FOLLOW US:


Melihat Perbandingan Arthur dan Pjanic dari Statistik, Siapa yang Lebih Baik?

30-06-2020 13:39

 | Yaumil Azis

Melihat Perbandingan Arthur dan Pjanic dari Statistik, Siapa yang Lebih Baik?
Miralem Pjanic, Juventus © AP Photo

Bola.net - Juventus resmi melepas Miralem Pjanic ke Barcelona untuk musim 2020/21 mendatang. Sebagai gantinya, klub raksasa Italia tersebut mendapatkan jasa gelandang berdarah Brasil, Arthur Melo.

Transaksi ini diketahui sebagai pertukaran pemain, namun dengan teknis seperti saling jual beli. Juventus mendapatkan Arthur Melo di harga 82 juta euro, sementara Pjanic pindah ke Barcelona dengan mahar 65 juta euro.

Dalam segi pengeluaran, Juventus jelas dirugikan karena harus menambal selisih harga antar pemain. Namun banyak yang menganggap mereka untung karena sukses mengganti Pjanic dengan pemain berusia lebih muda.

Tetapi, apakah benar Juventus diuntungkan dalam kasus ini? Sportskeeda menyajikan perbandingan antara kedua pemain tersebut berdasarkan statistik permainan. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

1 dari 4

Menit Bermain

Pada musim kemarin, Pjanic mencatatkan total penampilan sebanyak 3.277 menit di semua kompetisi. Sementara Arthur memiliki torehan yang lebih sedikit, yakni 2.476 menit saja.

Perlu diketahui bahwa Arthur baru pindah ke Barcelona pada musim kemarin. Namun, ia tetap mencatatkan jumlah menit bermain yang lebih sedikit ketimbang Pjanic pada musim ini.

Arthur hanya bermain dalam 28 pertandingan dengan catatan 1.541 menit penampilan. Lagi-lagi, ia memiliki alasan yang cukup jelas. Cedera telah memaksanya untuk menepi dari lapangan dalam waktu yang cukup lama.

Di sisi lain, Pjanic bermain dalam 36 pertandingan dengan catatan 2.903 menit bermain. Ia sedang membantu klub berjuluk Bianconeri itu mempertahankan trofi juara Serie A yang sudah bertahan di lemari pialanya bertahun-tahun.

2 dari 4

Gol dan Assist

Dalam urusan mencetak gol, Arthur memiliki torehan yang lebih baik. Mantan pemain Gremio tersebut mengantongi empat gol dan empat assist musim ini. Sementara tahun lalu, ia hanya mampu meraih dua assist tanpa mencetak gol.

Pjanic dikenal memiliki daya kreativitas yang lebih baik, namun pada musim ini hanya mengantongi dua assist saja. Menurun jauh dari musim lalu, di mana dirinya menciptakan delapan assist.

Dalam dua musim terakhir, pria asa Bosnia tersebut juga mengantongi tujuh gol. Namun perlu diketahui bahwa sebagian besar golnya berasal dari tendangan bebas.
Mengingat ia sering terpinggirkan dalam pilhan eksekutor tendangan bebas karena kehadiran Cristiano Ronaldo, kira-kira berapa kali ia mendapatkan kesempatan tersebut saat berada satu tim dengan Lionel Messi?

3 dari 4

Operan

Kedua pemain ini dikenal sebagai distributor bola yang handal selama permainan. Menurut catatan, baik Pjanic maupun Arthur memiliki keberhasilan operan di sekitaran angka 90 persen.

Pada musim lalu, tingkat keberhasilan operan Arthur mencapai 91,7 persen di wilayah lawan. Sementara di musim ini, ia berhasil membukukan 91,1 persen.

Sementara itu, Pjanic hanya membukukan 88 persen tingkat keberhasilan operan di wilayah lawan. Kemungkinan besar, ini disebabkan oleh gaya bermainnya yang lebih ekspansif.

Perlu disadari juga bahwa Pjanic kehilangan penguasaan bola sebanyak 455 kali di sepanjang musim 2018/19. Sedangkan Arthur memiliki catatan yang lebih kecil, yakni 255 kali saja.

4 dari 4

Pekerjaan Kotor

Beroperasi di sektor gelandang membuat Pjanic dan Arthur memiliki tugas ganda. Selain harus mendistribusikan bola ke rekan-rekan setimnya, mereka juga harus merusak pola serangan lawan.

Arthur memiliki catatan 146 kali keberhasilan berduel dengan pemain lawan, sementara Pjanic hanya 127 kali saja. Untuk musim ini, Arthur hanya tertinggal dua angka saja dari Pjanic dengan jumlah penampilan yang jauh lebih sedikit.

Dalam urusan memotong pergerakan bola (intersep), Pjanic lebih ahli dari pria berusia 23 tahun tersebut. Ia melakukan 50 intersep di musim ini sementara Arthur hanya memiliki enam catatan intersep saja. Musim lalu tidak begitu berbeda. Pjanic memiliki catatan 53 kali intersep, sementara Arthur hanya 19.

(Sportskeeda)