Beda Nasib Eden Hazard vs Antoine Griezmann: Yang Satu Dipuji, yang Lain Dimaki
Richard Andreas | 20 Juni 2020 09:01
Bola.net - Sama-sama baru bergabung dengan klub baru, tapi nasib Eden Hazard dan Antoine Griezmann jauh berbeda. Hazard diterima dengan baik di Real Madrid, sedangkan Griezmann masih kesulitan di Barcelona.
Hazard tiba di Madrid dengan harapan bisa jadi penerus Cristiano Ronaldo. Dia tampil gemilang bersama Chelsea beberapa musim terakhir, wajar Madrid berminat mendatangkannya.
Kasus Griezmann sedikit berbeda. Sepertinya transfer Griezmann semata-mata bentuk ambisi klub, dia tidak benar-benar dibutuhkan, tidak benar-benar cocok dengan tim.
Akibatnya, perlakuan khayalak dan media terhadap kedua pemain ini selalu berbeda. Apa maksudnya? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Beda perlakuan
Musim ini Hazard pun masih minim kontribusi, cedera panjang membuatnya melewatkan banyak pertandingan. Griezmann, meski terus diragukan, terbukti bisa diandalkan ketika Lionel Messi terpaksa absen.
Anehnya, penilaian terhadap dua pemain ini justru bertolak belakang. Seharusnya Hazard yang dikritik, bukan Griezmann. Demikian sebaliknya, Griezmann pun seharusnya layak mendapatkan pujian dari fans Barca.
Namun, faktanya sekarang situasi keduanya tertukar. Griezmann selalu dikritik, dianggap tersesat dan tidak punya ruang di Barca. Bahkan gol-gol Griezmann tidak pernah mendapatkan pujian.
Sebaliknya, Hazard justru disebut 'sudah cukup memuaskan' meski sebenarnya dia tidak banyak berkontribusi, bahkan melewatkan sebagian besar pertandingan karena cedera.
Pujian untuk Eden Hazard
Tercatat, sejak bergabung pada musim panas tahun lalu, Hazard hanya menorehkan 17 penampilan untuk Madrid (12 di La Liga, 5 di Liga Champions). Dia hanya bisa mencetak satu gol, meski bisa menyumbang tujuh assists.
Torehan itu jelas buruk, terlalu sedikit dari seorang pemain yang diharapkan bisa jadi megabintang baru, jadi andalan baru. Bahkan musim adaptasi Hazard ini dapat disebut gagal.
Anehnya, Hazard tetap dipuji. Setiap kali dia bermain, meski tidak mencetak gol, akan selalu ada pujian yang dia terima. Entah untuk kemampuan dribelnya, entah untuk kebiasaannya memecah konsentrasi bek lawan.
Seolah-olah media dan fans Madrid sudah cukup puas melihat Hazard berdansa di lapangan, meski tidak ada kontribusi nyata.
Kritikan untuk Griezmann
Di atas kertan, Griezmann jelas jauh lebih baik dari Hazard. Eks Atletico Madrid ini telah menempuh 39 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 14 gol dan 4 assists.
Angka itu jelas terbilang baik bagi pemain yang baru tiba di klub baru. Griezmann masih menyesuaikan diri, tapi minimal dia bisa memberikan kontribusi.
Nahasnya, ada saja kritikan yang mengganggu Griezmann. Permainannya selalu dikritik, mulai dari pemilihan posisi yang keliru, kesulitan dengan gaya bermain baru, sampai sering terlihat kebingungan di lapangan.
Griezmann bahkan dianggap tidak akan lama bertahan di Barca, sebab Camp Nou tidak bisa menjadi rumah untuk pemain seperti dia.
Beda Nasib
Dua fenomena yang bertolak belakang ini jelas cukup membingungkan. Namun, sepertinya itulah risiko bermain untuk klub besar. Greizmann dan Hazard harus siap dikritik.
Selain itu, beda perlakuan ini pun mungkin menggambarkan perbedaan sikap kedua suporter. Fans Madrid sepertinya lebih baik dalam memberi kesempatan, sedangkan fans Barca tegas tidak mau menoleransi.
Masalahnya, perbedaan perlakuan ini pun bisa berujung pada perbedan hasil. Hazard jelas beruntung bisa mendapatkan kesempatan berkembang di linkungan yang suportif, beda dengan Griezmann yang selalu tertekan.
Demi Gelar
Bagaimanapun, terlepas dari perbedaan dua perlakuan pemain bintang ini, satu persamaannya adalah mereka berdua sama-sama dibutuhkan klub masing-masing untuk mencoba menjuarai La Liga musim ini.
Barca harus berkonsentrasi penuh dalam 9 pertandingan sisa, Quique Setien pun sudah menegaskan bahwa dia masih sangat membutuhkan Griezmann.
Hazard, di sisi lain, punya masalah berbeda. Dia harus menjaga diri agar tidak cedera lagi, tenaganya masih sangat dibutuhkan Los Blancos.
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








