Wajah Baru Timnas Italia di Tangan Gattuso: Lini Depan Mengerikan, tapi Pertahanan Bikin Deg-degan
Editor Bolanet | 16 Oktober 2025 10:04
Bola.net - Timnas Italia di bawah asuhan Rino Gattuso memang sudah memastikan tiket play-off Piala Dunia 2026. Namun, jalan mereka menuju ke sana menyisakan sebuah potret yang penuh paradoks.
Di satu sisi, lini depan mereka kini tampak begitu mengerikan dan produktif. Namun di sisi lain, jantung pertahanan masih menjadi titik lemah yang rawan dieksploitasi.
Era baru ini juga ditandai dengan kembalinya beberapa nama yang sempat terlupakan. Mereka kembali membuktikan kapasitasnya di level tertinggi bersama Gli Azzurri.
Semua ini terjadi di bawah komando seorang Gattuso yang tampak berbeda. Ia tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga kecerdasan taktik yang mulai mengejutkan banyak pihak.
Warisan Emas Bernama Mateo Retegui

Rino Gattuso mungkin harus berterima kasih pada pendahulunya, Roberto Mancini. Berkat kejelian Mancinilah, Italia kini memiliki seorang predator buas bernama Mateo Retegui.
Penyerang kelahiran Argentina ini kembali menunjukkan kelasnya dalam dua laga terakhir. Ia sukses mencetak gol dari permainan terbuka dan juga dari titik penalti.
Dengan catatan gol yang mendekati rasio satu gol setiap dua laga, statusnya tak terbantahkan. Retegui telah menjadi roda penggerak vital dalam mesin serangan baru Gli Azzurri.
Pesta Gol Bukan Milik Satu Orang

Kabar baiknya, pertunjukan di lini depan Italia bukan hanya tentang Retegui seorang. Sumber-sumber gol baru kini mulai bermunculan dan menunjukkan tajinya.
Moise Kean sempat menyumbangkan gol indah sebelum harus ditarik keluar karena cedera. Lalu ada juga gol perdana dari talenta muda, Francesco Pio Esposito.
Dengan adanya Jack Raspadori sebagai opsi lain, masa depan lini serang Italia tampak cerah. Masalah kronis soal ketiadaan pencetak gol ulung mungkin akan segera berakhir.
Alarm di Jantung Pertahanan

Sayangnya, pemandangan indah di lini depan berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di belakang. Sektor pertahanan Italia masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Meskipun tidak serapuh pada jeda internasional sebelumnya, momen-momen mengkhawatirkan masih sering terlihat. Ketenangan di lini belakang masih menjadi barang mahal.
Puncaknya adalah blunder fatal dari seorang kiper sekelas Gigio Donnarumma. Kesalahan itu membuat kemenangan atas Estonia terasa kurang nyaman dari yang seharusnya.
Kembalinya Para Anak yang Terbuang

Era baru Gattuso juga menjadi panggung bagi kembalinya para pemain berkualitas. Mereka adalah nama-nama yang sempat tersisih di rezim kepelatihan sebelumnya.
Gianluca Mancini menjadi contoh terbaik dengan penampilan yang jauh lebih tenang dan disiplin. Bek AS Roma itu bahkan berhasil menyumbang satu gol krusial saat melawan Israel
Hal yang sama juga berlaku untuk Manuel Locatelli di lini tengah. Gelandang Juventus ini menawarkan jangkauan umpan yang tidak dimiliki oleh banyak pemain Italia lainnya.
Gattuso yang Tak Lagi Sama?

Bagi mereka yang mengira Gattuso hanya akan menyuntikkan semangat dan determinasi, siap-siaplah terkejut. Sang allenatore kini menunjukkan pendekatan yang jauh lebih terukur.
Hasilnya pun sempurna, empat kemenangan dari empat laga perdananya. Ia bahkan berhasil menemukan solusi taktis untuk meredam Israel yang sempat merepotkan Italia.
Pada akhirnya, DNA Gattuso akan selalu tentang hati dan perjuangan. Namun kini, ia membuktikan bahwa ia juga punya sisi pemikir yang tajam untuk membawa Italia terbang tinggi.
Sumber: Football Italia
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Bukan Sepak Bola Indah! Inilah Filosofi 'Menderita' ala Gattuso yang jadi DNA Baru Italia
- Donnarumma Yakin Timnas Italia Lolos Piala Dunia 2026
- Di Balik Kemenangan 3-0, Gattuso Ungkap Beban Mental 'Pertaruhan Segalanya' Italia
- 5 Gol dari 4 Laga, Retegui Kirim Pesan Tegas: Jangan Remehkan Liga Arab Saudi!
- Energi Baru Azzurri dan Apa yang Membuat Gattuso Berbeda dari Pelatih Italia Sebelumnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Man United vs Man City 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 19:30
-
Galatasaray Ngebet Boyong Youssouf Fofana, Ini Jawaban AC Milan
Liga Italia 16 Januari 2026, 19:04
-
Dani Ceballos Tak Masuk Rencana Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 10:38
LATEST UPDATE
-
Prediksi RB Leipzig vs Bayern 18 Januari 2026
Bundesliga 17 Januari 2026, 00:30
-
Prediksi Nottm Forest vs Arsenal 18 Januari 2026
Liga Inggris 17 Januari 2026, 00:30
-
Prediksi Napoli vs Sassuolo 18 Januari 2026
Liga Italia 17 Januari 2026, 00:00
-
Como vs Milan, Adrien Rabiot Bersinar tapi Tetap Rendah Hati
Liga Italia 16 Januari 2026, 22:52
-
Saat Real Madrid Terpuruk, Mbappe Malah Cedera dan Dipastikan Absen Lawan Levante
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 22:36
-
Prediksi Liverpool vs Burnley 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi Chelsea vs Brentford 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 22:00
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
-
Gemilang di Laga Como vs Milan, Rabiot Dapat Apresiasi dari Maignan
Liga Italia 16 Januari 2026, 21:24
-
Prediksi Udinese vs Inter 17 Januari 2026
Liga Italia 16 Januari 2026, 21:00
-
Proliga 2026: Medan Falcons Ditumbangkan Bandung bjb Tandamata
Voli 16 Januari 2026, 20:51
-
Prediksi Real Madrid vs Levante 17 Januari 2026
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 20:00
-
Prediksi Man United vs Man City 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 19:30
-
Galatasaray Ngebet Boyong Youssouf Fofana, Ini Jawaban AC Milan
Liga Italia 16 Januari 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
