Review: Banjir Gol, Jerman Runtuhkan Yunani
Editor Bolanet | 23 Juni 2012 03:45
- Banyak yang menyebut pertandingan perempat final Euro 2012 antara Jerman melawan Yunani bak pertarungan Goliath kontra David. Laga ini digelar di PGE Arena Gdańsk, Gdańsk pada Sabtu (23/06).
Banjir gol mewarnai pertandingan ini dan Jerman bisa mengatasi pertahanan ketat Yunani. Perubahan yang dilakukan Joachim Loew membawa hasil positif di laga yang tidak imbang ini.
tak mau membuang waktu dan langsung menggebrak pertahanan pertahanan Yunani begitu pertandingan dimulai.. Baru empat menit berjalan, Jerman sudah berhasil menjebol gawang Yunani lewat kaki Schurrle. Sayang bagi Jerman, Schurrle dinaggap tertangkap offside lebih dulu.
Seperti yang banyak diperkirakan, Jerman mendikte pertandingan dan mendominasi penguasaan bola. Peluang yang mereka ciptakan juga tidak sedikit. Mesut Ozil dan kawan-kawan menghujani gawang Sifakis dengan tendangan-tendangan keras khas Tim Panser.
Yunani hanya mengancam lewat serangan balik dengan mengandalkan kecepatan Sotiris Ninis dan Dimitris Salpigidis. tak banyak peluang yang bisa tercipta bagi Yunani karena mereka memang dikurung oleh serangan-serangan Jerman.
Berulang kali gagal menuntaskan peluang gol, Philipp Lahm tampil sebagai sumber inspirasi bagi rekan-rekannya. Kapten Jerman ini melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihalau oleh kiper lawan enam menit sebelum babak pertama usai.
Skor 1-0 ini bertahan hingga jeda.
Fernando Santos melakukan dua pergantian pemain sekaligus di awal babak kedua untuk mengejar ketertinggalan. Dan pergantian ini memang membawa hasil ketika Giorgos Samaras berhasil menjebol gawang Manuel Neuer di menit ke 55.
Jerman tidak panik dengan gol penyeimbang Yunani itu. Mereka dengan sabar terus menggempur pertahanan Yunani dan akhirnya kembali unggul pda menit ke 61. Sami Khedira menyambar umpan Jerome Boateng di depan gawang Sifakis, dan gol indah pun tercipta.
Tujuh menit berselang, Jerman semakin menjauh dengan gol yang dicetak oleh Miroslav Klose. Dengan gaya khasnya, Klose melompat lebih tinggi dari bek lawan dan mencetak gol lewat kepalanya.
Tidak puas dengan skor 4-1, Jerman kembali mencetak gol cantik lewat kaki Marco Reus. Menyambut bola rebound hasil tendangan Klose, Reus melepaskan tembakan first time keras yang bersarang di sisi atas gawang Yunani.
Skor kembali berubah di penghujung pertandingan. Jerome Boateng melakukan handsball di kotak terlarang dan wasit menunjuk titik putih, Salpigidis yang jadi eksekutor sukses mengecoh Neuer dan mengurangi defisit kekalahan Yunani.
Skor akhir pertandingan adalah 4-2 untuk kemenangan Jerman. Jerman akan menunggu pemenang antara Inggris lawan Italia di semifinal.
Susunan pemain Jerman: Neuer, Hummels, Badstuber, Lahm, Boateng, Khedira, Schweinsteiger, Özil, Schürrle (Muller 66'), Reus, Klose.
Susunan pemain Yunani: Sifakis, Maniatis, Tzavellas (Fotakis 46'), Papadopoulos, Torossidis, Papastathopoulos, Makos (Liberopoulos 71'), Ninis (Gekas 46'), Katsouranis, Samaras, Salpingidis.
Statistik Jerman - Yunani
Banjir gol mewarnai pertandingan ini dan Jerman bisa mengatasi pertahanan ketat Yunani. Perubahan yang dilakukan Joachim Loew membawa hasil positif di laga yang tidak imbang ini.
tak mau membuang waktu dan langsung menggebrak pertahanan pertahanan Yunani begitu pertandingan dimulai.. Baru empat menit berjalan, Jerman sudah berhasil menjebol gawang Yunani lewat kaki Schurrle. Sayang bagi Jerman, Schurrle dinaggap tertangkap offside lebih dulu.
Seperti yang banyak diperkirakan, Jerman mendikte pertandingan dan mendominasi penguasaan bola. Peluang yang mereka ciptakan juga tidak sedikit. Mesut Ozil dan kawan-kawan menghujani gawang Sifakis dengan tendangan-tendangan keras khas Tim Panser.
Yunani hanya mengancam lewat serangan balik dengan mengandalkan kecepatan Sotiris Ninis dan Dimitris Salpigidis. tak banyak peluang yang bisa tercipta bagi Yunani karena mereka memang dikurung oleh serangan-serangan Jerman.
Berulang kali gagal menuntaskan peluang gol, Philipp Lahm tampil sebagai sumber inspirasi bagi rekan-rekannya. Kapten Jerman ini melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihalau oleh kiper lawan enam menit sebelum babak pertama usai.
Skor 1-0 ini bertahan hingga jeda.
Fernando Santos melakukan dua pergantian pemain sekaligus di awal babak kedua untuk mengejar ketertinggalan. Dan pergantian ini memang membawa hasil ketika Giorgos Samaras berhasil menjebol gawang Manuel Neuer di menit ke 55.
Jerman tidak panik dengan gol penyeimbang Yunani itu. Mereka dengan sabar terus menggempur pertahanan Yunani dan akhirnya kembali unggul pda menit ke 61. Sami Khedira menyambar umpan Jerome Boateng di depan gawang Sifakis, dan gol indah pun tercipta.
Tujuh menit berselang, Jerman semakin menjauh dengan gol yang dicetak oleh Miroslav Klose. Dengan gaya khasnya, Klose melompat lebih tinggi dari bek lawan dan mencetak gol lewat kepalanya.
Tidak puas dengan skor 4-1, Jerman kembali mencetak gol cantik lewat kaki Marco Reus. Menyambut bola rebound hasil tendangan Klose, Reus melepaskan tembakan first time keras yang bersarang di sisi atas gawang Yunani.
Skor kembali berubah di penghujung pertandingan. Jerome Boateng melakukan handsball di kotak terlarang dan wasit menunjuk titik putih, Salpigidis yang jadi eksekutor sukses mengecoh Neuer dan mengurangi defisit kekalahan Yunani.
Skor akhir pertandingan adalah 4-2 untuk kemenangan Jerman. Jerman akan menunggu pemenang antara Inggris lawan Italia di semifinal.
Susunan pemain Jerman: Neuer, Hummels, Badstuber, Lahm, Boateng, Khedira, Schweinsteiger, Özil, Schürrle (Muller 66'), Reus, Klose.
Susunan pemain Yunani: Sifakis, Maniatis, Tzavellas (Fotakis 46'), Papadopoulos, Torossidis, Papastathopoulos, Makos (Liberopoulos 71'), Ninis (Gekas 46'), Katsouranis, Samaras, Salpingidis.
Statistik Jerman - Yunani
Penguasaan bola: 66% - 34%
Shot: 26 (12) - 10 (3)
Corner: 10 - 1
Pelanggaran: 9 - 10
Offside: 5 - 2
Kartu kuning: 0 - 2
Kartu merah: 0 - 0
Penyelamatan: 1 - 8
Kartu kuning: Samaras (14'), Papastathopoulos (75')
Pencetak gol: Lahm (39'), Samaras (55'), Khedira (61'), Klose (68'), Reus (74'), Salpigidis (89') (bola/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jerman dan Akhir Sebuah Mitos
Piala Dunia 30 Juni 2026, 13:21
-
Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Minta Maaf
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:47
-
Orlando Gill Jadi Tembok Kokoh Paraguay saat Singkirkan Jerman
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:42
-
Jerman dan Mimpi Buruk Piala Dunia yang Tak Kunjung Usai
Piala Dunia 30 Juni 2026, 09:01
LATEST UPDATE
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


