5 Pelajaran dari Kekalahan Real Madrid di El Clasico: Pertegas Krisis Musim 2025/26
Aga Deta | 11 Mei 2026 06:14
Bola.net - Real Madrid datang ke El Clasico dengan tekanan besar setelah musim yang penuh masalah internal. Kekalahan 0-2 dari Barcelona di Camp Nou memastikan mereka tanpa trofi musim ini.
Barcelona tampil dominan sejak awal pertandingan dan langsung menguasai ritme permainan pada Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Gol cepat membuat Madrid kesulitan mengembangkan permainan mereka.
Marcus Rashford membuka keunggulan lewat tendangan bebas indah sebelum Ferran Torres menggandakan skor. Situasi ini membuat Madrid semakin tertekan di hadapan publik Camp Nou.
Meski mencoba bangkit, Real Madrid tidak mampu membalikkan keadaan hingga akhir laga. Barcelona bahkan terlihat lebih nyaman mengontrol jalannya pertandingan.
Hasil ini menegaskan jarak kualitas dan mental antara kedua tim. Real Madrid harus menerima kenyataan pahit musim tanpa gelar.
1. Pesta Juara Barca Tutup Pekan Kelam Madrid

Beberapa hari terakhir menjadi periode yang sangat sulit bagi pendukung Real Madrid untuk dicerna. Rentetan kejadian di luar lapangan membuat suasana tim jauh dari kata stabil.
Ketegangan yang sudah lama terpendam akhirnya meledak setelah satu bulan penuh tekanan internal. Laporan menyebut adanya insiden antara Antonio Rudiger dan Alvaro Carreras yang memperburuk kondisi ruang ganti.
Situasi semakin panas ketika terjadi bentrokan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde yang berujung cedera serius. Kondisi ini membuat atmosfer internal Madrid digambarkan seperti “perang saudara”.
Di tengah kekacauan tersebut, Kylian Mbappe juga terseret kontroversi terkait petisi pemecatannya dan isu cedera yang ia alami. Ditambah cedera jangka panjang Ferland Mendy, Madrid datang ke laga besar dalam kondisi jauh dari ideal.
2. Laga Panas yang Tak Sesuai Ekspektasi

Setelah rangkaian insiden sebelum pertandingan, banyak yang mengharapkan duel antara Real Madrid dan lawannya berlangsung dengan tensi tinggi. Atmosfer panas tersebut memang sudah terasa sejak menjelang laga dimulai.
Namun, momen paling keras justru hanya terjadi saat adanya pelemparan ke arah bus kedua tim sebelum kick-off. Di atas lapangan, Madrid justru tampil dalam salah satu performa El Clasico paling minim intensitas dalam beberapa tahun terakhir.
Vinicius Junior sempat terlibat dorong-dorongan dengan Gerard Martin pada babak kedua sebagai insiden kecil. Sementara itu, Trent Alexander-Arnold mendapat kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Raphinha.
Jude Bellingham juga mengalami benturan keras hingga mengeluarkan darah, meski insiden tersebut tidak berlanjut menjadi penalti. Di sisi lain, situasi di lini belakang Madrid terlihat kurang sigap dalam beberapa momen penting.
Aksi lambat dari Raul Asencio dan Aurelien Tchouameni saat mengejar Ferran Torres yang berujung gol cepat semakin menegaskan lemahnya semangat bertarung tim. Momen tersebut menjadi gambaran jelas kurangnya intensitas Madrid sepanjang pertandingan.
3. Arbeloa Masih Peduli Meski Segalanya Berantakan

Alvaro Arbeloa tampil penuh emosi sepanjang pertandingan yang melibatkan Real Madrid. Ia bahkan beberapa kali menghindari duduk di area bangku cadangan seolah tidak nyaman dengan situasi yang terjadi.
Sikap energik Arbeloa di pinggir lapangan tidak sepenuhnya berdampak pada performa tim. Namun, hal itu menunjukkan bahwa sosok yang dikenal loyal terhadap klub masih memiliki rasa bangga terhadap pekerjaannya.
Besar kemungkinan ini menjadi satu-satunya kesempatan Arbeloa memimpin laga El Clasico sebagai pelatih. Real Madrid kini diperkirakan akan mencari pelatih baru untuk menstabilkan ruang ganti pada musim berikutnya.
4. Pertahanan Perlu Perombakan Lagi

Real Madrid kembali menyoroti sektor pertahanan yang belum sepenuhnya stabil meski sudah melakukan belanja besar pada musim sebelumnya. Beberapa nama seperti Alvaro Carreras, Trent Alexander-Arnold, dan Dean Huijsen telah didatangkan untuk memperkuat lini belakang.
Namun, performa di lapangan menunjukkan bahwa pembenahan masih sangat dibutuhkan. Situasi itu terlihat jelas saat Madrid mencoba meredam serangan FC Barcelona tanpa kehadiran Lamine Yamal.
Raul Asencio dan Fran Garcia gagal menunjukkan performa meyakinkan untuk mempertahankan posisi mereka di tim utama. Asencio bahkan kesulitan sepanjang laga dan harus menerima kartu kuning pada penampilan pertamanya setelah absen sebulan.
Tambahan pemain baru dinilai tetap dibutuhkan untuk mengatasi masalah cedera jangka panjang yang dialami Eder Militao dan Ferland Mendy. Kondisi tersebut membuat Madrid harus kembali merombak sektor pertahanan pada bursa transfer berikutnya.
5. Tanpa Mbappe, Daya Serang Melemah

Ada pandangan bahwa Real Madrid justru tampil lebih solid secara kolektif tanpa kehadiran Kylian Mbappe. Namun, laga ini tidak menjadi bukti yang mendukung teori tersebut karena lini serang mereka terlihat tumpul.
Mbappe dikenal sebagai ancaman paling konsisten di depan gawang meski memiliki sejumlah kekurangan dalam permainan. Ketidakhadirannya membuat Madrid kehilangan sosok yang mampu mengubah jalannya pertandingan di momen penting.
Di laga tersebut, Madrid hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran di markas Barcelona. Pengganti Mbappe, Gonzalo Garcia, gagal memanfaatkan peluang terbaik setelah tembakannya hanya mengenai sisi luar gawang.
Vinicius Junior yang menjadi kapten hanya mencatat xG sangat rendah, sementara Jude Bellingham tidak menciptakan peluang maupun tembakan sepanjang laga. Kondisi tersebut menegaskan betapa minimnya daya gedor Madrid tanpa Mbappe.
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Endrick Mulai Mencari Jalan ke Premier League, Berpeluang Gabung MU?
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 16:35
-
Jadi Asisten Jose Mourinho, Apa Peran Sami Khedira di Real Madrid?
Liga Spanyol 9 Agustus 2026, 13:28
-
Kapan Benjamin Sesko Kembali? Ini Prediksi Waktu Comeback Sang Striker
Liga Inggris 9 Agustus 2026, 10:33
LATEST UPDATE
-
Hanya Satu Gelandang Real Madrid yang Benar-benar Tak Tergantikan
Liga Spanyol 10 Agustus 2026, 15:09
-
3 Pemain Real Madrid yang Performanya Diharapkan Meningkat di Era Jose Mourinho
Liga Spanyol 10 Agustus 2026, 14:18
-
3 Pemain Barcelona yang Terancam Kehilangan Tempat dengan Kedatangan Rodri
Liga Spanyol 10 Agustus 2026, 13:11
-
Lamine Yamal, False Nine, dan Evolusi Serangan Barcelona
Liga Spanyol 10 Agustus 2026, 12:23
-
Jose Mourinho Ingin Pangkas Skuad Real Madrid, Siapa Saja yang Terancam?
Liga Spanyol 10 Agustus 2026, 11:45
-
Kapan Terakhir Marcus Rashford Tampil untuk Manchester United?
Liga Inggris 10 Agustus 2026, 10:40
-
Liverpool Kembali Tumbang, Masalah Pertahanan Makin Mengkhawatirkan
Liga Inggris 10 Agustus 2026, 09:51
-
Full-Time, Saatnya Balik Fresh! Ini Grooming Simpel Buat Cowok yang Hobi Main Bola
Lain Lain 10 Agustus 2026, 09:31
-
Jose Mourinho Pernah Teken Kontrak Jadi Pengganti Sir Alex di Manchester United
Liga Inggris 10 Agustus 2026, 08:57
-
Jawa Barat Dominan, IMC 2026 Tegaskan Kebangkitan Muaythai Indonesia
Olahraga Lain-Lain 10 Agustus 2026, 08:44
-
Chelsea Berpeluang Dapat Rp96 Miliar dari Transfer Romelu Lukaku
Liga Inggris 10 Agustus 2026, 08:23
-
Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
Piala Dunia 10 Agustus 2026, 08:12
-
Juventus Membidik Striker yang Bakal Dilepas Atletico Madrid
Liga Italia 10 Agustus 2026, 07:52
-
AC Milan Sepakat Pinjamkan Zachary Athekame ke Klub Prancis
Liga Italia 10 Agustus 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



