Asal Mula Julukan Gol Olimpiade, Gol dari Sepak Pojok yang Dicetak Toni Kroos
Aga Deta | 9 Januari 2020 10:38
Bola.net - Real Madrid melangkah ke final Piala Super Spanyol dengan membungkam Valencia 3-1 di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (9/1/2020) dini hari WIB. Pada laga tersebut Toni Kross mencuri perhatian setelah mencetak gol spektakuler dari sepak pojok atau yang dikenal dengan julukan gol Olimpiade.
Real Madrid membuka keunggulan saat laga baru berjalan 15 menit. Gelandang asal Jerman, Toni Kroos, mencetak gol sensasional. Sepak pojok dari mantan pemain Bayern Munchen tersebut langsung meluncur membobol jala Valencia yang dikawal Jaume Doménech.
Dua gol Real Madrid lainnya disumbangkan Isco dan Luka Modric. Adapun satu-satunya gol balasan Valencia diciptakan Daniel Parejo.
Gol Olimpiade ala Toni Kroos tersebut langsung menjadi bahasan hangat di media sosial. Pencinta sepak bola langsung membanjiri pemain asal Jerman tersebut dengan pujian.
Yang menarik, mengapa gol ala Toni Kroos tersebut dijuluki gol Olimpiade. Tentu saja itu bukan julukan baru. Istilah gol olimpiade sudah dikenal bertahun-tahun silam. Bahkan, julukan gol tersebut sudah muncul sejak 96 tahun silam.
Bagaimana asal mula istilah gol Olimpiade muncul? Berikut ini penjelasan sejarahnya, seperti yang dilansir dari American Soccer Now.
Muncul Sejak 1924
Menurut situs tersebut, definisi Gol Olimpiade atau Gol Olimpico adalah yang dicetak langsung dari tendangan sudur tanpa kontak dengan pemain lain dalam prosesnya.
Istilah Gol Olimpiade tersebut muncul sejak 2 Oktober 1924, pada laga persahabatan antara dua negara kuat Amerika Selatan, Argentina versus Uruguay di Estadio Sportivo Barracas.
Saat itu, Uruguay berstatus sebagai juara bertahan emas sepak bola Olimpiade 1924. Alhasil, meskipun bertajuk laga persahabatan, pertandingan itu dianggap bergengsi.
Ketika pertandingan tersisa 15 menit, Casareo Onzari mencetak gol kemenangan melalui sepak pojok langsung. Gol tersebut memastikan Argentina menang dengans skor 2-1.
Gol tersebut langsung menjadi pembahasan hangat. Media-media setempat memberikan julukan khusus pada gol itu. Julukan Gol Olimpiade dipilih merujuk pada status Uruguay sebagai juara bertahan di Olimpiade. Istilah tersebut bertahan hingga sekarang.
Beckham dan Henry Pernah Cetak Gol Olimpiade
Bukan hanya Casareo Onzari dan Toni Kross yang pernah mencetak gol Olimpiade seperti itu. Banyak pesepak bola dunia yang pernah mencatatkan namanya dalam daftar unik tersebut.
Mantan gelandang Timnas Inggris, David Beckham, pernah beberapa kali mencetak gol serupa sepanjang kariernya. Legenda Manchester United itu dikenal sebagai pemain yang piawai mencetak gol dari bola-bola mati.
Pada 2012, Thierry Henry juga pernah melesakkan Gol Olimpiade seperti itu saat bermain untuk klub New York Red Bulls.
Meskipun gol sepak pojok bukan fenomena baru, namun tetap saja selalu mengundang decak kagum dari para pencinta sepak bola bila gol seperti itu kembali tersaji. Tak terkecuali yang dilakukan Toni Kross.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Yus Mei Sawitri/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 9 Januari 2020
Baca Juga:
Arema Cuci Gudang Jelang Musim 2020, Ini Alasannya
Agar Kembali kompetitif, Ini 3 Area yang Perlu Ditingkatkan Arsenal
Ini Sederet Pemain Afrika di Liga 1 yang Bikin Heboh Awal 2020
Ini Alasan Son Heung-min Pantas Dijuluki Cristiano Ronaldo dari Asia
Melihat Kembali Sederet Kontroversi Patrich Wanggai, Rekrutan Anyar Persebaya
Reaksi Kocak Netizen Setelah Liverpool Umumkan Pakai Jersey Nike: Bisa Beli Ronaldo dan Messi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Betis vs Madrid: Alvaro Valles
Liga Spanyol 5 September 2026, 06:58
-
Hasil Betis vs Madrid: Los Blancos Takluk!
Liga Spanyol 5 September 2026, 06:27
-
Link Live Streaming Betis vs Madrid, 5 September 2026
Liga Spanyol 4 September 2026, 23:45
-
Jude Bellingham Makin Bersinar di Sistem Jose Mourinho: Lebih Bebas dan Lebih Berbahaya
Liga Spanyol 4 September 2026, 21:25
-
Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
Liga Spanyol 4 September 2026, 18:30
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
-
Rapor Pemain Manchester United Kontra Everton: Mbeumo Gemilang, Lammens Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 22:48
-
Man of the Match Everton vs Man Utd: Bryan Mbeumo
Liga Inggris 6 September 2026, 22:23
-
Hasil Everton vs Man Utd: Gol Menit 90+6 Buyarkan Kemenangan Setan Merah
Liga Inggris 6 September 2026, 22:01
-
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Pio Esposito hingga 2032
Liga Italia 6 September 2026, 21:41
-
Curtis Jones Ungkap Alasan Sebenarnya Tinggalkan Liverpool demi Inter Milan
Liga Italia 6 September 2026, 21:30
-
Tempat Menonton Arsenal vs Chelsea di Premier League, 6 September 2026
Liga Inggris 6 September 2026, 21:15
-
Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:04
-
Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
Bola Indonesia 6 September 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

