Piala Dunia 2026: Hydration Breaks FIFA Dikritik karena Dinilai Merusak Momentum Laga
Gia Yuda Pradana | 17 Juni 2026 22:12
Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah aturan baru untuk menyesuaikan kondisi cuaca panas di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Salah satu yang paling banyak memicu perdebatan adalah penerapan hydration breaks di tengah setiap babak.
Aturan tersebut diperkenalkan FIFA untuk membantu pemain menghadapi suhu tinggi yang pada beberapa lokasi pertandingan dapat melampaui 32 derajat Celsius. Namun, kritik mulai bermunculan karena jeda itu dianggap mengganggu ritme permainan.
Perdebatan menguat setelah Curacao sempat mengejutkan Jerman pada laga fase grup di Houston. Tim dengan populasi terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia itu mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum jeda minum berlangsung.
Tak lama setelah pertandingan dilanjutkan, Curacao kehilangan kendali permainan dan akhirnya kalah telak 1-7. Banyak pihak menilai momentum yang sempat dimiliki Curacao menghilang setelah penghentian pertandingan tersebut.
Curacao Kehilangan Inisiatif Usai Jeda

Mantan striker Inggris, Alan Shearer, mengaku iba melihat apa yang terjadi pada Curacao. Menurutnya, gol penyama kedudukan yang baru tercipta langsung diikuti penghentian laga sehingga energi positif tim menghilang.
"Saya sebenarnya merasa kasihan kepada mereka. Mereka mencetak gol dan mungkin sekitar 30 detik setelah itu pertandingan berhenti, jadi itu membunuh momentum mereka."
Kasus Curacao bukan satu-satunya yang memicu pembahasan. Dalam delapan dari 16 pertandingan awal turnamen, gol tercipta dalam waktu 10 menit setelah laga kembali berjalan.
Pelatih Memanfaatkan Waktu untuk Instruksi Taktis

Jeda yang awalnya dirancang untuk kebutuhan hidrasi ternyata dimanfaatkan pelatih untuk memberikan arahan tambahan. Situasi ini dianggap memberi keuntungan taktis yang sebelumnya sulit dilakukan saat pertandingan berlangsung.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mengakui jeda tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki aspek permainan timnya. Ia menjelaskan bahwa kesempatan itu dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu ditingkatkan kepada para pemain.
Maroko juga merasakan dampaknya saat menghadapi Brasil. Setelah tampil dominan dan unggul sebelum jeda pertama, mereka kebobolan gol penyama kedudukan kurang dari 10 menit setelah pertandingan dimulai kembali.
Berlaku di Semua Pertandingan

Wasit menghentikan laga pada menit ke-22 setiap babak dan pemain memperoleh waktu tiga menit untuk minum. FIFA menetapkan aturan itu berlaku tanpa mempertimbangkan cuaca, lokasi, maupun jenis stadion.
Akibatnya, laga Spanyol melawan Cape Verde di Atlanta tetap mengalami jeda meski dimainkan di stadion beratap dan berpendingin udara. FIFA menjelaskan kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan kondisi yang sama bagi seluruh peserta.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memahami kebutuhan jeda saat cuaca ekstrem. Meski begitu, ia mempertanyakan urgensinya pada pertandingan yang berlangsung dalam kondisi nyaman.
Siaran Iklan Jadi Sasaran Kritik

Perdebatan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pertandingan. Pengalaman penonton di stadion dan televisi juga ikut terdampak oleh tambahan penghentian permainan tersebut.
Di Amerika Serikat, stasiun televisi Fox langsung menayangkan iklan ketika hydration break berlangsung. Kondisi itu memunculkan anggapan bahwa jeda minum juga memberi ruang komersial tambahan bagi pemegang hak siar.
Roy Keane menilai kebijakan tersebut membuat sepak bola kehilangan salah satu daya tarik utamanya. Ia mengatakan, "Kami menyukai sepak bola karena tempo permainannya. Apa yang terjadi sekarang menghentikan alur permainan dan momentum."
Hingga kini, belum ada kepastian apakah aturan hydration breaks akan tetap digunakan pada edisi Piala Dunia berikutnya. Namun, Federasi Sepak Bola Inggris mengindikasikan kebijakan serupa kemungkinan tidak diterapkan pada Piala Eropa 2028 di Inggris dan Irlandia.
Sumber: CBC
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026, 07:19
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Agustus 2026, 15:40
LATEST UPDATE
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
-
Dipermalukan Brighton, Mikel Arteta: Ini Pelajaran Berharga Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:00
-
Rapor Pemain Barcelona saat Comeback Lawan Sevilla: Raphina Maut, Yamal Ngeri!
Liga Spanyol 20 September 2026, 05:45
-
Ada Baleba, Michael Carrick Bawa 23 Pemain MU ke Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 05:30
-
Man of the Match Sevilla vs Barcelona: Raphinha
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:10
-
Hasil Sevilla vs Barcelona: Hattrick Raphinha Jaga Start Sempurna Blaugrana!
Liga Spanyol 20 September 2026, 04:00
-
Man of the Match Roma vs Inter: Lautaro Martinez
Liga Italia 20 September 2026, 01:19
-
Hasil Roma vs Inter: Comeback Nerazzurri Paksa Giallorossi Berbagi Angka
Liga Italia 20 September 2026, 00:57
-
Baru Saja Debut, Kiper Juventus Kamil Grabara Malah Alami Cedera ACL
Liga Italia 20 September 2026, 00:26
-
Link Live Streaming Sevilla vs Barcelona 20 September 2026
Liga Spanyol 19 September 2026, 23:59
-
5 Pelajaran Arsenal 0-3 Brighton: Malam Buruk The Gunners di Amex Stadium
Liga Inggris 19 September 2026, 23:35
-
Rapor Pemain Arsenal saat Kalah dari Brighton: Bruno Guimaraes dan Odegaard Melempem
Liga Inggris 19 September 2026, 23:21
-
Man of the Match Brighton vs Arsenal: Pascal Gross
Liga Italia 19 September 2026, 23:14
-
Hasil Brighton vs Arsenal: The Gunners Kalah Telak 0-3
Liga Inggris 19 September 2026, 22:55
-
Mourinho Tak Khawatir Barcelona, Real Madrid Disebut Tak Bisa Dibandingkan
Liga Spanyol 19 September 2026, 22:00
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
