Senegal dan Mimpi yang Buyar dalam Hitungan Menit
Gia Yuda Pradana | 2 Juli 2026 08:35
Bola.net - Senegal sudah bisa melihat pintu menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026 terbuka lebar. Keunggulan dua gol yang bertahan hingga menjelang akhir pertandingan membuat harapan itu terasa begitu dekat.
Para pemain Senegal bertarung dengan penuh keyakinan sepanjang laga melawan Belgia di babak 32 besar. Mereka mengendalikan banyak momen penting dan membuat lawan berada di ambang kepulangan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Namun, sepak bola kerap menghadirkan cerita yang sulit diterima logika. Senegal kalah 2-3. Dalam hitungan menit, malam yang semula tampak indah berubah menjadi salah satu kenangan paling pahit bagi Lions of Teranga.
Ketika Senegal Menguasai Panggung

Sejak awal pertandingan, Senegal tampil berani dan penuh energi. Sadio Mane serta Iliman Ndiaye menjadi sumber ancaman yang terus menguji ketahanan lini belakang Belgia.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah gol pada menit ke-25. Habib Diarra menjadi orang pertama yang memecah kebuntuan setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang.
Keunggulan itu membuat kepercayaan diri Senegal semakin meningkat. Mereka kemudian menggandakan skor melalui Ismaila Sarr pada menit ke-51 dan semakin mendekatkan diri ke fase gugur.
Pada titik itu, Belgia tampak kehilangan arah. Senegal terlihat mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menjaga mimpi mereka tetap hidup.
Harapan yang Runtuh di Pengujung Laga

Waktu terus berjalan dan Senegal masih unggul hingga menit ke-86. Di tribune dan di lapangan, suasana mulai mengarah pada perayaan kelolosan yang sudah dinanti.
Akan tetapi, Belgia menemukan celah untuk bangkit pada saat yang paling menentukan. Romelu Lukaku mencetak gol yang menghidupkan kembali harapan timnya ketika pertandingan hampir berakhir.
Tiga menit kemudian, pukulan berikutnya datang. Youri Tielemans menyundul bola masuk ke gawang Senegal dan mengubah skor menjadi 2-2.
Dalam sekejap, pertandingan yang tampak aman berubah menjadi penuh kecemasan. Senegal dipaksa memasuki perpanjangan waktu ketika momentum telah berpindah ke kubu lawan.
Akhir yang Terasa Kejam

Perjuangan Senegal belum berakhir selama 30 menit tambahan. Mereka terus bertahan dan berusaha membawa pertandingan menuju adu penalti.
Namun, drama terakhir muncul ketika Tielemans dijatuhkan di kotak penalti pada masa tambahan waktu perpanjangan. Setelah peninjauan VAR, Belgia mendapatkan kesempatan yang mengubah nasib kedua tim.
Tielemans menuntaskan penalti pada menit 120+5 dan membawa Belgia menang 3-2. Senegal yang beberapa menit sebelumnya masih memimpikan tiket ke babak berikutnya harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Pelatih Pape Thiaw tidak menutupi rasa kecewanya setelah peluit akhir berbunyi. Ia berkata, "Kami tersingkir dan itu menyakitkan. Kami harus memberi selamat kepada tim yang telah memberikan segalanya, tetapi sayangnya kami tidak mampu mempertahankan keunggulan dua gol."
Kekecewaan yang sama terpancar dari Habib Diarra, pencetak gol pembuka Senegal. "Kami kecewa. Kami menjalani babak pertama yang bagus, tetapi itu tidak cukup. Pertandingan berlangsung 90 menit dan kami sangat terpukul," ujarnya.
Bagi Belgia, kemenangan ini akan dikenang sebagai comeback luar biasa. Bagi Senegal, malam itu menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, jarak antara euforia dan kesedihan terkadang hanya berlangsung beberapa menit.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Italia Sudah Memberikan Segalanya
Piala Eropa 26 September 2026, 08:54
-
Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:47
-
Kemenangan Belgia atas Italia Terasa Istimewa
Piala Eropa 26 September 2026, 07:43
-
Mengungkap Masalah Italia Saat Kalah dari Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:33
-
Tumbangkan Italia, Mika Godts Menikmati Permainan Menyerang Belgia
Piala Eropa 26 September 2026, 07:23
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



