Andorra, 10 Tahun Tanpa Manisnya Kemenangan
Editor Bolanet | 14 Oktober 2014 13:04
- Sepuluh tahun sudah tak sekalipun mengecap manisnya kemenangan di pentas sepak bola internasional. Rentetan 70 laga beruntun tanpa kemenangan sejak 2004 menaungi kiprah Andorra. Sungguh periode yang sangat gelap bagi Andorra.
Di kualifikasi EURO 2016, Andorra menghuni Grup B bersama Wales, Belgia, Israel, Siprus dan Bosnia-Herzegovina. Dalam tiga laga awal, pasukan Koldo Alvarez yang saat ini menempati tangga ke-203 di ranking FIFA sudah menelan tiga kekalahan. Mereka bahkan hanya sanggup mencetak dua gol dan telah kebobolan 12.
Pada matchday 1, Andorra menyerah 1-2 di tangan sang tamu . Setelah itu, Andorra hancur 0-6 di kandang dan tumbang 1-4 ketika menjamu , Selasa (14/10).
Dengan kekalahan atas Israel, berarti Andorra sudah melalui 70 laga berturut-turut tanpa sekali pun membukukan kemenangan. Itu merupakan winless streak terpanjang ketiga di pentas internasional setelah (82 laga 1995-2006 dan 76 laga 1980-1995).
(mc/gia)
Di kualifikasi EURO 2016, Andorra menghuni Grup B bersama Wales, Belgia, Israel, Siprus dan Bosnia-Herzegovina. Dalam tiga laga awal, pasukan Koldo Alvarez yang saat ini menempati tangga ke-203 di ranking FIFA sudah menelan tiga kekalahan. Mereka bahkan hanya sanggup mencetak dua gol dan telah kebobolan 12.
Pada matchday 1, Andorra menyerah 1-2 di tangan sang tamu . Setelah itu, Andorra hancur 0-6 di kandang dan tumbang 1-4 ketika menjamu , Selasa (14/10).
Dengan kekalahan atas Israel, berarti Andorra sudah melalui 70 laga berturut-turut tanpa sekali pun membukukan kemenangan. Itu merupakan winless streak terpanjang ketiga di pentas internasional setelah (82 laga 1995-2006 dan 76 laga 1980-1995).
Berikutnya, Andorra akan bertandang ke markas Siprus (16 November 2014) dan menjamu Bosnia di Estadi Nacional (28 Maret 2015).
Bisakah Andorra keluar dari periode kelam ini atau justru winless streak mereka bertambah panjang? Peluang terbaik memutus form negatif adalah ketika berkunjung ke Nicosia. [initial]
Stat Attack:
EDITORIAL: Dari Vicini ke Conte, Deja Vu 27 Tahun
EDITORIAL: Paco Alcacer, Finisher Mematikan La Furia Roja
Modric, Komponen Utama Mesin Perang Kroasia
Belanda Versi Hiddink vs Belanda Era Van Gaal
Pelle, 23 Menit Masuk 'Buku' Azzurri
Diego Costa, Samba Ketiga La Furia Roja
Penantian 516 Menit Diego Costa
Rooney, Dua Direct Buat Tiga Singa
10 Korban Utama 'El Angel Gabriel' Batistuta
Head-to-Head Predator 5 Liga Top Eropa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026: Fakta-fakta Seputar Babak Perempat Final
Piala Dunia 9 Juli 2026, 18:25
-
8 Besar Piala Dunia 2026: Prancis Terdepan di Ranking FIFA
Piala Dunia 9 Juli 2026, 17:58
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Spanyol vs Belgia 11 Juli 2026
Piala Dunia 8 Juli 2026, 21:30
-
Charles De Ketelaere Menikmati Momen Terbaik dalam Kariernya
Piala Dunia 7 Juli 2026, 22:00
LATEST UPDATE
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











