Waktu Latihan Iran Jelang Hadapi Belgia Dipangkas Otoritas Amerika Serikat

Gia Yuda Pradana | 21 Juni 2026 19:39
Waktu Latihan Iran Jelang Hadapi Belgia Dipangkas Otoritas Amerika Serikat
Para pemain Iran mendengarkan arahan pelatih Amir Ghalenoei saat sesi latihan menjelang pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Carson, California, Sabtu, 20 Juni 2026 (c) AP Photo/Andre Penner

Bola.net - Iran menghadapi tantangan besar menjelang pertandingan melawan Belgia pada matchday kedua Grup G Piala Dunia 2026. Selain harus menghadapi lawan kuat, tim asuhan Amir Ghalenoei juga mengeluhkan kondisi persiapan yang dinilai jauh dari ideal.

Laga Belgia vs Iran akan berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Senin, 22 Juni 2026 pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi kedua tim dalam persaingan memperebutkan tiket ke fase gugur.

Advertisement

Menjelang pertandingan tersebut, pelatih Iran Amir Ghalenoei melontarkan kritik kepada otoritas Amerika Serikat terkait pengaturan jadwal timnya. Menurutnya, kebijakan yang diterapkan tidak konsisten dan membuat skuad Iran berada dalam posisi yang kurang menguntungkan.

1 dari 4 halaman

Waktu Latihan Iran Dipangkas

Ghalenoei mengungkapkan timnya hanya memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas sebelum menghadapi Belgia. Situasi itu bahkan memaksa Iran memangkas sesi latihan yang telah direncanakan.

"Kami hanya bisa berlatih setengah dari waktu yang biasanya kami gunakan untuk latihan. Kami ingin memiliki persiapan fisik dan teknis yang optimal," ujar Ghalenoei.

Ia kemudian membandingkan kondisi timnya dengan Belgia yang dinilai memperoleh kesempatan lebih baik. Menurutnya, lawan mereka sudah tiba lebih awal dan dapat menjalani sesi latihan secara normal.

"Lihat tim Belgia. Mereka tiba kemarin siang. Mereka berhasil menjalani latihan dengan baik," katanya.

2 dari 4 halaman

Dampak Pembatasan Perjalanan

Perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 memang tidak berjalan mulus sejak awal turnamen. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat membuat sejumlah rencana tim harus mengalami perubahan.

Markas tim yang semula direncanakan berada di Tucson, Arizona, dipindahkan ke Tijuana, Meksiko. Selain itu, beberapa anggota staf juga gagal memperoleh visa untuk masuk ke Amerika Serikat.

Akibat pembatasan tersebut, Iran harus bolak-balik dari Meksiko ke Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan Grup G. Ghalenoei menilai aturan yang diterapkan berubah-ubah dari satu pertandingan ke pertandingan lain.

Saat menghadapi Selandia Baru pada laga pertama yang berakhir imbang 2-2, Iran masih memiliki waktu persiapan sekitar 24 jam. Namun, menurut sang pelatih, kondisi menjelang laga melawan Belgia justru menjadi lebih sulit.

3 dari 4 halaman

Pertanyakan Konsistensi Kebijakan Amerika Serikat

Ghalenoei mengaku mendapat informasi bahwa Iran akan memperoleh keleluasaan lebih besar dalam mengatur perjalanan menjelang laga terakhir grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Hal itu membuatnya mempertanyakan alasan kebijakan serupa tidak diterapkan sejak awal.

"Untuk pertandingan ketiga, mereka mengizinkan kami membuat keputusan sendiri terkait perencanaan perjalanan. Namun, masalah saya, mengapa mereka tidak mengizinkan kami datang lebih awal untuk dua pertandingan pertama juga?" ujarnya.

Meski melontarkan kritik, Ghalenoei tetap memberikan apresiasi kepada FIFA dan presidennya, Gianni Infantino. Ia menilai FIFA telah berupaya maksimal membantu mengurangi berbagai kendala yang dihadapi Iran selama turnamen berlangsung.

Pelatih berusia 62 tahun itu juga berterima kasih kepada otoritas Amerika Serikat karena telah memperlancar proses kedatangan timnya di perbatasan. Namun, ia menegaskan bahwa waktu latihan yang hilang tetap menjadi persoalan utama menjelang duel penting melawan Belgia.

Sumber: The Independent

4 dari 4 halaman

Klasemen Piala Dunia 2026

LATEST UPDATE