Analisis: Soal Keputusan Pengambil Penalti Inggris, Southgate Sudah Benar?
Richard Andreas | 13 Juli 2021 03:30
Bola.net - Gareth Southgate diserang habis-habisan terkait keputusan eksekutor penalti Inggris dalam duel kontra Italia di final Euro 2020. Southgate dinilai membuat kesalahan besar.
Senin (12/7/2021) duel Italia vs Inggris di ginal Euro 2020 harus ditentukan lewat adu penalti. Kedua tim bermain sama kuat dengan skor 1-1 selama 120 menit.
Nah di babak adu penalti inilah Southgate dinilai membuat kesalahan terbesarnya sepanjang turnamen. Dia mengizinkan Bukayo Saka jadi eksekutor kelima, salah satu posisi paling penting dalam adu penalti.
Sebelumnya, Southgate bahkan sengaja menurunkan Jadon Sancho dan Marcus Rashford di menit ke-120 supaya keduanya bisa jadi eksekutor.
Keputusan Southgate sepenuhnya.

Keputusan menurunkan Sancho dan Rashford di menit ke-120 untuk jadi eksekutor penalti ternyata merugikan. Kedua pemain ini gagal, sepakan Rashford kena tiang, tendangan Sancho bisa ditepis.
Para pemain Inggris yang lebih senior seperti Jack Grealish dan Raheem Sterling juga dikiritik keras karena membiarkan Saka yang jauh lebih muda jadi eksekutor kelima.
Namun, Southgate kembali menegaskan bahwa keputusan penendang penalti itu ada di tangannya. Bukan para pemain yang memilih, tapi Southgate yang menentukan siapa jadi eksekutor nomor berapa.
Artinya Southgate tahu betul apa keputusan yang dia ambil. Lalu di mana letak kesalahannya?
Pilihan otomatis
Diduga, Southgate memilih eksekutor penalti berdasarkan performa mereka di level klub. Harry Kane, misalnya, jadi eksekutor penalti utama Tottenham. Rashford juga sempat jadi eksekutor penalti MU sebelum kedatangan Bruno Fernandes.
Kane punya catatan 85% penalti sukses dengan rincian 47 gol dari 55 penalti. Rashford bahkan lebih baik, dengan 17 gol dari 19 penalti.
Seharusnya ada Mason Mount dan Kieran Trippier yang juga jadi eksekutor, tapi dua pemain ini sudah ditarik keluar terlebih dahulu. Alhasil Southgate harus memercayai pemain-pemain berikutnya.
Dia tahu Sancho punya rekor penalti apik, karena itu dia pilih. Soal Saka, Southgate diyakini setengah berjudi.
Rashford dan Sancho

Rashford dan Sancho sudah membuktikan diri sebagai penendang penalti yang cukup bagus di level klub. Mungkin satu-satunya kesalahan Southgate adalah tidak menurunkan mereka lebih awal supaya bisa menyesuaikan ritme.
Rashford dengan 17 gol dari 19 penalti, Sancho dengan 10 gol dari 11 penalti. Wajar Southgate memilih memercayai kedua pemain ini.
Masalahnya, seperti yang dijelaskan sebelumnya, kedua pemian ini hanya 2-3 menit berada di lapangan. Kaki mereka belum panas, belum meneyesuaikan diri dengan ritme, tapi sudah harus jadi eksekutor penalti.
Mount dan Trippier
Setelah pertandingan, Southgate menegaskan bahwa dia telah menarik beberapa eksekutor penalti dalam waktu 120 menit. Diduga pemain yang dimaksud adalah Mason Mount dan Kieran Trippier.
Mount dan Trippier punya catatan penalti yang cukup bagus. Terlebih, keduanya sudah terbiasa jadi starter dan mengenal ritme pertandingan.
Yang cukup mengejutkan adalah keputusan Southgate memilih Saka jadi eksekutor kelima, bukan pemain-pemain yang lebih senior seperti Luke Shaw, Stones, dan Jack Grealish.
Para pemain yang lebih senior itu sempat diserang. Namun, ternyata bukan mereka yang tidak mau maju, hanya Southgate sudah membuat keputusan bulat.
Apakah bisa disalahkan?

Kembali ke pertanyaan awal, apakah Southgate pantas disalahkan terkait keputusannya memilih eksekutor penalti Inggris?
Jika melihat alasan-alasan di balik keputusan tersebut, mungkin kesalahan terbesar Southgate adalah membeerikan beban penendang kelima untuk Saka.
Dia memercayai Rashford dan Sancho karena statistik mendukung demikian, jadi Southgate tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Namun, untuk kasus Saka, Southgate mungkin harus menjelaskan alasannya.
Sumber: Sky Sports
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
Italia Juara Euro 2020, Setiap Pemain Dapat Bonus Rp4,3 Miliar!
Italia Memang Layak Juara Euro 2020, Statistik Final Lawan Inggris Beri Bukti
Pesan Berkelas Chiellini untuk Fans Italia Usai Azzurri Usai Juara Euro 2020
Dikalahkan Italia di Final Euro 2020, Inggris Kena Troll Legenda Azzurri
Juara Euro 2020, tak Ada Parade untuk Timnas Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Piala Dunia 2030, Ini Target Pertama Andrea Pirlo di Timnas Italia
Piala Dunia 26 Juli 2026, 00:14
-
Tolak Tawaran Fantastis Italia, Pep Guardiola Pilih Dekat dengan Keluarga
Piala Dunia 24 Juli 2026, 21:09
LATEST UPDATE
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
-
Mimpi Saksikan Barcelona di Spotify Camp Nou? Kartu BRI Debit Bisa Jadi Jalan
Liga Spanyol 11 September 2026, 11:52
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 11 September 2026, 11:22
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 11 September 2026, 11:18
-
Manchester United Menang 4-0, Bruno Fernandes Kembali Tunjukkan Kelasnya
Liga Champions 11 September 2026, 11:15
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 11 September 2026, 10:56
-
Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 11 September 2026, 10:48
-
5 Pelajaran Manchester United 4-0 Sabah: Dorgu Bersinar, Fernandes Makin Panas
Liga Champions 11 September 2026, 10:35
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



