Di Balik Gaya Main Barcelona yang Atraktif, Ada Sisi Rapuh yang Mudah Dieksploitasi
Gia Yuda Pradana | 7 Oktober 2025 16:06
Bola.net - Barcelona selalu menjadi simbol sepak bola menyerang yang indah. Dengan penguasaan bola tinggi dan pola permainan cepat, tim asuhan Hansi Flick tetap setia pada jati diri klub. Namun, keindahan itu kini dipertanyakan efektivitasnya, terutama setelah kekalahan dari PSG dan kekalahan telak di tangan Sevilla.
Mantan gelandang Real Madrid, Toni Kroos, menganggap Barcelona sedang membayar harga mahal atas filosofi yang terlalu berani. Dalam podcast Einfach mal Luppen bersama saudaranya Felix, Kroos menilai risiko besar dalam sistem Flick bisa menggagalkan ambisi mereka di Liga Champions.
Menurut Kroos, Barcelona masih menjadi tim dengan permainan paling menarik di Eropa. Akan tetapi, di balik gaya main atraktif itu, ia melihat sisi rapuh yang mudah dieksploitasi ketika pemain kunci tak tampil maksimal. Bagi Kroos, gaya permainan indah tanpa keseimbangan justru menjadi bahaya tersendiri.
Ia menilai apa yang sedang dialami Barcelona bukan sekadar fase buruk, tetapi konsekuensi dari permainan yang tidak siap menghadapi momen sulit di kompetisi besar seperti Liga Champions.
Gaya Indah yang Bisa Jadi Bumerang

Kroos memberikan pujian sekaligus kritik terhadap gaya khas Barcelona. “Barcelona memiliki salah satu gaya bermain paling menarik di Eropa. Yang paling menarik di Eropa,” ujarnya, dikutip MARCA. Setelah itu, ia menegaskan, “Saya juga berpikir bahwa Barcelona mengambil terlalu banyak risiko. Pada hari buruk bagi Pedri, Lamine Yamal, atau Raphinha, tim mana pun bisa menyakiti mereka dan menyingkirkan mereka dari Liga Champions.”
Pendapat tersebut menggambarkan bahwa Barcelona bergantung besar pada performa individu pemain muda. Ketika salah satu dari mereka tampil di bawah standar, sistem permainan mereka menjadi rapuh. Kroos menilai, di level Eropa, hal kecil seperti itu bisa berujung fatal.
Pola yang Berulang dari Musim ke Musim

Kroos mengingatkan bahwa situasi semacam ini bukan pertama kali dialami Barcelona. Ia mencontohkan musim lalu ketika mereka tersingkir oleh Inter Milan. “Itu terjadi pada mereka tahun lalu dengan Inter Milan, dan tahun ini, entah di babak 16 besar, perempat final, semifinal, atau final, pada akhirnya mereka akan menghadapi lawan seperti itu,” katanya.
Meski begitu, Kroos yakin risiko itu hanya akan berdampak di Liga Champions. “Ini akan terjadi pada Barcelona di Liga Champions,” ujarnya, sebelum menambahkan, “Saya tidak berpikir itu akan terjadi di La Liga karena mereka sangat dominan.”
Pandangan ini menunjukkan bahwa Kroos melihat Liga Champions sebagai ujian sebenarnya bagi konsistensi dan adaptasi Barcelona. Di Spanyol, mereka bisa mengontrol permainan. Namun, di Eropa, setiap kesalahan kecil bisa berarti tersingkir.
Masalah Fisik dan Kurangnya Alternatif

Selain risiko gaya bermain, Kroos menyoroti aspek stamina dan manajemen permainan. Ia melihat bahwa Barcelona sering kehilangan tenaga di menit-menit akhir. “Terutama setelah menit ke-75, Anda melihat semua orang lebih lelah dan mereka tidak mengubah gaya permainan untuk menutup ruang,” ujarnya.
Kroos menilai kelelahan tanpa perubahan taktik membuat Barcelona mudah ditembus. “Jika Anda lelah dan tidak mengubah gaya permainan, akan sangat jelas terlihat betapa terbukanya Anda,” tegasnya.
Pendapat Kroos ini menjadi cermin bagi Flick dan timnya. Gaya menyerang memang memukau, tetapi tanpa rencana cadangan dan kontrol energi, keindahan itu bisa berubah menjadi kelemahan. Di Liga Champions, kata Kroos, siapa pun bisa menyingkirkan Barcelona—terutama saat mereka sendiri lupa bagaimana cara bertahan.
Sumber: MARCA, Barca Universal
Klasemen La Liga
Klasemen Liga Champions
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Barcelona Kehilangan Pemain yang Mampu Memberi Denyut Kehidupan di Lapangan
Wajah Baru Inter Milan: Semua Bisa Cetak Gol, Semua Bisa Menyerang
Chivu Menyatukan Kembali Inter yang Hancur Berkeping-keping di Munich
Grande Partita yang Membosankan dan Keputusan Tudor yang Mengundang Tanda Tanya
Keras! Jurnalis Italia Desak Igor Tudor Angkat Kaki dari Juventus
Juventus Terus Pantau Sandro Tonali, Mimpi Lama yang Belum Padam
3 Sisi Cerah dan 2 Catatan Gelap untuk AC Milan
Rafael Leao Masih Harus Bekerja Keras dan Banyak Belajar untuk Jadi Nomor 9 AC Milan
UEFA Izinkan Villarreal vs Barcelona di Miami, Milan vs Como di Perth: Keputusan Bersejarah Sekaligus Peringatan
Tensi Panas jelang Laga Italia vs Israel: Lebih Banyak Massa di Luar Stadion daripada di Dalam
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




