Wakil Afrika Bukan Sekadar Peserta, tapi Penantang Serius di Piala Dunia 2026
Gia Yuda Pradana | 8 Juni 2026 09:46
Bola.net - Piala Dunia 2026 berpotensi menghadirkan sejarah baru bagi sepak bola Afrika. Setelah puluhan tahun menunggu, benua tersebut kini memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa trofi paling bergengsi di dunia bisa dibawa pulang oleh salah satu wakilnya.
Keyakinan itu bukan sekadar harapan kosong. Perubahan besar dalam mentalitas pemain dan perkembangan kepemimpinan pelatih menjadi fondasi yang membuat tim-tim Afrika lebih kompetitif dibandingkan era sebelumnya.
Prediksi serupa sebenarnya pernah disampaikan legenda sepak bola dunia, Pele, setelah melihat langsung kualitas pemain Afrika pada akhir 1960-an dan pertengahan 1970-an. Meski ramalan itu belum terwujud hingga kini, Piala Dunia 2026 menghadirkan situasi yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.
Dari Masa Sulit Menuju Ambisi Besar

Perjalanan Afrika di Piala Dunia tidak selalu berjalan mulus. Salah satu kisah paling menyakitkan datang dari DR Kongo pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat.
Saat itu, tim berjuluk Leopards mengalami kekalahan telak 0-9 dari Yugoslavia. Pelatih Blagoje Vidinic mendapat kritik keras karena keputusan kontroversial yang dinilai merugikan tim yang ditanganinya.
Meski demikian, sepak bola Afrika terus berkembang dari waktu ke waktu. Jumlah wakil Afrika di Piala Dunia pun meningkat secara signifikan hingga mencapai 10 tim pada edisi 2026.
Aljazair, Tanjung Verde, DR Kongo, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia akan membawa harapan benua tersebut. Kehadiran lebih banyak peserta memang bukan jaminan juara, tetapi memperbesar peluang munculnya kejutan besar.
Mental Juara yang Kini Dimiliki Afrika

Salah satu perubahan paling penting adalah hilangnya mentalitas inferior yang pernah membayangi banyak tim Afrika. Kini mereka datang ke turnamen besar dengan keyakinan bahwa kemenangan merupakan target yang realistis.
Maroko memberikan bukti nyata pada Piala Dunia 2022. Tim Atlas Lions menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mencapai babak semifinal.
Perjalanan tersebut mengubah cara dunia memandang sepak bola Afrika. Kemenangan atas Spanyol dan Portugal memperlihatkan bahwa tim Afrika mampu bersaing dengan kekuatan tradisional sepak bola dunia.
Keberhasilan Maroko juga menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara Afrika lainnya. Para pemain kini memiliki referensi nyata bahwa prestasi tertinggi bukan lagi mimpi yang mustahil diwujudkan.
Dominasi Pelatih Lokal Jadi Kekuatan Baru

Perubahan besar lainnya terjadi di area kepelatihan. Jika sebelumnya banyak federasi mengandalkan pelatih asing, kini mayoritas tim Afrika dipimpin oleh pelatih dari benua mereka sendiri.
Tujuh dari 10 wakil Afrika pada Piala Dunia 2026 ditangani pelatih lokal. Mereka adalah Walid Regragui (Maroko), Pape Thiaw (Senegal), Emerse Fae (Pantai Gading), Sami Trabelsi (Tunisia), Hossam Hassan (Mesir), Otto Addo (Ghana), dan Pedro Leitao Brito (Tanjung Verde).
Kedekatan budaya dan pemahaman terhadap identitas nasional menjadi nilai tambah yang sulit diperoleh pelatih asing. Mereka memahami arti seragam tim nasional bagi masyarakat di negaranya masing-masing.
Regragui telah membawa Maroko menembus semifinal Piala Dunia 2022. Sementara Fae sukses mengantar Pantai Gading menjuarai Piala Afrika 2023.
Dengan kombinasi mental juara, pengalaman internasional, dan kepemimpinan pelatih lokal, Afrika datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar sebagai peserta. Mereka hadir sebagai penantang serius yang siap mengejar trofi yang selama ini belum pernah diraih.
Sumber: The New Times
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain AC Milan vs Venezia: Saelemaekers Jadi Pembeda, Ramos Buka Keran Gol
Liga Italia 29 Agustus 2026, 08:30
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026, 07:19
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






