habitat aslinya atau justru tenggelam dalam kesengsaraan yang lebih dalam.
Beban sejarah dan ekspektasi publik menjadi bahan bakar utama bagi skuad yang kini sedang merajut kembali harga diri mereka.
Beban Besar, Motivasi Tak Pernah Kurang

Skuad Italia paham betul arti laga ini. Bukan cuma soal lolos atau tidak, tapi juga tentang mengembalikan posisi mereka di level tertinggi.
Para pemain menyadari ada ekspektasi besar yang mengikuti. Terutama dari generasi muda yang selama ini hanya bisa menonton Piala Dunia tanpa kehadiran tim nasional mereka.
"Kami tahu betul bahwa kami bertanggung jawab atas semua anak-anak di luar sana dan seluruh pergerakan sepak bola Italia," ujar Manuel Locatelli kepada RAI Sport.
"Kami jelas tidak kekurangan motivasi," lanjutnya.
Ucapan itu mencerminkan situasi ruang ganti. Italia datang ke laga ini dengan kesadaran penuh akan apa yang dipertaruhkan.
Dari Harapan ke Kekecewaan di Era Spalletti

Beberapa waktu lalu, kondisi tim nasional jauh dari stabil. Luciano Spalletti datang dengan reputasi besar setelah sukses bersama Napoli, tapi hasil di level timnas tidak berjalan sesuai harapan.
Italia memang sempat lolos ke Euro 2024. Namun perjalanan di turnamen itu tidak meninggalkan kesan positif.
Penampilan mereka inkonsisten sejak fase grup. Bahkan, Italia harus berjuang keras hanya untuk lolos sebelum akhirnya tersingkir dengan performa yang mengecewakan.
Kekalahan dari Swiss menutup perjalanan yang jauh dari ekspektasi. Dari situ, tekanan terhadap Spalletti mulai meningkat.
Kekalahan di Oslo yang Jadi Titik Balik

Situasi mencapai titik terendah saat Italia kalah 0-3 dari Norwegia di Oslo. Skor akhir bahkan dianggap tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan.
Tim tampil tanpa arah. Intensitas dan kualitas yang biasanya jadi ciri khas Italia nyaris tidak terlihat.
"Saya tidak punya kata-kata. Fans kami tidak pantas mendapatkan ini," kata Gianluigi Donnarumma.
Spalletti juga mengakui ada yang tidak berjalan semestinya.
"Kami harus menemukan sesuatu yang lebih. Kalau tidak, sesuatu harus berubah," akunya.
Tak lama setelah itu, perubahan benar-benar terjadi di kursi pelatih.
Gattuso Datang, Italia Menemukan Arah

Setelah kepergian Spalletti, FIGC sempat mencari beberapa opsi. Namun pilihan akhirnya jatuh kepada Gennaro Gattuso.
Keputusan ini sempat memunculkan tanda tanya. Rekam jejaknya di level klub memang tidak selalu konsisten.
Namun federasi melihat faktor lain yang dianggap penting. Karakter, energi, dan pemahaman terhadap sepak bola Italia menjadi nilai utama.
"Dia punya kualitas, determinasi, dan keinginan untuk mencapai sesuatu yang besar bagi Azzurri dan negara kami," tegas Gabriele Gravina.
"Dia langsung menunjukkan bahwa tidak ada yang menang sendirian. Kita menang bersama."
Gattuso kini membawa Italia ke titik krusial. Satu pertandingan lagi akan menentukan apakah langkah ini berakhir dengan kebangkitan, atau justru menambah panjang daftar kekecewaan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lazio Memanas, Gennaro Gattuso Usir Kenneth Taylor dari Sesi Latihan
Liga Italia 30 Juli 2026, 21:06
LATEST UPDATE
-
Biar Pede dari Menit Pertama, Ini Strategi Grooming Simpel buat Pria Aktif
Lain Lain 15 Agustus 2026, 08:00
-
Gabriel Martinelli Tak Tertarik Pindah ke Galatasaray
Liga Inggris 15 Agustus 2026, 07:31
-
Deadline Terlewati, Enzo Fernandez Dipastikan Tetap di Chelsea
Liga Inggris 15 Agustus 2026, 06:49
-
Davide Frattesi Resmi Gabung Lazio dari Inter dengan Status Pinjaman
Liga Italia 15 Agustus 2026, 06:31
-
Konsorsium Jeff Bezos Beli Saham Minoritas Liverpool
Liga Inggris 15 Agustus 2026, 05:39
-
Setelah Chalobah, Como Ingin Comot Pemain Chelsea Ini Lagi?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 23:30
-
Cody Gakpo Sepakat Gabung Tottenham
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 22:30
-
Reuni dengan Amorim, Manchester United Siapkan 25 Pemain untuk Hadapi AC Milan
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 21:30
-
Community Shield 2026, Manchester City Siap Gasak Arsenal
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 21:09
-
Beruntungnya Manchester United Bisa Dapatkan Andrey Santos
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 18:50
-
Dugaan Pengaturan Skor Mencuat, Integritas Piala AFF 2026 Diuji
Tim Nasional 14 Agustus 2026, 18:44
-
Bos Manchester City Kibarkan Bendera Putih untuk Transfer Enzo Fernandez?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 18:26
-
Lewis Hall Sulit, Manchester United Bakal Impor Bek Kiri dari Jerman?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 18:02
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59





