5 Momen Kunci dalam Perjalanan Italia Menjadi Juara Euro 2020: 'It's Coming Rome!'
Yaumil Azis | 13 Juli 2021 14:44
Bola.net - Pentas Euro 2020 akhirnya usai setelah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Italia dinyatakan sebagai pemenang usai mengalahkan Inggris dalam laga final yang dilangsungkan di Wembley Stadium hari Senin (12/7/2021).
Keberhasilan Italia yang satu ini sudah diprediksikan oleh segelintir orang mengingat performa apiknya di fase grup. Bahkan sudah tampak ketika mereka mengalahkan Turki pada laga pembuka kompetisi dengan skor telak 3-0.
Gli Azzuri, julukannya, berhasil melewati fase grup dengan torehan sempurna. Sembilan pertandingan berhasil disapu bersih dengan kemenangan, mencetak tujuh gol dan bebas dari kebobolan.
Penampilan apiknya berlanjut di fase gugur. Austria hingga dua negara kuat, Belgia dan Spanyol, sama-sama tersingkir ketika berhadapan dengan mereka. Namun tidak ada satupun yang mampu mengalahkannya.
Berikut ini adalah lima momen kunci Italia selama berkiprah dalam ajang Euro 2020 seperti yang dilansir dari Football Italia.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Ledakan Calon Bintang, Manuel Locatelli
Tidak banyak orang yang tahu soal Manuel Locatelli sebelum Euro 2020 dimulai. Mungkin ada segelintir orang yang sudah tahu, namun dalam lingkup terbatas. Locatelli sudah mulai menunjukkan sinarnya bersama Sassuolo di Serie A 2020/21.
Locatelli didapuk sebagai pengganti Marco Verratti di laga pertama melawan Turki. Ia menjalankan tugasnya dengan baik di laga itu. Akan tetapi, semua mata baru menyorot ke arah dirinya usai mencetak dua gol ke gawang Swiss - laga kedua Italia di fase grup.
Sejak saat itu, Locatelli langsung dikaitkan dengan sejumlah klub papan atas. CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali, langsung disibukkan dengan tawaran yang masuk dari Arsenal dan Juventus.
Bendera Offside Penyelamat
11 pertandingan - termasuk laga sebelum Euro 2020 - dilalui Italia tanpa kebobolan. Sayangnya, rekor tersebut terhenti setelah gawang yang dikawal Gianluigi Donnaruma jebol kala menghadapi Austria di babak 16 besar.
Gol itu baru tercipta di menit ke-114. Namun jauh sebelum itu, Austria sempat menjebol gawang Italia lewat Marko Arnautovic di pertengahan babak kedua. Tapi, setelah berdiskusi dengan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Arnautovic terjebak offside.
Entah bagaimana jadinya akhir pertandingan tersebut andai gol disahkan. Namun yang pasti, keputusan wasit mengubah suasana pertandingan. Italia pun menang berkat gol Federico Chiesa dan Matteo Pessina di babak extra time.
Sepakan Melengkung Lorenzo Insigne
Banyak yang meragukan Italia meski telah melewati babak 16 besar. Mereka beranggapan kalau pasukan Roberto Mancini belum mendapatkan tantangan dari negara besar. Momen itu akhirnya kejadian di perempat final.
Italia bertemu Belgia, sebuah negara yang dikaruniai pemain bertalenta seperti Eden Hazard serta Romelu Lukaku dan baru mengalahkan Portugal di babak 16 besar. Namun Italia mampu menyingkirkan Belgia dengan sangat baik.
Gol indah yang tercipta dari sepakan melengkung Lorenzo Insigne pada menit ke-44 membuat Italia unggul 2-0. Alhasil, meskipun kebobolan jelang babak pertama usai, Italia masih punya kesempatan untuk menunjukkan 'catenaccio' sejati.
Chiellini yang Tetap Santai
Italia kembali dihadapkan dengan laga berat pada babak semifinal, di mana mereka harus bertemu Spanyol. Perang sengit di lini tengah diprediksi akan terjadi dan La Furia Roja berhasil memenangkannya.
Namun lagi-lagi, Italia mampu bertahan dengan baik. Skor 1-1 bertahan sampai akhir babak extra time dan sebelum drama adu penalti dimulai, Giorgio Chiellini memberikan indikasi kalau Italia bakalan keluar sebagai pemenang.
Tensi pertandingan sangat tinggi. Jordi Alba selaku kapten Spanyol nampak kaku, tapi tidak demikian dengan Chiellini. Bek Juventus itu masih bisa bercanda sampai tertawa dalam momen tos koin di hadapan wasit.
It's Coming Rome!
Momen pamungkasnya sudah jelas: Italia keluar sebagai juara! Publik dibuat terpecah saat menentukan siapa yang bakal keluar sebagai pemenang sebelum pertandingan ini digelar. Namun situasi yang berbeda terlihat di London.
Puluhan ribu fans Inggris memadati stadion dan meyakini kalau Jordan Henderson dkk akan mengangkat trofi di akhir laga. Nyanyian 'It's coming home' pun berkumandang nyaris tanpa henti, baik dari mulut fans Inggris maupun media sosial.
Sudah jelas, Wembley tidak berpihak kepada mereka. Inilah kandang singa yang sebenarnya. Meski begitu, Italia mampu memaksa Inggris bermain hingga babak adu penalti dan keluar sebagai pemenangnya.
(Football Italia)
Baca juga:
Kesalahan Besar Gareth Southgate Diungkap Habis-habisan oleh Rio Ferdinand
Ada Kabar Fans Inggris Bikin Petisi Final vs Italia Diulang, Netizen: Hah? Seriusan?!
Ternyata, Bukayo Saka Eksekutor Penalti Terbaik Inggris di Sesi Latihan
Tanpa Cristiano Ronaldo, Ini Tim Terbaik Euro 2020 Versi Whoscored
Marcus Rashford: Kritiklah karena Performa, Bukan karena Asal Usul Saya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









