Analisis Kekalahan Barcelona: Kekuatan yang Pincang, Garis Pertahanan Tinggi yang Jadi Bumerang
Gia Yuda Pradana | 27 Oktober 2025 14:35
Bola.net - Real Madrid memenangi El Clasico pertama musim ini. Bermain di Santiago Bernabeu pada pekan ke-10 La Liga 2025/2026, Los Blancos menaklukkan Barcelona dengan skor 2-1. Gol Kylian Mbappe dan Jude Bellingham memastikan kemenangan bagi tim tuan rumah, sementara Fermin Lopez sempat menyamakan kedudukan untuk Blaugrana.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Madrid. Musim lalu, mereka kalah di empat pertemuan dari Barcelona, tetapi kali ini, di bawah kendali Xabi Alonos, Los Blancos tampil lebih tajam, lebih berani, dan lebih efektif dalam mengeksploitasi garis pertahanan tinggi milik lawan.
Bagi Barcelona, kekalahan ini kembali menegaskan dua masalah utama yang belum teratasi di bawah Hansi Flick: garis pertahanan yang terlalu berisiko dan absennya sejumlah pemain kunci akibat cedera.
Barcelona: Garis Tinggi yang Jadi Bumerang

Sejak menit pertama, Real Madrid langsung menguji keberanian Barcelona dengan memainkan bola-bola terobosan cepat. Pola garis tinggi yang diandalkan Flick memang membuat lawan sering terjebak offside, tetapi juga membuka ruang besar di belakang lini belakang.
Contohnya terlihat pada gol pembuka. Setelah sepakan spektakuler Mbappe dari luar kotak penalti dianulir VAR karena offside tipis, sang penyerang akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-22. Berawal dari putaran cepat Bellingham yang lepas dari penjagaan Pedri, bola diteruskan kepada Mbappe yang dengan dingin menaklukkan Wojciech Szczesny.
Masalahnya, garis tinggi Barca tidak didukung koordinasi yang cukup. Alejandro Balde terlambat sepersekian detik untuk naik, dan itu cukup bagi Mbappe untuk lolos. Ini bukan insiden tunggal. Sepanjang laga, Vinicius dan Mbappe berulang kali menemukan celah dari jebakan offside yang gagal berfungsi sempurna.
Barcelona: Ketimpangan dan Ketiadaan

Meski sempat membalas lewat skema serangan balik cepat yang dituntaskan Fermin Lopez pada menit ke-38, Barcelona tampak kesulitan menjaga intensitas permainan. Gol kedua Madrid yang dicetak Bellingham di menit ke-43 menjadi bukti rapuhnya reaksi pertahanan mereka terhadap bola mati.
Para pemain Blaugrana memprotes keras karena merasa Pau Cubarsi dilanggar Dean Huijsen, tetapi protes itu tak mengubah keputusan. Bellingham, berdiri bebas di tiang jauh, menyambar bola dan membawa Madrid kembali unggul. Setelah itu, Barca seperti kehilangan arah.
Absennya para pemain inti membuat permainan mereka pincang. Tanpa Robert Lewandowski, Raphinha, Dani Olmo, dan Gavi, daya dobrak Barca menurun drastis. Di lini belakang, Eric Garcia yang menggantikan Andreas Christensen tampil kurang meyakinkan. Szczesny, meski tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan, tak bisa memulai serangan seperti halnya Marc-Andre ter Stegen atau Joan Garcia.
Waktu yang Bisa Jadi Musuh Barcelona

Flick menonton laga dari tribune eksekutif karena menjalani skorsing, sementara di lapangan, anak asuhnya tampak kehabisan ide. Barcelona memang berusaha menahan tekanan, tetapi semakin terlihat betapa pola garis tinggi mereka lebih banyak menimbulkan risiko ketimbang keuntungan.
Fakta bahwa Madrid tiga kali digagalkan VAR karena offside seharusnya menjadi peringatan, bukan pembenaran. Lima kali lawan terjebak offside tak berarti pertahanan bekerja baik; yang lebih penting adalah bagaimana mengontrol ruang di belakang dengan cepat dan kompak—sesuatu yang gagal dilakukan Barca.
Musim masih panjang, tetapi jika cedera para pemain inti belum pulih dalam waktu dekat, jarak poin dengan Madrid bisa melebar terlalu jauh untuk dikejar. Bagi Barcelona, waktu bukan sekadar tantangan, melainkan ancaman yang nyata.
Sumber: BBC Sport
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Kalahkan Barcelona, Bukti Real Madrid Kembali Bermain dengan Rasa Percaya Diri dan Karakter yang Kuat
3 Pertanyaan untuk Real Madrid usai Menundukkan Barcelona 2-1 di El Clasico
El Clasico, Gol Bellingham, dan Awan Kontroversi di Bernabeu
Lamine Yamal dan Malam Penuh Cemoohan di Santiago Bernabeu
Barcelona dan Pencarian Elemen yang Hilang
Barcelona Gigit Jari di Bernabeu: Tumpulnya Torres dan Yamal Jadi Masalah Utama
Pertahanan Barcelona Berantakan: Saat Real Madrid Menelanjangi Kekacauan di Lini Belakang Blaugrana
Prediksi Atalanta vs AC Milan 29 Oktober 2025
Prediksi Lecce vs Napoli 29 Oktober 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lionel Messi Beli CD Eldense, Jadi Klub Kedua Miliknya di Spanyol
Liga Spanyol 9 September 2026, 20:16
-
Thibaut Courtois 'Setengah' Pensiun dari Timnas Belgia
Liga Spanyol 9 September 2026, 19:12
-
Jose Mourinho Sebut Real Madrid vs Inter Bisa Berakhir dengan Skor 7-6
Liga Champions 9 September 2026, 18:15
-
Fermin Lopez Makin Memesona di Barcelona
Liga Spanyol 9 September 2026, 17:57
-
Liverpool vs Atletico Madrid, Pembuktian Kualitas The Reds
Liga Champions 9 September 2026, 14:25
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Como vs Leipzig 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:33
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Slavia Praha vs Lens 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:28
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Bayern vs Bodo/Glimt 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:16
-
Kapan John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026?
Tim Nasional 10 September 2026, 22:12
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: PSV vs Shakhtar 10 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 21:35
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Fenerbahce vs Roma 10 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 21:23
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bhayangkara FC 11 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 19:43
-
Prediksi BRI Super League: Garudayaksa vs Persik 11 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 19:18
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 18:05 -
KapanLagi Pensi Bareng 2026 Dimulai, SMAN 3 Jakarta Jadi Sekolah Pertama
Lain Lain 10 September 2026, 17:25
-
Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 17:18
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



