Tanpa Tiket Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro: Dunia Tak Lagi Iri pada Italia
Afdholud Dzikry | 26 Maret 2026 15:05
Bola.net - Mantan kapten Timnas Italia, Fabio Cannavaro, memperingatkan ancaman hilangnya budaya sepak bola nasional menjelang babak playoff Piala Dunia 2026 melawan Irlandia Utara pada Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.
Kegagalan beruntun ini mengancam reputasi besar Gli Azzurri di mata dunia. Kondisi tersebut memaksa federasi melakukan perombakan total pada struktur kepelatihan tim nasional.
Italia sebelumnya secara mengejutkan gagal menembus putaran final Piala Dunia edisi 2018 dan 2022. Meskipun sempat menjuarai EURO 2020, krisis performa kembali melanda skuad kebanggaan mereka.
Gennaro Gattuso resmi ditunjuk sebagai pelatih sejak Juni 2025 untuk menggantikan Luciano Spalletti. Penunjukan ini dilakukan setelah kekalahan telak tiga gol tanpa balas dari tim Norwegia.
Kini beban berat berada di pundak generasi baru untuk mengembalikan kejayaan masa lalu. Cannavaro melihat adanya pergeseran identitas yang mengkhawatirkan di tubuh sepak bola Italia.
Krisis Identitas Sang Juara Dunia

Cannavaro menyoroti penurunan drastis kualitas permainan tim nasional saat ini. Seluruh dunia dahulu sangat iri melihat kejayaan budaya sepak bola Italia.
Sang legenda menyebut status juara dunia 2006 kini hanya menjadi kenangan bagi masyarakat.
“Menjuarai Piala Dunia adalah impian setiap pesepak bola dari setiap usia dan era. Seiring berjalannya waktu, Anda akan semakin menghargai kesuksesan tersebut,” ujar Cannavaro kepada surat kabar The Mirror.
Kemenangan di Berlin melawan Prancis tetap menjadi tolok ukur utama kesuksesan tim. Namun, prestasi masa lalu tersebut justru mempertegas krisis yang terjadi pada saat sekarang.
“Sejak 9 Juli 2006, hari saat kami memenangi final melawan Prancis di Berlin, kami para juara dunia Italia telah dipandang sebagai legenda.
Bahkan saat ini di Italia, kemenangan itu sering dikutip sebagai contoh, yang diperkuat oleh fakta bahwa sepak bola Italia saat ini sedang mengalami krisis yang signifikan,” tegasnya.
Jalan Terjal Menuju Piala Dunia 2026

Gli Azzurri harus memenangi laga semi-final play-off melawan Irlandia Utara demi menjaga asa lolos ke turnamen akbar.
Jika menang, mereka akan menghadapi tantangan dari timnas Wales atau Bosnia dan Herzegovina. Pertandingan final penentuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 31 Maret mendatang.
Hanya ada satu tiket tersedia untuk menuju turnamen besar di Amerika Utara. Nasib Italia kini berada di ujung tanduk setelah mereka absen dalam dua edisi.
“Italia tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2018 maupun 2022. Dan partisipasi dalam Piala Dunia 2026 pun belum pasti. Ada risiko membuang budaya sepak bola kami, yang sejak lama membuat seluruh dunia iri,” ungkapnya penuh kekhawatiran.
Reuni Legenda di Kursi Kepelatihan
Federasi kini memercayakan tongkat estafet kepada duet maut Gennaro Gattuso dan Gigi Buffon. Kehadiran para pahlawan 2006 diharapkan mampu membangkitkan kembali mentalitas juara tim yang hilang.
Gattuso mengambil alih posisi pelatih setelah Luciano Spalletti dipecat akibat performa buruk di babak kualifikasi grup.
Kekalahan kandang empat gol dari Norwegia menjadi puncak kekecewaan publik sepak bola nasional. Kini seluruh harapan masyarakat Italia tertumpu pada keajaiban performa di babak play-off nanti.
Tantangan terbesar bagi staf pelatih baru adalah membuktikan bahwa identitas Italia masih layak bersaing. Pertandingan melawan Irlandia Utara akan menjadi ujian pertama bagi martabat sepak bola Gli Azzurri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gianluigi Donnarumma Puji Sikap Italia usai Tahan Prancis 1-1
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 07:04
-
Roberto Mancini Puji Italia usai Tahan Prancis: Kami Bermain sebagai Tim
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 06:29
-
Zinedine Zidane Puas dengan Performa Prancis meski Ditahan Italia
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:54
-
Debut Kandang Zidane Bersama Prancis Berakhir Imbang, Donnarumma Jadi Penghalang
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:19
-
Hasil Prancis vs Italia: Alessandro Bastoni Gagalkan Kemenangan Les Bleus
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 04:30
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







