Termasuk Ronaldo, Ini Delapan Pemain yang Memenangi Piala Dunia Tanpa Harus Berpeluh
Dimas Ardi Prasetya | 23 November 2020 20:18
Bola.net - Tampil di Piala Dunia merupakan impian semua pesepak bola. Ajang ini merupakan ajang sepak bola paling akbar di muka bumi. Syahdan, legenda sepak bola dunia, Pele, menyebut bahwa Piala Dunia merupakan ujian sesungguhnya bagi seorang pemain hebat.
Jika tampil di Piala Dunia saja sudah sedemikian hebat, bagaimanakah lagi soal memenangi trofi ini? Ronaldo punya jawabannya.
Pemain asal Brasil ini mengaku bahwa memenangi Piala Dunia jauh lebih baik ketimbang seks. Pasalnya, menurut mantan penggawa Barcelona dan Real Madrid ini, Piala Dunia hanya datang empat tahun sekali.
Dengan pesona yang sedahsyat itu, semua pesepak bola berusaha keras membawa negaranya bisa tampil pada ajang tersebut. Mereka berupaya agar nama mereka tercatat pernah tampil pada Piala Dunia, bahkan jika bisa memenangi trofi bersaput emas tersebut.
Namun, ada juga pemain-pemain yang beruntung. Mereka tak perlu berpeluh untuk memenangi Piala Dunia. Mereka hanya perlu duduk manis di bench dan melihat para kompatriot mereka berupaya memenangi Piala Dunia.
Siapa saja para pemain tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Ronaldo (1994)
Ronaldo nyaris menyamai rekor Pele, ketika ia dipanggil memperkuat Timnas Brasil pada Piala Dunia 1994 di Amerika. Namun, tak seperti pendahulunya, yang mencetak enam gol pada Piala Dunia 1958, Ronaldo tak sekali pun bermain pada Piala Dunia 1994.
Sepanjang turnamen di Amerika, Ronaldo hanya perlu duduk manis dan menyaksikan seniornya, Romario, beraksi.
Setelah ajang ini, Ronaldo harus menanti delapan tahun untuk bisa memenangi trofi Piala Dunia lagi. Namun, pada ajang yang dihelat pada 2002 tersebut, Ronaldo menjadi aktor utamanya.
Pepe Reina (2010)
Bukan hal yang janggal bagi seorang penjaga gawang memenangi Piala Dunia. Namun, dalam kasus Reina, hal ini menunjukkan betapa sosok penjaga gawang kelas wahid harus menjadi cadangan bagi kiper yang lebih istimewa.
Dengan sosok Iker Casillas tak tergantikan sebagai kiper nomor 1 Spanyol, Pepe Reina dan Victor Valdes harus rela berada di tepi lapangan kala tim Matador meraih gelar juara Piala Dunia 2010, juga Piala Eropa 2008 dan 2012.
Namun, ini tak membuat keberadaan Reina sama sekali tak berguna. Di ruang ganti, kiper plontos ini disebut sebagai sosok pembangkit semangat timnnya.
Adil Rami (2018)
Adil Rami sukses menaklukkan hati bintang Baywatch Pamela Anderson. Namun, bek keturunan Maroko ini gagal meluluhkan hati Didier Deschamps untuk memberinya kesempatan bermain pada ajang Piala Dunia 2018.
Namun, sama seperti Reina, Rami pun memiliki peran khusus kendati tak merumput. Berbeda dengan koleganya asal Spanyol yang mengambil peran penghibur tim, Rami -khususnya kumisnya- terpilih sebagai jimat Les Bleus.
"Antoine Griezmann menyentuh kumis saya sebelum pertandingan. Bahkan, manajer pun melakukan hal sama untuk mendatangkan keberuntungan," kata Rami kepada TF1, seperti dilansir dari Squawka.
Dida (2002)
Dida memang tak tampil pada Piala Dunia 2002. Waktu itu, posisi kiper utama Timnas Brasil diisi Marcos.
Namun, sama seperti Reina dan Rami, Dida memiliki peran besar bagi sukses Selecao pada ajang yang dihelat di Korea Selatan dan Jepang ini.
Ingin tahu apa peran penting Dida? Tanyakan saja pada Ronaldo, aktor utama sukses Brasil waktu itu.
Malam sebelum laga, Ronaldo gelisah. Ia takut bakal tampil antiklimaks, seperti yang ia alami pada partai puncak Piala Dunia empat tahun sebelumnya.
"Saya kemudian tahu bahwa Dida masih terjaga. Kami pun akhirnya berbincang sekitar sejam. Ia sangat baik kepada saya. Ia mengalihkan pikiran saya, karena ia tahu setiap saya memikirkan final 1998, saya pasti trauma," kenang Ronaldo.
Ronaldo pun akhirnya tampil ciamik pada partai puncak dan mencetak dua gol kemenangan Brasil ke gawang Jerman.
Erik Durm (2014)
Erik Durm memenangi Piala Dunia 2014 bersama dengan Timnas Jerman. Namun, ia sama sekali tak bermain dalam tujuh pertandingan yang dilakoni Tim Panser.
Durm sendiri bergabung dengan Timnas Jerman sebagai salah satu talenta muda terbaik negara tersebut. Setahun sebelumnya, ia mendapat kesempatan dari Jurgen Klopp untuk debut bersama tim senior Dortmund. Klopp pun melabelinya sebagai pemain paling luar biasa yang dimiliki.
Saat ini, setelah sempat merantau ke Inggris, Durm bermain di Eintracht Frankfurt.
Franco Baresi (1982)
Baresi merupakan sosok legenda sepak bola Italia. Ia disebut sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah. Argumen ini diperkuat dengan sejumlah raihan Baressi baik secara tim maupun secara pribadi.
Sepanjang kariernya, Baresi sukses meraih sekali gelar juara Piala Dunia. Gelar ini diraihnya pada ajang Piala Dunia di Spanyol pada 1982.
Namun, pada ajang ini, Baresi justru tak bermain sekali pun. Pelatih Italia waktu itu, Enzo Bearzot lebih memilih libero Juventus, Gaetano Scirea untuk menjadi komandan lini belakangnya.
Sepeninggal Bearzot, Baresi kembali ke Timnas Italia. Ia pun menjadi salah satu pasak benteng pertahanan Azzurri.
Daniel Passarella (1986)
Pasarella merupakan kapten Timnas Argentina kala meraih gelar Piala Dunia pada 1978. Namun, ketika tim Tango bermain lagi pada Piala Dunia 1986, dan kembali meraih sukses, ia tak sekali pun mendapat kesempatan merumput.
Absennya pada ajang yang dihelat di Meksiko ini tak lepas dari radang usus yang sempat membuatnya harus opname. Pengganti Passarella adalah Jose Luis Brown.
Waktu itu, hubungan Passarella dan Diego Maradona yang tak akur juga menjadi rahasia umum. Passarella kesal ban kapten Argentina -yang biasa dibebatnya- diberikan kepada Maradona.
Pepe (1958 dan 1962)
Selain menjadi rekan di Timnas Brasil, Pepe merupakan rekan satu tim Pele di Santos. Pepe dan Pele pun sama-sama sukses meraih gelar juara Piala Dunia. Tak hanya sekali, mereka meraih gelar juara Piala Dunia dua kali.
Namun, berbeda dengan Pele yang beraksi sejak Piala Dunia 1958, Pepe sama sekali tak pernah tampil dalam ajang di Swedia dan Chile tersebut.
Pepe sendiri sebelumnya merupakan salah seorang pemain andalan Selecao. Ia mencetak 22 gol dalam 41 laga. Namun dengan kedatangan sosok seperti Pele, Vava, dan Garrincha datang, membuatnya tak lagi menjadi pilihan utama.
(Berbagai Sumber)
Jangan Lewatkan:
Di Mana Mereka Sekarang: Para Pemenang Golden Boy Award Sebelum Erling Haaland
Lima Pelajaran dari Inter Milan vs Torino: Meski Menang, Masih Ada PR Untuk Conte
Antara Messi dan Ronaldo, Siapa yang Terbaik Versi Michael Owen?
Termasuk Neymar dan Suarez, Ini Delapan Pesepak Bola yang Bisa dengan Mudah Dibenci
5 Pelajaran dari Liverpool vs Leicester City, The Reds Alami Krisis? Krisis Apa?
Catat Brace Melawan Napoli, Warganet: Ibrahimovic Cetak Gol Buat Bersenang-senang!
5 Pelajaran dari Leeds United vs Arsenal, Makin Banyak PR, Mikel Arteta Makin Pusing
Inter Milan Balikkan Skor Lawan Torino, Netizen: Lain Kali Mainnya Langsung Babak Kedua Aja
Klasemen Akhir MotoGP 2020 Usai Seri Portimao, Portugal
Kabar Buruk untuk Barcelona, Gerard Pique dan Sergi Roberto Cedera Parah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









