3 Hal yang Bikin Xabi Alonso Kecewa Selama Menangani Real Madrid
Aga Deta | 14 Januari 2026 13:38
Bola.net - Xabi Alonso mengakhiri kiprahnya bersama Real Madrid setelah final Piala Super Spanyol. Kepergian ini dikonfirmasi klub tak lama setelah kekalahan dari Barcelona.
Hasil di partai final bukan satu-satunya alasan di balik pemecatan tersebut. Sejumlah persoalan internal turut mempercepat berakhirnya masa jabatan Alonso di Santiago Bernabeu.
Tekanan sudah menyertai Alonso sejak beberapa waktu sebelumnya. Hubungan yang tidak harmonis dengan ruang ganti menjadi isu yang sulit dihindari.
Menurut laporan ESPN, ada tiga hal utama yang paling disesalkan Alonso selama menangani Real Madrid. Ketiganya memberi gambaran jelas soal tantangan besar yang ia hadapi dalam periode singkat itu.
Kontribusi Pemain Bintang yang Tidak Maksimal

Salah satu kekecewaan terbesar Xabi Alonso berkaitan dengan performa pemain-pemain kunci. Ia menilai kontribusi sejumlah nama besar tidak sesuai ekspektasi sepanjang tahun kalender 2025.
Pemain seperti Jude Bellingham dan Vinicius Junior disebut tampil jauh dari level terbaiknya. Minimnya dampak mereka membuat performa tim tidak konsisten di berbagai kompetisi.
Situasi ini membuat Real Madrid terlalu bergantung pada Kylian Mbappe. Ketergantungan tersebut menjadi catatan negatif yang sangat disesalkan Alonso di akhir masa tugasnya.
Gagal Menerapkan Ide dan Otoritas Pelatih

Xabi Alonso juga kecewa karena kesulitan menerapkan gagasan kepelatihannya secara utuh. Lingkungan Real Madrid dinilai lebih didominasi oleh pemain ketimbang pelatih.
Alonso sempat membawa pendekatan baru dengan ide taktis yang radikal serta intensitas latihan tinggi. Namun, sebagian besar pemain menolak perubahan tersebut.
Penolakan itu bahkan memicu sindiran Alonso pada November lalu. Ia sempat melontarkan komentar bernada kecewa yang menggambarkan rapuhnya kendali di dalam tim.
Penyesalan Pribadi dan Harmoni Tim

Selain faktor eksternal, Alonso juga menyimpan penyesalan terhadap dirinya sendiri. Ia merasa ada beberapa situasi yang seharusnya bisa ditangani dengan cara berbeda.
Menurutnya, pendekatan yang lebih tepat mungkin dapat menjaga keharmonisan skuad. Beberapa insiden internal dinilai berdampak besar terhadap suasana tim.
Kesadaran ini muncul seiring berakhirnya masa jabatannya di Real Madrid. Alonso menilai kegagalan membangun harmoni menjadi pelajaran penting dalam karier kepelatihannya.
Sumber: Madrid Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dusan Vlahovic Ingin Bertahan di Juventus, Negosiasi Masih Tersendat
Liga Italia 3 April 2026, 09:30
-
Roberto De Zerbi Tegaskan Siap Bertahan di Tottenham Meski Terdegradasi
Liga Inggris 3 April 2026, 08:00
-
Arne Slot Minta Liverpool Tampil Maksimal Lawan Manchester City
Liga Inggris 3 April 2026, 07:30
LATEST UPDATE
-
Jika Brasil Bisa Punya Ancelotti, Mengapa Italia Tak Ambil Mourinho?
Piala Dunia 3 April 2026, 10:30
-
Roberto Mancini Bidik Kursi Pelatih Timnas Italia Lagi
Piala Dunia 3 April 2026, 10:00
-
Dusan Vlahovic Ingin Bertahan di Juventus, Negosiasi Masih Tersendat
Liga Italia 3 April 2026, 09:30
-
Roberto De Zerbi Tegaskan Siap Bertahan di Tottenham Meski Terdegradasi
Liga Inggris 3 April 2026, 08:00
-
Arne Slot Minta Liverpool Tampil Maksimal Lawan Manchester City
Liga Inggris 3 April 2026, 07:30
-
Gianluigi Buffon Resmi Mundur dari Timnas Italia, Ikuti Jejak Gravina
Piala Dunia 3 April 2026, 05:54
LATEST EDITORIAL
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45









