Sejarah Berpihak pada Italia Jelang Final Hidup Mati Kontra Bosnia dan Herzegovina, Mampukah Hapus Memori Kelam?
Afdholud Dzikry | 30 Maret 2026 11:43
Bola.net - Timnas Italia kini berdiri di tepi jurang sejarah saat menatap final playoff Piala Dunia 2026. Tim asuhan Gennaro Gattuso wajib menang di markas Bosnia-Herzegovina demi mengakhiri kutukan panjang.
Tekanan berat menggelayuti pundak para pemain Azzurri, Rabu (1/4/2026) dini hari nanti. Pasalnya, Italia sudah absen dalam dua edisi beruntun turnamen sepak bola terbesar jagat raya tersebut.
Terakhir kali mereka mencicipi atmosfer Piala Dunia adalah pada tahun 2014. Ironisnya, Italia belum pernah lagi merasakan laga fase gugur sejak juara tahun 2006.
Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara kemarin menjadi modal awal yang krusial. Gol Sandro Tonali dan Moise Kean membawa asa baru bagi publik sepak bola Italia.
Laga di Zenica nanti bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah pertaruhan harga diri bangsa yang menyandang status juara dunia empat kali.
Dominasi Nyata dalam Catatan Pertemuan
Sejarah mencatat Italia memiliki rekor pertemuan yang sangat superior atas Bosnia. Sejak rivalitas dimulai pada 1995, kedua tim telah bentrok sebanyak enam kali.
Italia berhasil menyapu bersih empat kemenangan dari total laga tersebut. Sementara itu, sisa laga lainnya berakhir dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Dominasi ini menjadi suntikan moral berharga bagi skuat asuhan Gattuso. Mereka memiliki rekam jejak yang bagus saat bertamu maupun menjamu tim berjuluk The Dragons.
Statistik menunjukkan Italia sangat dominan dalam tujuh tahun terakhir.
Pertemuan terbaru terjadi tepat sebelum ajang EURO 2024 dua tahun lalu. Saat itu, gol tunggal Davide Frattesi memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Italia.
Satu-Satunya Luka di Masa Lalu
Meskipun dominan, Italia pernah merasakan pahitnya kekalahan dari Bosnia. Momen kelam itu terjadi sekitar 30 tahun silam dalam sebuah laga persahabatan.
Tepatnya pada 6 November 1996, Italia dipaksa menyerah dengan skor 2-1. Saat itu, Enrico Chiesa menjadi satu-satunya pencetak gol bagi Gli Azzurri lewat assist Gianfranco Zola.
Namun, peta kekuatan kedua tim kini sudah berubah total. Setelah kekalahan perdana tersebut, Italia tak pernah lagi tersungkur di tangan Bosnia.
Italia bahkan sempat menang telak 3-0 saat laga tandang di kualifikasi EURO 2020. Catatan positif di laga tandang inilah yang ingin diulangi kembali oleh Gattuso.
Ujian Konsistensi di Jalur Terjal
Nasib Italia harus ditentukan lewat jalur playoff Piala Dunia setelah hanya finis sebagai runner-up grup. Mereka kalah bersaing dengan Norwegia yang melaju mulus ke putaran final.
Ini adalah kali ketiga secara beruntun Italia harus menempuh jalur dramatis ini. Dua kegagalan sebelumnya di tahap yang sama masih menyisakan trauma bagi suporter.
Gattuso dituntut untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun di Zenica. Kegagalan kali ini akan menjadi bencana sejarah yang sulit dimaafkan publik Italia.
Bosnia dipastikan akan memberikan perlawanan sengit di depan pendukung sendiri. Namun, statistik pertemuan memberikan jaminan bahwa Italia tahu cara menang di sana.
Konsistensi di lini belakang menjadi kunci utama untuk meredam tuan rumah. Sejarah sudah memberi jalan, kini tinggal para pemain yang membuktikannya.
Head to Head
09 Jun 2024 — Italia 1 : 0 Bosnia and Herzegovina (Friendly International)
18 Nov 2020 — Bosnia and Herzegovina 0 : 2 Italia (UEFA Nations League)
04 Sep 2020 — Italia 1 : 1 Bosnia and Herzegovina (UEFA Nations League)
15 Nov 2019 — Bosnia and Herzegovina 0 : 3 Italia (Kualifikasi Euro)
11 Jun 2019 — Italia 2 : 1 Bosnia and Herzegovina (Kualifikasi Euro).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Menolak Tawaran Melatih Timnas Italia
Piala Dunia 30 Juli 2026, 08:22
-
Cesc Fabregas Dukung Roberto Mancini Kembali Tangani Timnas Italia
Piala Dunia 29 Juli 2026, 11:40
-
Marc Cucurella Tepati Janji Bikin Tato Wajah Luis de la Fuente
Piala Dunia 29 Juli 2026, 07:51
LATEST UPDATE
-
Deadline Terlewati, Enzo Fernandez Dipastikan Tetap di Chelsea
Liga Inggris 15 Agustus 2026, 06:49
-
Davide Frattesi Resmi Gabung Lazio dari Inter dengan Status Pinjaman
Liga Italia 15 Agustus 2026, 06:31
-
Konsorsium Jeff Bezos Beli Saham Minoritas Liverpool
Liga Inggris 15 Agustus 2026, 05:39
-
Setelah Chalobah, Como Ingin Comot Pemain Chelsea Ini Lagi?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 23:30
-
Cody Gakpo Sepakat Gabung Tottenham
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 22:30
-
Reuni dengan Amorim, Manchester United Siapkan 25 Pemain untuk Hadapi AC Milan
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 21:30
-
Community Shield 2026, Manchester City Siap Gasak Arsenal
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 21:09
-
Beruntungnya Manchester United Bisa Dapatkan Andrey Santos
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 18:50
-
Dugaan Pengaturan Skor Mencuat, Integritas Piala AFF 2026 Diuji
Tim Nasional 14 Agustus 2026, 18:44
-
Bos Manchester City Kibarkan Bendera Putih untuk Transfer Enzo Fernandez?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 18:26
-
Lewis Hall Sulit, Manchester United Bakal Impor Bek Kiri dari Jerman?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 18:02
-
Michael Carrick Bakal Andalkan Marcus Rashford di Musim 2026/2027
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 17:38
-
Tidak Menyerah! Barcelona Siapkan Tawaran Ketiga untuk Rodri
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 17:19
-
Lewis Hall Ingin Gabung MU, Bakal Paksa Cabut dari Newcastle?
Liga Inggris 14 Agustus 2026, 16:59
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



