Akhir Polemik Eksekutor Penalti Madrid, Alonso Pilih Mbappe Geser Vinicius
Richard Andreas | 21 Agustus 2025 16:50
Bola.net - Dilema eksekutor penalti Real Madrid akhirnya menemukan titik terang di musim 2025/2026. Kylian Mbappe resmi ditunjuk sebagai penendang utama setelah Xabi Alonso mengumumkan keputusan tersebut pascapelantikannya sebagai pelatih.
Posisi kedua kini ditempati Vinicius Junior, mengakhiri perdebatan panjang yang mengemuka sepanjang musim lalu. Di era Carlo Ancelotti, kedua pemain kerap bergantian tanpa ada kejelasan urutan prioritas.
Efektivitas kebijakan baru ini langsung terbukti pada laga perdana La Liga melawan Osasuna. Satu-satunya gol kemenangan Los Blancos lahir dari eksekusi penalti Mbappe yang dingin dan presisi.
Keputusan Tegas Alonso
Jurnalis Marcos Benito dari El Chiringuito TV mengungkap motivasi di balik langkah Alonso. Pelatih berusia 42 tahun itu ingin segera mengakhiri ketidakpastian yang mengganggu fokus tim.
Musim sebelumnya, situasi ambigu ini kerap mencuri perhatian publik dan media. Real Madrid sering terlihat bingung ketika mendapat kesempatan dari titik penalti karena tidak ada hierarki yang jelas.
Penetapan Mbappe sebagai eksekutor primer sekaligus memperkuat posisinya sebagai leader lini depan. Kepercayaan tambahan ini tampak mendongkrak performa dan mental pemain asal Prancis tersebut.
Analisis Statistik yang Mendasari Keputusan

Data musim 2024/2025 memberikan justifikasi rasional atas pilihan Alonso. Mbappe memang pernah gagal tiga kali dari titik putih, namun berhasil mengonversi delapan penalti lainnya dengan konsistensi tinggi.
Catatan Vinicius justru menunjukkan fluktuasi yang lebih besar. Dari enam kesempatan penalti, pemain Brasil itu hanya berhasil empat kali sementara dua kegagalannya memberikan dampak negatif signifikan bagi tim.
Momen terburuk terjadi saat berhadapan dengan Valencia di La Liga ketika tendangannya dengan mudah diantisipasi Giorgi Mamardashvili. Kegagalan serupa juga terjadi di babak 16 besar Liga Champions kontra Atletico Madrid meski di laga berbeda ia sempat sukses mencetak gol.
Pergeseran Dinamika Internal
Keputusan Alonso mencerminkan perubahan hierarki di dalam skuad Los Blancos. Mbappe tidak hanya ditempatkan sebagai bintang utama, tetapi juga diberi tanggung jawab penuh dalam situasi-situasi menentukan.
Di sisi lain, Vinicius menghadapi tekanan kritik yang semakin menguat belakangan ini. Inkonsistensi performa dan intensitas yang dianggap menurun membuatnya kehilangan status sebagai opsi terpercaya dari titik penalti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alasan Hansi Flick Ngebet Datangkan Anthony Gordon ke Barcelona
Liga Spanyol 29 Mei 2026, 15:38
-
Barcelona Belum Berhenti, Kini Bidik Bek Manchester City
Liga Spanyol 29 Mei 2026, 15:14
LATEST UPDATE
-
Jumlah Trofi Liga Champions: PSG Punya 2, Kylian Mbappe Masih 0!
Liga Champions 31 Mei 2026, 03:39
-
Man of the Match PSG vs Arsenal: Vitinha
Liga Champions 31 Mei 2026, 02:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04
















