Tanpa Tiket Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro: Dunia Tak Lagi Iri pada Italia

Afdholud Dzikry | 26 Maret 2026 15:05
Tanpa Tiket Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro: Dunia Tak Lagi Iri pada Italia
Tim Italia berpose sebelum kickoff melawan Norwegia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 17 November 2025. (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Mantan kapten Timnas Italia, Fabio Cannavaro, memperingatkan ancaman hilangnya budaya sepak bola nasional menjelang babak playoff Piala Dunia 2026 melawan Irlandia Utara pada Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.

Kegagalan beruntun ini mengancam reputasi besar Gli Azzurri di mata dunia. Kondisi tersebut memaksa federasi melakukan perombakan total pada struktur kepelatihan tim nasional.

Advertisement

Italia sebelumnya secara mengejutkan gagal menembus putaran final Piala Dunia edisi 2018 dan 2022. Meskipun sempat menjuarai EURO 2020, krisis performa kembali melanda skuad kebanggaan mereka.

Gennaro Gattuso resmi ditunjuk sebagai pelatih sejak Juni 2025 untuk menggantikan Luciano Spalletti. Penunjukan ini dilakukan setelah kekalahan telak tiga gol tanpa balas dari tim Norwegia.

Kini beban berat berada di pundak generasi baru untuk mengembalikan kejayaan masa lalu. Cannavaro melihat adanya pergeseran identitas yang mengkhawatirkan di tubuh sepak bola Italia.

1 dari 3 halaman

Krisis Identitas Sang Juara Dunia

Krisis Identitas Sang Juara Dunia

Selebrasi Francesco Pio Esposito bersama rekan setimnya usai mencetak gol di laga Italia melawan Moldova di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Aurel Obreja

Cannavaro menyoroti penurunan drastis kualitas permainan tim nasional saat ini. Seluruh dunia dahulu sangat iri melihat kejayaan budaya sepak bola Italia.

Sang legenda menyebut status juara dunia 2006 kini hanya menjadi kenangan bagi masyarakat.

“Menjuarai Piala Dunia adalah impian setiap pesepak bola dari setiap usia dan era. Seiring berjalannya waktu, Anda akan semakin menghargai kesuksesan tersebut,” ujar Cannavaro kepada surat kabar The Mirror.

Kemenangan di Berlin melawan Prancis tetap menjadi tolok ukur utama kesuksesan tim. Namun, prestasi masa lalu tersebut justru mempertegas krisis yang terjadi pada saat sekarang.

“Sejak 9 Juli 2006, hari saat kami memenangi final melawan Prancis di Berlin, kami para juara dunia Italia telah dipandang sebagai legenda.

Bahkan saat ini di Italia, kemenangan itu sering dikutip sebagai contoh, yang diperkuat oleh fakta bahwa sepak bola Italia saat ini sedang mengalami krisis yang signifikan,” tegasnya.

2 dari 3 halaman

Jalan Terjal Menuju Piala Dunia 2026

Jalan Terjal Menuju Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

Gli Azzurri harus memenangi laga semi-final play-off melawan Irlandia Utara demi menjaga asa lolos ke turnamen akbar.

Jika menang, mereka akan menghadapi tantangan dari timnas Wales atau Bosnia dan Herzegovina. Pertandingan final penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 31 Maret mendatang.

Hanya ada satu tiket tersedia untuk menuju turnamen besar di Amerika Utara. Nasib Italia kini berada di ujung tanduk setelah mereka absen dalam dua edisi.

“Italia tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2018 maupun 2022. Dan partisipasi dalam Piala Dunia 2026 pun belum pasti. Ada risiko membuang budaya sepak bola kami, yang sejak lama membuat seluruh dunia iri,” ungkapnya penuh kekhawatiran.

3 dari 3 halaman

Reuni Legenda di Kursi Kepelatihan

Federasi kini memercayakan tongkat estafet kepada duet maut Gennaro Gattuso dan Gigi Buffon. Kehadiran para pahlawan 2006 diharapkan mampu membangkitkan kembali mentalitas juara tim yang hilang.

Gattuso mengambil alih posisi pelatih setelah Luciano Spalletti dipecat akibat performa buruk di babak kualifikasi grup.

Kekalahan kandang empat gol dari Norwegia menjadi puncak kekecewaan publik sepak bola nasional. Kini seluruh harapan masyarakat Italia tertumpu pada keajaiban performa di babak play-off nanti.

Tantangan terbesar bagi staf pelatih baru adalah membuktikan bahwa identitas Italia masih layak bersaing. Pertandingan melawan Irlandia Utara akan menjadi ujian pertama bagi martabat sepak bola Gli Azzurri.

LATEST UPDATE