Flashback Euro 2012: Kala Balotelli Buyarkan Mimpi Jerman
Editor Bolanet | 29 Maret 2016 14:49
Bola.net - Pada Hari Rabu (30/3) dini hari besok akan digunakan oleh sebagian besar negara kontestan Euro 2016 untuk melakukan uji coba terakhir sebelum para pemain dikembalikan ke klub mereka masing-masing. Salah satu laga uji coba yang patut menjadi perhatian adalah pertandingan antara dua calon juara Euro 2016, melawan Italia yang akan digelar di Allianz Arena pada dini hari nanti.
Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim, Italia memang punya catatan yang cukup baik saat jumpa jerman, di mana mereka tidak pernah dikalahkan oleh Der Panzer semenjak tahun 2006 silam. Jika dirunut-runut dalam periode 10 tahun terakhir, pertemuan antara Jerman dan Italia di babak semifinal Euro 2012 bisa dikatakan sebagai salah satu pertemuan yang paling menegangkan sepanjang 10 tahun terakhir..
Pada pertandingan yang digelar di National Stadium, Warsaw, Polandia, Jerman sejatinya jauh lebih diunggulkan ketimbang Italia. Hal ini dikarenakan pada babak perempat final Jerman menghajar Yunani dengan skor 4-2 sedangkan Italia harus melakoni babak adu penalti kontra Inggris.
Jalannya pertandingan bisa dikatakan cukup sengit, karena kedua tim langsung menebarkan ancaman ke daerah pertahanan lawan semenjak wasit meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan. Jerman menguasai jalannya pertandingan pada awal-awal laga, namun semua berubah ketika mimpi buruk bernama Mario Balotelli itu menebar teror.
Pada menit ke 20, Pemain yang pada saat itu membela Manchester City membuka keunggulan Italia melalui sundulan terukur yang tidak bisa dihalau oleh Manuel Neuer. Selang 16 menit kemudian, ia berhasil melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihalau oleh kiper Bayern Munchen tersebut, di mana gol tersebut memastikan Italia lolos ke Final Euro 2012 menghadapi Spanyol yang sudah lolos terlebih dahulu.
Namun sangat disayangkan, magis Balotelli tidak berlanjut di final, karena mereka dihajar 4 gol tanpa balas oleh Spanyol di partai final sehingga mereka harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner up.Baca Juga:
Flashback Euro 2004: Debut Manis Rooney di Euro
Flashback Euro 2012: Tyton, From Zero to Hero
Flashback Euro 2012: Kala Si Tua Shevchenko Cerahkan Hari Ukraina
Momen Spesial Euro: Kontrol Udara Ajaib Zidane
Ketika Italia Menjadi Raja Eropa Berkat Lempar Koin
Flashback Euro 2004: Voli Backheel Sensasional Zlatan Ibrahimovic
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhir Karier Julian Nagelsmann Bersama Timnas Jerman?
Piala Dunia 30 Juni 2026, 18:14
-
Jerman dan Akhir Sebuah Mitos
Piala Dunia 30 Juni 2026, 13:21
-
Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Minta Maaf
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:47
-
Orlando Gill Jadi Tembok Kokoh Paraguay saat Singkirkan Jerman
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:42
LATEST UPDATE
-
Nico Paz Janji Bawa Argentina Juara Dunia Lagi usai Gagal di Final 2026
Piala Dunia 20 Juli 2026, 17:00
-
Rodri Sebut Gelar Piala Dunia dan Golden Ball sebagai Skenario Sempurna
Piala Dunia 20 Juli 2026, 15:35
-
Apakah Lionel Messi Akan Tampil di Piala Dunia 2030?
Piala Dunia 20 Juli 2026, 14:52
-
6 Negara Sudah Lolos ke Piala Dunia 2030, Berikut Daftarnya
Piala Dunia 20 Juli 2026, 14:43
-
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan Italia
Piala Dunia 20 Juli 2026, 12:18
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












