Tak Seperti Ozil yang Lari, Gundogan Siap Hadapi Masalah
Richard Andreas | 28 Agustus 2018 09:40
- Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan menyampaikan dukungannya pada Mesut Ozil pasca tragedi aksi rasial yang menyerang Ozil dalam beberapa bulan terakhir. Ozil memutuskan pensiun dari timnas Jerman pasca dikritik habis-habisan setelah kegagalan timnas Jerman di Piala Dunia 2018.
Nahasnya, kritik pada Ozil bukan soal kemampuannya mengolah si kulit bundar. Ozil justru diserang pada fakta dia adalah pemain berdarah campuran. Separuh Jerman, setengah Turki. Terlebih, sebelum Piala Dunia berlangsung, Ozil dan Gundogan sempat berfoto dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Foto ini terus dipermasalahkan oleh fan Jerman.
Ozil merasa diperlakukan tak adil oleh negaranya. Jika Jerman menang, Ozil dianggap orang Jerman. Jika kalah, maka Ozil adalah imigran dari Turki.
Gundogan pun membenarkan tindakan rasial tersebut. Baca penjelasan Gundogan di bawah ini:
Sebagian

Menurut Gundogan, tindakan rasial itu memang ada. Tak bisa dimungkiri. Tetapi dia juga menekankan bahwa hanya sebagian warga Jerman yang bersikap demikian. Sebagian politisi, tak semua.
Jelaskan pada saya! Politisi Jerman menulis di Facebooknya: 'Tim nasional Jerman: 25 rakyat Jrman dan dua 'kambing b*ngs*t'. Apakah itu bukan rasisme? tanya Gundogan dikutip dari fourfourtwo.
Hal seperti itu harus dilihat sebagai rasisme. Memang itu bukan berarti semua rakyat jerman rasial, sama sekali tidak. Sepanjang hidup saya hanya ada pengalaman baik dengan rakyat Jerman.
Saya ingin mengklarifikasi itu, tetapi ada beberapa orang yang menilai foto itu (dengan Erdogan) dari sisi politik. Dalam konteks ini, dapat dikatakan separuhnya rasisme, jelas dia.
Tak Mau Lari

Lebh lanjut, Gundugan mengakui dia sempat cemas menghadapi kritik tersebut. Walau demikian, baginya kehidupan memang soal menghadapi masalah. Oleh sebab itu dia tak ingin lari seperti yang dilakukan Ozil.
Saya tak ingin lari. Saya ingin menghadpi situasi ini. Itulah yang saya perbuat dahulu di Levekusen. Itu sangat sulit, saya tak akan melupakannya seumur hidup saya.
Setelah laga, di ruang ganti saya harus mengunci diri saya di toilet dan mengampil nafas selama 10 menit. Saya sangat marah, kecewa dan sedih, imbuh dia.
Namun saya tahu anda harus menghadapi momen-momen sulit dalam hidup. Saya ingin melakukan itu di masa mendatang. (fft/dre)
Tonton Vidio Menarik Ini

Wakil Indonesia, Benzer Ridel berhasil menjuarai turnamen eSports pada gim Clash of Royale setelah menaklukkan China di final.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jerman dan Mimpi Buruk Piala Dunia yang Tak Kunjung Usai
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:01
-
Singkirkan Jerman, Paraguay Tunggu Prancis atau Swedia di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Juni 2026, 08:51
-
Man of the Match Jerman vs Paraguay: Orlando Gill
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:53
-
Hasil Jerman vs Paraguay: Die Mannschaft Kalah Adu Penalti
Piala Dunia 30 Juni 2026, 06:32
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














