Rashford vs Gordon: Persaingan yang Bisa Menentukan Nasib Inggris di Piala Dunia 2026
Richard Andreas | 12 Juni 2026 16:15
Bola.net - Piala Dunia 2026 baru dimulai, tetapi Timnas Inggris sudah menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan taktik di lapangan. Thomas Tuchel kini harus mengelola persaingan yang semakin rumit antara Marcus Rashford dan Anthony Gordon.
Kedua pemain bersaing untuk mengisi posisi penyerang sayap kiri Inggris. Namun, dinamika itu menjadi lebih sensitif setelah keputusan Barcelona merekrut Gordon pada bursa transfer musim panas.
Langkah tersebut tidak hanya mengubah peta persaingan di level klub, tetapi juga berpotensi memengaruhi suasana di ruang ganti Inggris selama turnamen berlangsung.
Transfer Gordon Perumit Masa Depan Rashford

Anthony Gordon berhasil mewujudkan impiannya bergabung dengan Barcelona dalam transfer senilai 80 juta euro. Kepindahan itu rampung tepat sebelum skuad Inggris berangkat ke Florida untuk menjalani pemusatan latihan menjelang Piala Dunia.
Situasi tersebut memiliki dampak langsung terhadap Marcus Rashford. Penyerang Manchester United itu sebelumnya menjalani masa peminjaman yang cukup sukses di Barcelona dengan catatan 14 gol dan 11 assist dari 49 pertandingan.
Rashford berharap Barcelona mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai 30 juta euro. Namun, sejumlah petinggi klub Catalan yang berbicara kepada The Athletic menyebut kedatangan Gordon membuat peluang Rashford bertahan menjadi jauh lebih rumit.
Hingga mendekati tenggat 15 Juni, belum ada indikasi Barcelona akan menebus sang pemain. Akibatnya, keputusan Barcelona mendatangkan Gordon secara tidak langsung mengancam masa depan Rashford di Camp Nou.
Situasi ini menciptakan dinamika unik ketika keduanya kini harus bekerja sama membela Inggris.
Rivalitas Semacam Ini Bukan Hal Baru

Persaingan yang lahir dari level klub sering kali terbawa ke tim nasional. Dalam skuad Inggris saat ini, contoh lain bisa ditemukan pada Bukayo Saka dan Noni Madueke yang sama-sama bersaing mengisi posisi di sektor kanan serangan.
Sejarah sepak bola internasional juga mencatat banyak rivalitas serupa. Salah satu contoh terkenal datang dari Belanda melalui Wesley Sneijder dan Rafael Van Der Vaart.
Keduanya tumbuh bersama di akademi Ajax dan sama-sama memperebutkan peran gelandang serang utama. Persaingan itu berlanjut saat mereka bermain untuk Real Madrid dan tim nasional Belanda.
Pada masanya, pelatih Belanda kerap menghadapi dilema menentukan cara terbaik memainkan dua pemain berbakat tersebut secara bersamaan. Situasi itu bahkan dikenal luas sebagai "dilema Belanda".
Contoh lain datang dari Spanyol. Dani Carvajal pada akhirnya mengambil posisi Alvaro Arbeloa, baik di Real Madrid maupun tim nasional Spanyol. Pergeseran peran tersebut sempat memunculkan spekulasi mengenai hubungan keduanya, meski Arbeloa berulang kali menegaskan tidak ada masalah pribadi dengan Carvajal.
Pelajaran dari Generasi Emas Inggris

Inggris pernah merasakan dampak buruk rivalitas antarpemain pada era yang dikenal sebagai Golden Generation.
Pada Piala Dunia 2006, skuad yang dihuni nama-nama besar seperti David Beckham, Steven Gerrard, Frank Lampard, Rio Ferdinand, John Terry, Wayne Rooney, dan Michael Owen datang dengan ekspektasi tinggi.
Nahasnya, tim tersebut gagal memenuhi harapan. Salah satu penyebab yang kemudian banyak dibahas adalah kurangnya kohesi di dalam skuad.
Rio Ferdinand pernah mengungkapkan bahwa para pemain bahkan berhati-hati saat berbicara dengan rekan setim karena khawatir membocorkan informasi klub. Rivalitas antara pemain Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan klub besar lain terbawa hingga ke tim nasional.
Faktanya, para pemain cenderung merasa lebih dekat dengan kelompok klubnya sendiri dibandingkan identitas tim nasional yang bersifat sementara.
Akibatnya, kerja sama yang seharusnya terbentuk di level internasional menjadi tidak optimal. Hubungan sosial yang renggang pada akhirnya memengaruhi performa kolektif tim.
Tuchel Mewarisi Tim yang Lebih Solid
Marc Sagal, psikolog olahraga yang pernah terlibat dalam lingkungan Timnas Inggris pada era Sven-Goran Eriksson, menilai situasi saat ini berbeda dibanding dua dekade lalu.
Menurutnya, perpindahan pemain yang semakin sering membuat batas-batas antarklub tidak lagi setegas dahulu. Pemain juga lebih mudah saling mengenal melalui media sosial maupun pengalaman bermain di berbagai klub.
Selain itu, Gareth Southgate selama hampir satu dekade terakhir telah bekerja keras membangun budaya yang lebih sehat di lingkungan tim nasional Inggris. Salah satu fondasinya adalah pengembangan identitas bersama sejak level kelompok umur di St George's Park.
Sagal menilai Tuchel juga menunjukkan perhatian besar terhadap aspek tersebut. Sang pelatih beberapa kali menegaskan bahwa membangun tim terbaik tidak selalu berarti memilih 26 pemain paling berbakat secara individu.
Bagi Inggris, keberhasilan di Piala Dunia 2026 tidak hanya ditentukan kualitas pemain. Identitas tim, kedalaman skuad, dan kebersamaan juga menjadi faktor yang sama pentingnya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Alisson Yakin Brasil Siap, Maroko Jadi Ujian Pertama di Piala Dunia 2026
Dibungkam Korea Selatan, Pelatih Ceko Sebut Tim yang Lebih Baik Menang
Lee Kang-in Bicara Targetnya Usai Antar Korea Selatan Taklukkan Ceko
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Maroko 14 Juni 2026
Jalan Terjal RD Kongo Menuju Piala Dunia 2026: Karantina di Eropa 3 Minggu, Batal Uji Coba, Kini Tiba di AS
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
-
Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:55
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



