3 Alasan Luis Enrique Sulit Jadi Pelatih Real Madrid
Aga Deta | 7 Mei 2026 22:05
Bola.net - Real Madrid kembali menghadapi periode sulit setelah gagal memenuhi ekspektasi musim ini. Situasi tersebut membuat nama calon pelatih baru mulai ramai diperbincangkan.
Di tengah ketidakpastian itu, Luis Enrique justru sedang menikmati masa terbaiknya bersama Paris Saint-Germain. Pelatih asal Spanyol tersebut sukses membawa PSG ke final Liga Champions secara beruntun.
Keberhasilan itu semakin menguatkan status Enrique sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Banyak pihak menilai taktik dan kepemimpinannya berada di level tertinggi sepak bola Eropa.
Apabila PSG mampu mengalahkan Arsenal di final Liga Champions di Budapest, Enrique akan mencatat sejarah besar. Ia bisa menjadi pelatih kedua yang memenangkan kompetisi itu dalam dua musim beruntun setelah Zinedine Zidane.
Meski Real Madrid sedang membutuhkan sosok baru di kursi pelatih, nama Enrique hampir tidak pernah benar-benar dikaitkan secara serius. Ada sejumlah faktor yang membuat kemungkinan reuni itu dinilai sangat kecil terjadi.
1. Luis Enrique di Real Madrid Akan Jadi Kejutan Besar

Kemungkinan Luis Enrique menangani Real Madrid menjadi bahan pembahasan dalam tayangan sepak bola Spanyol. Topik itu muncul setelah laga semifinal Liga Champions.
Mantan pemain Barcelona, Abelardo, ikut memberikan pandangannya dalam siaran Movistar+. Ia mengaku tidak ingin Luis Enrique melatih Madrid karena menganggapnya sebagai pelatih terbaik.
Abelardo juga menyebut kepindahan tersebut akan menjadi kejutan besar di dunia sepak bola Spanyol. Menurutnya, situasi itu akan sangat mengejutkan mengingat hubungan Luis Enrique dengan Barcelona.
Mantan striker Madrid, Fernando Morientes, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai peluang kerja sama itu sangat kecil karena faktor masa lalu Luis Enrique dan sikap presiden Real Madrid, Florentino Perez.
2. Sejarah Panjang di Dua Kubu Rival

Luis Enrique lahir di wilayah Asturias, Spanyol, dan memulai kariernya di akademi Sporting Gijon. Ia mulai menarik perhatian setelah tampil tajam pada musim 1990/91.
Penampilannya membuat Real Madrid merekrutnya pada awal 1990-an. Selama lima musim di Santiago Bernabeu, ia tampil lebih dari 200 kali dan memenangkan La Liga 1995.
Meski cukup sukses, Luis Enrique mengaku jarang merasa dihargai oleh suporter Madrid. Situasi itu menjadi salah satu alasan yang mempengaruhi perjalanan kariernya berikutnya.
Pada 1996, ia pindah ke Barcelona dengan status bebas transfer. Kepindahan tersebut membuatnya masuk dalam daftar pemain yang pernah membela dua rival terbesar di Spanyol.
3. Hubungan dengan Madrid Semakin Memanas

Luis Enrique menghabiskan delapan tahun bersama Barcelona dan berkembang menjadi sosok penting di tim. Ia bahkan dipercaya menjadi kapten serta dianggap sebagai salah satu ikon klub.
Hubungannya dengan Real Madrid semakin memanas karena sering merayakan gol dengan emosional saat laga El Clasico. Enrique tercatat mencetak lima gol melawan mantan klubnya selama membela Barcelona.
Ia juga pernah mengatakan bahwa dicemooh di Santiago Bernabeu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi pemain Barcelona. Pernyataan itu semakin mempertegas rivalitasnya dengan Madrid.
Ketegangan makin terasa ketika Enrique sukses membawa Barcelona meraih treble sebagai pelatih pada 2015. Bahkan saat menangani timnas Spanyol, ia sempat dituding memiliki bias anti-Madrid karena hanya memanggil sedikit pemain Madrid ke Piala Dunia 2022.
Sumber: Madrid Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik MU! Carlos Baleba Sudah Lolos Tes Medis dan Teken Kontrak!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 16:37
-
Link Streaming Elche vs Barcelona - Senin 24 Agustus 2026
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 14:38
LATEST UPDATE
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
-
Mantap! Como Segera Datangkan Mantan Bek Manchester United
Liga Italia 23 Agustus 2026, 18:30
-
Absen Lawan Hull City, Seberapa Parah Cedera Amad Diallo?
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 18:00
-
Bawa Real Madrid Bekuk Espanyol, Jose Mourinho Sanjung Habis Carlos Espi
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 17:30
-
Gabung MU, Ini Nomor Punggung yang Bisa Dikenakan Carlos Baleba
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 17:00
-
Kabar Baik MU! Carlos Baleba Sudah Lolos Tes Medis dan Teken Kontrak!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 16:37
-
Link Streaming Torino vs Milan - Senin 24 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:54
-
Link Streaming Frosinone vs Juventus - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Italia 23 Agustus 2026, 14:41
-
Link Streaming Elche vs Barcelona - Senin 24 Agustus 2026
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 14:38
-
Link Streaming Newcastle vs Liverpool - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 14:26
-
Link Streaming Man City vs Bournemouth - Minggu 23 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 14:13
-
Prediksi Fulham vs Chelsea 25 Agustus 2026
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 13:21
-
Elkan Baggott Ungkap Perasaan Frustrasinya Usai Tinggalkan Ipswich Town
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 12:28
-
Kevin Diks Naik Kelas di Borussia Monchengladbach: Dipercaya Jadi Wakil Kapten
Tim Nasional 23 Agustus 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



