
Bola.net - Luka baru kembali menganga untuk Timnas Italia setelah kekalahan menyakitkan dari Bosnia dan Herzegovina. Bertanding di Bilino Polje, Zenica, Rabu (01/04/2026) dini hari WIB, Azzurri harus menelan pil pahit di momen krusial.
Italia sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean yang memberi harapan besar. Namun, situasi berubah drastis setelah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah pada menit ke-41.
Bosnia dan Herzegovina memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik. Haris Tabakovic sukses menyamakan skor dan memaksa laga berlanjut hingga babak adu penalti.
Di momen penentuan itu, Italia justru runtuh dengan skor telak 4-1. Kegagalan Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante memastikan langkah Italia terhenti dan tangis pun kembali pecah.
Mimpi 2026 Kandas, Italia Kembali Tersungkur di Momen Penentuan

Kegagalan ini memastikan Italia kembali absen di Piala Dunia 2026. Ini menjadi pukulan telak bagi tim yang pernah empat kali menjadi juara dunia tersebut.
Perjalanan Italia sebenarnya sudah tidak mudah sejak fase grup kualifikasi. Mereka tergabung di Grup I dan harus bersaing ketat dengan Norwegia.
Italia hanya mampu mengumpulkan 18 poin dari delapan pertandingan yang dijalani. Sementara itu, Norwegia tampil lebih konsisten dan finis di puncak dengan 24 poin.
Hasil tersebut memaksa Italia harus melalui jalur play-off yang penuh tekanan. Sayangnya, harapan itu kembali pupus di tangan Bosnia dan Herzegovina.
“Para pemain ini tidak pantas menerima ini, atas usaha, cinta, dan tekad mereka. Kami memiliki tiga peluang, dan sebagian besar umpan silang mereka hampir tidak menyentuh kami. Saya tetap bangga dengan para pemain saya. Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada yang keluar, darah saya sudah habis. Ini penting bagi gerakan sepak bola Italia dan rasanya buruk harus tersingkir seperti ini," kata Gattuso kepada RAI Sport.
“Saya pribadi meminta maaf karena tidak berhasil hadir, tetapi para pemain ini telah memberikan segalanya," imbuh Gattuso.
Awal Luka Besar: Italia Tumbang di Play-off Piala Dunia 2018

Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2018 menjadi awal dari rangkaian mimpi buruk ini. Untuk pertama kalinya sejak 1958, mereka harus absen dari panggung terbesar sepak bola dunia.
Saat itu, Italia dilatih oleh Gian Piero Ventura dengan ekspektasi tinggi dari publik. Namun, pendekatan taktiknya justru dinilai tidak mampu memaksimalkan potensi skuad.
Padahal, Italia memiliki deretan pemain berkelas seperti Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, hingga Lorenzo Insigne. Sayangnya, performa tim tidak stabil sepanjang fase kualifikasi.
Italia finis di bawah Spanyol setelah kalah telak 0-3 di Santiago Bernabeu. Hasil tersebut memaksa mereka harus melalui jalur play-off yang penuh tekanan.
Di babak penentuan, Italia menghadapi Swedia dalam dua leg krusial. Kekalahan 0-1 di leg pertama dan hasil imbang tanpa gol di San Siro memastikan mereka tersingkir dengan agregat 0-1.
Juara Eropa yang Tersandung: Italia Gagal ke Piala Dunia 2022

Empat tahun berselang, Italia kembali menelan pil pahit yang tak kalah menyakitkan. Ironisnya, kegagalan ini terjadi tak lama setelah mereka menjuarai Euro 2020.
Di bawah asuhan Roberto Mancini, Italia tampil dominan dalam banyak pertandingan kualifikasi. Namun, masalah efektivitas di depan gawang menjadi batu sandungan.
Dua hasil imbang melawan Swiss menjadi titik krusial yang merugikan posisi mereka. Dua penalti yang gagal dieksekusi Jorginho menjadi momen yang sangat menentukan.
Italia akhirnya hanya finis sebagai runner-up grup dan kembali masuk jalur play-off. Situasi ini kembali membuka celah bagi kejutan yang tidak diharapkan.
Di semifinal play-off, Italia secara mengejutkan kalah 0-1 dari Makedonia Utara lewat gol di masa injury time. Kekalahan itu langsung mengubur mimpi mereka tampil di Qatar dan memperpanjang derita Azzurri.
FIGC Pertahankan Gennaro Gattuso

Hasil buruk ini tentu saja sangat mengguncang Italia. Meski demikian, FIGC berdiri teguh di belakang Gennaro Gattuso.
Presiden FIGC, Gabriele Gravina, menegaskan posisi Gattuso tetap aman. Ia akan diminta terus menangani Timnas Italia.
“Kondisi mental kami cukup jelas, terutama mengingat bagaimana hasil pertandingan ini berkembang,” kata Gravina usai laga, via Football Italia.
“Izinkan saya memuji para pemain, yang telah berkembang pesat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak dari Anda tidak dapat sepenuhnya menghargai atmosfer yang tercipta belakangan ini."
“Kami ingin memberikan kegembiraan kepada para penggemar kami, dan saya ingin memuji Rino Gattuso. Dia adalah pelatih hebat, saya memintanya untuk tetap bersama Gigi Buffon, memimpin tim ini," ungkap Gravina.
(Bola/Rai Sport/Football Italia)
Baca Juga:
- Hasil Bosnia dan Herzegovina vs Italia: Kalah Dramatis, Italia Dipastikan Absen 3x Beruntun di Piala Dunia
- Italia Gagal ke Piala Dunia (Lagi): Kartu Merah Alessandro Bastoni dan Penalti yang Hancurkan Mimpi
- Bukan Prank April Mop, Italia Gagal (Lagi) ke Piala Dunia
- Permintaan Maaf Gattuso Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
- Usai Duel Bosnia dan Herzegovina vs Italia, FIGC Minta Gattuso Bertahan Meski Gagal Antarkan Azzuri ke Piala Dunia 2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026 13:00Bradley Barcola ke Liverpool Makin Terbuka, PSG Belum Tutup Pintu
-
Liga Italia 13 Agustus 2026 12:08Djed Spence Segera Gabung Inter Milan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
-
Liga Inggris 13 Agustus 2026 11:08Senne Lammens Ganti Nomor Punggung di Manchester United
-
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026 10:38Ayah Lionel Messi Meninggal, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Penuh Dukungan
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 13 Agustus 2026 15:04Gagal Dapat Rodri, Real Madrid Harus Pertimbangkan Martin Zubimendi
-
Liga Spanyol 13 Agustus 2026 14:27Barcelona Harus Berani Menolak Harga Selangit untuk Rodri
-
Liga Inggris 13 Agustus 2026 13:17Marcus Rashford Kembali, Michael Carrick Tegaskan Statusnya di Manchester United
-
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026 13:00Bradley Barcola ke Liverpool Makin Terbuka, PSG Belum Tutup Pintu
-
Liga Inggris 13 Agustus 2026 12:14Formasi Pertahanan Terbaik Liverpool dengan Ronald Araujo
-
Liga Italia 13 Agustus 2026 12:08Djed Spence Segera Gabung Inter Milan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 13 Agustus 2026 05:18Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
-
piala dunia 12 Agustus 2026 11:21Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
-
piala dunia 12 Agustus 2026 07:06Bukan Gaji, Ini Alasan Arne Slot Menolak Jadi Pelatih Timnas Belanda
-
piala dunia 11 Agustus 2026 15:40Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
-
piala dunia 10 Agustus 2026 08:12Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
SOROT
-
Liputan6 13 Agustus 2026 15:17Jejak Narkoba di Kampung Bahari, dari Apotek Khusus Sampai Uang Miliaran
-
Liputan6 13 Agustus 2026 15:07Prabowo: Negara Harus Hadir hingga Wilayah Terpencil
-
Liputan6 13 Agustus 2026 14:51Sosok Bos Gendut, Bos Narkoba Kampung Bahari Punya Aset Rp 39 M
-
Liputan6 13 Agustus 2026 14:43Prabowo Sebut Listyo Sigit dan Maruli Pantas Pimpin Polri-TNI AD
-
Liputan6 13 Agustus 2026 13:09BNN Sita Uang Rp 1 Miliar dan Aset Rp 39 Miliar dari Bos Narkoba Kampung Bahari
-
Liputan6 13 Agustus 2026 12:43DPR Heran Pejabat Pajak Mau Jadi Hakim Agung: Tantangannya Berat
MOST VIEWED
Paolo Maldini Ungkap Pep Guardiola Nyaris Jadi Pelatih Timnas Italia
Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
Surat Lionel Messi untuk Mendiang Ayahnya: Duka Sang Legenda hingga Keraguan Melanjutkan Karier
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1327619/original/081654700_1472094567-20160825-_penggerebekan_narkoba_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322935/original/082931000_1786594168-Screenshot_20260813_105532_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323228/original/054150400_1786606346-WhatsApp_Image_2026-08-13_at_14.29.59__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550354/original/058667800_1775658157-IMG-20260408-WA0079.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323131/original/046741000_1786602086-WhatsApp_Image_2026-08-13_at_13.18.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323034/original/003402900_1786597100-1cf3f70c-38f8-42ed-ad89-f065ad99e6b8.jpg)
