Arthur Melo Hanyalah Korban dari Kebijakan Transfer Barcelona yang Amburadul
Yaumil Azis | 30 Juni 2020 14:20
Bola.net - Rumor mengenai transaksi pertukaran pemain antara dua klub raksasa Eropa, Juventus dan Barcelona, sudah terendus lama. Namun publik tetap terkejut saat kedua tim tersebut mengumumkan perampungan transfer.
Pertukaran pemain melibatkan dua pemain yang sama-sama beroperasi di sektor tengah, Miralem Pjanic dan Arthur Melo. Banyak yang meyakini kalau Juventus diuntungkan dalam proses pertukaran ini.
Bagaimana tidak, mereka berhasil menyingkirkan Pjanic yang sudah mencapai usia 30 tahun. Lebih dari itu, Juventus juga mendapatkan Arthur yang berusia lebih muda dan diklaim memiliki potensi besar dalam dirinya.
Kok bisa, pemain sepert Arthur yang diklaim memiliki gaya bermain seperti Xavi Hernandez, dilepas begitu saja oleh Barcelona? Mungkin, Arthur merupakan salah satu korban dari bobroknya kebijakan transfer Barcelona.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Buruknya Kebijakan Transfer Barcelona
Sejak kepergian Neymar pada tahun 2017, Barcelona kerap bertindak sembrono dan terburu-buru di bursa transfer. Mereka pun tidak mempertimbangkan prospek jangka panjang dan hanya fokus mendatangkan bintang.
Perekrutan Ousmane Dembele dan Philippe Coutinho mungkin bisa dimaklumi, sebab Barcelona membutuhkan pengganti Neymar dengan segera. Namun beberapa rekrutan mereka lainnya berada dalam taraf mengecewakan.
Kebanyakan dari rekrutan mereka dimainkan pada sektor yang berbeda dari aslinya. Tengok saja Paco Alcacer serta Andre Gomes. Paco Alcacer dikenal sebagai seorang striker haus gol yang kerjanya menanti di kotak penalti.
Namun oleh Barcelona, pria berkebangsaan Spanyol itu justru dimainkan sebagai seorang winger. Ia juga seringkali terpinggirkan walau dalam beberapa kesempatan sukses menunjukkan performa yang gemilang.
Ia kerap dimainkan dalam laga-laga yang tak begitu penting guna mengistirahatkan Luis Suarez. Jelas, Liga Champions tak masuk dalam hitungan. Anehnya, saat tersingkir dari Liga Champions, Barcelona justru berlindung di belakang alasan 'pemain kunci sedang kelelahan'.
Lalu ada Andre Gomes, pemain yang sejatinya beroperasi di sektor tengah sebagai gelandang bertahan. Ia kehilangan kepercayaan dirinya setelah dimainkan sebagai bek sayap.
Kedua pemain ini sedang menikmati kesuksesannya selepas dari Barcelona. Paco Alcacer memecahkan serangkaian rekor di Borussia Dortmund, sementara Andre Gomes menjadi pemain penting di Everton.
Masalah ini juga dialami Antoine Griezmann, yang direkrut dari Atletico Madrid seharga 120 juta euro. Pemain berdarah Prancis itu lebih familiar dengan formasi dua striker. Namun di Barcelona, ia bermain sebagai penyerang sayap dalam formasi 4-3-3.
Posisi Griezmann pun kerap berganti-ganti. Ia pernah jadi winger, penyerang tengah, atau bahkan gelandang serang. Namun ia justru mencatatkan statistik apik kala mengejar pemain lawan dan membantu lini belakang.
Pada akhirnya, Barcelona hanya merekrut pemain yang diinginkan. Bukan yang mereka butuhkan.
Kebijakan Pemain Muda yang Inkonsisten
Beberapa pemain muda kesulitan mendapatkan kepercayaan dari pelatih. Terlepas dari Carles Alena (di Real Betis), Riqui Puig, dan Ansu Fati yang sedang bersinar, jebolan La Masia lainnya tidak mendapatkan kesempatan yang signifikan.
Marc Cucurella dilepas ke Getafe seharga enam juta euro saja, sementara Carles Perez didepak ke AS Roma kendati tampil apik pada beberapa kesempatan. Jean-Clair Todibo dipinjamkan meskipun mereka kekurangan sosok pengganti untuk Gerard Pique yang rentan cedera.
Melepas pemain muda secara ceroboh membuat Barcelona harus melakukan perekrutan yang tergesa-gesa. Contohnya saja Kevin-Prince Boateng, yang direkrut sebagai pinjaman dari Sassuolo musim lalu. Pada musim ini, mereka merekrut Martin Braithwaite karena kekurangan pelapis untuk Luis Suarez.
Sekarang, Barcelona dihuni oleh pemain yang sudah mulai berumur, di mana sebagian pemain bintangnya kini sudah mencapai usia 30-an tahun. Ini dipadukan dengan pemain muda bertalenta yang tak kunjung diuji coba, sementara regulasi FFP terus mengintai mereka.
Masa depan Barcelona kini sedang berada di ujung tanduk. Mungkinkah mereka bernasib seperti AC Milan? Bisa jadi. Namun untuk sekarang, Barcelona masih punya waktu untuk kembali ke jalan yang lurus.
(Sportskeeda)
Baca Juga:
Melihat Perbandingan Arthur dan Pjanic dari Statistik, Siapa yang Lebih Baik?
Barcelona vs Atletico Madrid: Tim yang Frustrasi Berjumpa Tim yang Onfire
Inilah Jadwal Sisa Real Madrid dan Barcelona di La Liga 2019-20, Siapa yang Bakal Tersandung?
Jadwal La Liga Hari Ini: Barcelona vs Atletico Madrid
Wahai Barcelona, Saran Simeone untuk Mengharmoniskan Ruang Ganti Ini Patut Dicoba
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




