Dean Huijsen Mulai Tunjukkan Kapasitasnya sebagai Pewaris Nomor 4 Sergio Ramos

Gia Yuda Pradana | 12 September 2026 16:22
Dean Huijsen Mulai Tunjukkan Kapasitasnya sebagai Pewaris Nomor 4 Sergio Ramos
Dean Huijsen berebut bola dengan Chupete di laga Real Madrid vs Malaga, Minggu (30/8/2026) (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Musim 2026/27 menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain Real Madrid untuk bangkit setelah menjalani musim sebelumnya yang kurang memuaskan. Salah satunya adalah Dean Huijsen yang kini memperlihatkan perkembangan signifikan di lini belakang Los Blancos.

Huijsen tiba dari Bournemouth pada musim panas lalu dengan biaya lebih dari €60 juta (sekitar Rp1,23 triliun). Bek asal Spanyol itu sempat kesulitan pada musim debutnya, tetapi penampilannya pada awal musim baru memperlihatkan perubahan besar.

Advertisement

Perubahan tersebut bukan hanya terlihat dari performa Huijsen di atas lapangan, tetapi juga dari sikapnya dalam menghadapi lawan. Setelah mewarisi nomor 4 milik Sergio Ramos, sang bek mulai menunjukkan karakter yang lebih agresif dan sesuai dengan kebutuhan Real Madrid.

1 dari 4 halaman

Huijsen Menemukan Permainan Terbaiknya

Huijsen kini menjadi bagian penting dari lini belakang Real Madrid di bawah asuhan Jose Mourinho. Kehadirannya bersama Ibrahima Konate yang datang pada musim panas berpotensi memberikan fondasi pertahanan lebih kuat.

Real Madrid sejak beberapa musim terakhir membutuhkan kestabilan di lini belakang. Huijsen berbekal kemampuan teknis dan fisik yang membuatnya punya modal untuk menjadi pusat pertahanan dalam jangka panjang.

Mourinho juga memiliki pengalaman bekerja bersama Huijsen ketika keduanya berada di Roma. Hubungan tersebut membantu sang pelatih memahami karakter pemain sekaligus mencari cara terbaik untuk mengeluarkan kemampuan maksimalnya.

2 dari 4 halaman

Karakter Huijsen Mulai Berubah

Huijsen sebelumnya memiliki reputasi sebagai pemain yang tenang dan jarang terlibat dalam situasi panas di lapangan. Namun, musim ini terlihat sisi berbeda dari pemain berusia 21 tahun tersebut setelah mengenakan nomor 4.

Perubahan itu terlihat ketika Real Madrid mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-1. Huijsen terlibat perselisihan panas dengan Lautaro Martinez dan Nicolo Barella yang memperlihatkan keberanian serta agresivitas yang jarang terlihat darinya pada musim lalu.

Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa Huijsen kini bermain dengan mentalitas yang lebih kuat. Ia tidak hanya mengandalkan kemampuan membaca permainan, tetapi juga berani menghadapi duel fisik dan menunjukkan ketegasan ketika situasi pertandingan memanas.

3 dari 4 halaman

Tantangan Mempertahankan Konsistensi

Performa awal musim memberikan alasan bagi Real Madrid untuk berharap banyak kepada Huijsen. Ia mulai terlihat seperti bek yang mampu memikul tanggung jawab besar di jantung pertahanan.

Namun, tantangan terbesar Huijsen adalah mempertahankan level permainan tersebut sepanjang musim. Konsistensi menjadi penting karena musim lalu cedera turut menghambat perkembangannya bersama Real Madrid.

Jika mampu menjaga kebugaran dan mempertahankan mentalitas barunya, Huijsen berpeluang semakin identik dengan nomor 4. Warisan Ramos memang berat, tetapi perkembangan Huijsen sejauh ini menunjukkan bahwa ia mulai memiliki karakter yang dibutuhkan untuk menjadi penerusnya.

Sumber: The Real Champs

4 dari 4 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE