Dianggap Terlalu Besar, Mengapa Barcelona Potong Gaji Pemain Sampai 70 Persen?
Richard Andreas | 1 April 2020 09:20
Bola.net - Pemain-pemain Barcelona mengambil keputusan berani dengan memotong gaji bulanan mereka sebesar 70 persen untuk membantu klub tetap berjalan di tengah krisis virus corona. Barca bukan yang pertama melakukannya, tapi jelas diperlukan.
Proses pemotongan gaji ini sempat menimbulkan polemik karena terlalu lama. Pemain Barca dituding menolak gagasan tersebut, sampai akhirnya Lionel Messi muncul dan membantah tudingan tersebut.
Sekarang, sang presiden, Josep Maria Bartomeu, menjelaskan mengapa mereka menyepakati angka 70%. Jumlah itu cukup besar bagi para pemain, tapi ternyata terbilang kecil untuk menjaga keberlangsungan klub.
Apa maksud Bartomeu? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
70 Persen = 16 Juta Euro
Pemotongan gaji itu merupakan langkah terbaik untuk melindungi ratusan staf Barca lainnya yang mungkin tidak seberuntung para pemain. Gaji pesepak bola sangat besar, tapi gaji pembersih stadion jelas kecil.
Kesenjangan itulah yang coba diatasi dengan pemotongan gaji. Singkatnya, para pemain membantu klub membayar gaji staf-staf kecil yang menggantungkan hidup mereka pada klub.
"Para pemain bakal memotong gaji bulanan mereka sebesar 70 persen dan ditambah dua persen lainnya untuk membantu pekerja non-olahraga. Barca bakal membayar sebagian gaji mereka, tapi para pemain bakal menggenapinya jadi 100 persen," ujar Bartomeu kepada Sport.
"Pemain juga bakal kehilangan 5,75 persen dari pendapatan tahunan mereka selama setiap bulan darurat. Klub bakal menghemat sampai 14 juta euro dari sepak bola dan 2 juta euro dari tim-tim lainnya."
"Artinya, kami menghemat 16 juta euro di setiap bulan selama masa-masa darurat di Spanyol," sambungnya.
Mengapa 70 Persen?
Tentu angka 70 persen itu tidak muncul tiba-tiba. Pihak klub sudah menghitung total pengeluaran dan pendapatan mereka, lalu mencapai kesimpulan bahwa pemotongan gaji sebesar 70% merupakan yang paling ideal.
"Itu adalah jumlah yang kami rasa memadai. Mereka masih bekerja dari rumah, 30 persen di rumah, 70 persen untuk apa yang tidak bisa mereka lakukan di lapangan," imbuh Bartomeu.
"Sejak 14 Maret, kami tidak mendapatkan pemasukan. Tidak ada penjualan tiket, akademi ditutup, tidak ada pertandingan, tidak ada apa pun."
"Sekarang kami harus mencoba mengelola pengeluaran kami. Ketika segalanya berjalan normal lagi, barulah kami menghitung seberapa besar kerugian kami," tutupnya.
Sumber: Sport
Baca ini juga ya!
Teruntuk Kolektor Jersey, Sudah Punya 5 Seragam Retro Paling Bernilai di Dunia?
Lawan Terberat Virgil van Dijk? Ya Lionel Messi
Desain Unik Jersey Klub Elit Eropa Mulai dari Milan Hingga Madrid, Jadi Seperti APD
Leicester dan MU Siap-Siap Berebut Coutinho
Buku-Buku Sepak Bola Ini Bisa Jadi Teman Anda Menjalani Isolasi di Tengah Pandemi Virus Corona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











