Setelah Pejabat PSSI-nya Jerman, Giliran Eks Presiden FIFA Serukan Boikot Piala Dunia 2026
Editor Bolanet | 27 Januari 2026 14:52
Bola.net - Gelombang seruan boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat kini semakin tak terbendung dan militan. Isu panas ini mencuat keras akibat kebijakan luar negeri kontroversial dari Presiden Donald Trump.
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara mengejutkan muncul ke publik untuk memperkeruh suasana. Ia terang-terangan meminta suporter sepak bola dunia untuk menjauhi turnamen akbar tersebut.
Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menjadi pemicu utama situasi ini. Kebijakan tarif dagang dan sengketa wilayah Greenland membuat atmosfer politik global memanas.
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bahkan mulai mempertimbangkan langkah ekstrem untuk menarik diri. Pesta bola dunia di Amerika Utara kini berada di ujung tanduk.
Peringatan Keras Sepp Blatter
Blatter tidak main-main dalam memberikan peringatan kepada para fans yang berniat terbang ke AS. Sosok senior ini menilai situasi di sana tidak lagi kondusif bagi wisatawan olahraga.
Ia mendukung penuh pernyataan Mark Pieth, seorang pakar hukum asal Swiss, yang menyebut AS berbahaya. Blatter menggunakan platform media sosialnya untuk menyebarkan ketakutan tersebut.
"Hanya ada satu saran bagi para penggemar: Jauhi Amerika Serikat!" tegas Sepp Blatter.
Blatter menilai menonton dari layar kaca jauh lebih aman daripada mengambil risiko datang langsung. Ia khawatir fans akan diperlakukan buruk oleh otoritas imigrasi setempat.
"Anda akan melihat pertandingan lebih baik di TV," lanjutnya.
Jerman Siapkan Opsi Boikot
Situasi semakin runyam ketika pejabat tinggi sepak bola Jerman mulai buka suara. Wakil Presiden DFB, Oke Gottlich, menilai langkah boikot bukan lagi sekadar wacana kosong.
Gottlich merasa kebijakan agresif Trump terhadap Eropa dan isu tarif dagang sudah melampaui batas. Ia mendesak adanya diskusi serius mengenai partisipasi Jerman di turnamen tersebut.
"Saya benar-benar bertanya kapan saatnya untuk berpikir dan berbicara tentang ini (boikot) secara konkret," ujar Oke Gottlich kepada Hamburger Morgenpost.
Ketegangan politik di Berlin, yang kini dipimpin kubu Friedrich Merz, turut memanaskan hubungan dengan Washington. Göttlich merasa sepak bola tidak bisa lagi menutup mata alias apolitical.
"Bagi saya, waktu itu sudah pasti tiba," tambah Gottlich dengan nada serius.
Ancaman Deportasi untuk Fans
Kekhawatiran utama bukan hanya pada isu politik tingkat tinggi, melainkan nasib suporter biasa. Kebijakan imigrasi Trump yang ketat dinilai bisa menjadi mimpi buruk bagi fans.
Mark Pieth mengingatkan bahwa fans bisa saja langsung dipulangkan jika tidak sesuai dengan selera petugas. Hal ini berlaku bahkan bagi mereka yang sudah memegang tiket resmi.
"Saat kedatangan, penggemar harus bersiap bahwa jika mereka tidak menyenangkan petugas, mereka akan langsung dimasukkan ke penerbangan berikutnya untuk pulang," kata Pieth.
Nasib lebih tragis mungkin menimpa fans dari negara-negara tertentu. Kebijakan travel ban Trump menyasar negara seperti Iran, Senegal, hingga Pantai Gading.
"Itu pun jika mereka beruntung," sindir Pieth.
Petisi Fans Mulai Menggila
Ketidakpuasan ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh para pejabat elit sepak bola. Di level akar rumput, suporter mulai bergerak secara organik untuk menolak Piala Dunia di AS.
Teun van de Keuken, seorang aktivis fans asal Belanda, telah menggalang petisi penolakan yang masif. Ratusan ribu tanda tangan telah terkumpul sebagai bentuk protes keras.
"Asosiasi olahraga hampir selalu mengatakan kami tidak ingin mencampuradukkan politik dan olahraga," ucap Van de Keuken.
Namun, ia menilai argumen tersebut sudah basi karena politik praktis sudah merusak esensi turnamen. Fans kini dituntut untuk berani mengambil sikap tegas.
"Masalahnya adalah politik sudah ada di sana dan Anda harus mengambil sikap," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
UEFA Pertimbangkan Boikot Piala Dunia karena Rencana Investasi FIFA
Piala Dunia 29 Juli 2026, 09:40
-
Marc Cucurella Tepati Janji Bikin Tato Wajah Luis de la Fuente
Piala Dunia 29 Juli 2026, 07:51
LATEST UPDATE
-
Analisis Kokohnya Pertahanan Singapura Jelang Hadapi Timnas Indonesia
Tim Nasional 7 Agustus 2026, 00:10
-
Rodri ke Barcelona, Kesepakatan Sudah Tercapai!
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 00:01
-
Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Reza Arya Jadi Pahlawan!
Bola Indonesia 6 Agustus 2026, 23:18
-
Cody Gakpo, Minat Tottenham, dan Kebutuhan Liverpool
Liga Inggris 6 Agustus 2026, 20:54
-
Sinyal Positif Rafael Leao Bertahan di AC Milan
Liga Italia 6 Agustus 2026, 19:57
-
Prediksi Piala AFF 2026: Timnas Indonesia vs Singapura 7 Agustus 2026
Tim Nasional 6 Agustus 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16











