Evolusi dan Adaptasi Lionel Messi yang Luput dari Perhatian 2005-2019: Dari Kanan ke Tengah
Asad Arifin | 27 Mei 2020 15:07
Bola.net - Satu hal yang tidak bisa dibantah adalah Lionel Messi pemain hebat. Namun, di balik capaian hebat megabintang Barcelona itu, ada evolusi dan adaptasi yang dilakukan untuk bertahan di levelnya.
Lionel Messi promosi ke tim utama Barcelona pada 2004. Pada musim pertamanya, Lionel Messi belum tampil reguler. Dia hanya tujuh kali bermain di La Liga dengan torehan satu gol.
Pada musim kedua, 2005/2006, performa Lionel Messi mulai menonjol. Hanya saja, dia masih berada di bawah bayang-bayang Ronaldinho yang sedang dalam performa terbaiknya.
Lionel Messi menancapkan hegemoni di skuad Barcelona musim 2008/2009. Saat itu, pemain asal Argentina mampu mencetak 23 gol di La Liga. Setelah itu, Messi selalu andalan klub asal Catalan.
Dimulai dari Penyerang Sayap Kanan

Barcelona hampir selalu memakai formasi 4-3-3. Pada awal karir Lionel Messi, dia bermain dengan Ronaldinho [kiri] dan Samuel Eto'o [penyerang tengah]. Lionel Messi berperan sebagai penyerang sayap kanan.
Lionel Messi punya segalanya untuk menjadi penyerang sayap kanan. Dia punya kaki kiri yang kuat untuk melakukan cut inside, lari cepat, dan kemampuan menggiring bola yang lihai. Dia sangat kuat dalam duel satu lawan satu.
Pada periode 2005 hingga 2008, dia lebih banyak bergerak di sisi kanan. Sesekali dia membuat gerakan memotong untuk masuk ke area tengah. Lionel Messi masih jarang masuk ke kotak penalti atau bergerak di sisi tengah.
Kebebasan dari Pep Guardiola

Pada musim 2009/2010, Lionel Messi mencetak 34 gol dari 35 laga di La Liga. Total gol yang dicetak pemain kelahiran Rossario tersebut mencapai 47 di semua kompetisi.
Meningkatkan torehan gol Lionel Messi tak lepas dari adaptasi posisi yang dilakukan. Saat itu, Barcelona sudah dilatih Pep Guardiola dan Lionel Messi menjadi sentral permanen. Dia mulai sering bergerak di dekat kotak penalti.
Bahkan, La Pulga juga bergerak ke sisi tengah lapangan. Pep Guardiola memberi kebebasan penuh kepada Lionel Messi untuk bergerak. Apalagi, saat itu ada David Villa sebagai penyerang tengah yang bisa membuka ruang ke sisi sayap.
Pada 2012, Lionel Messi bahkan lebih sering bergerak dari sisi tengah lapangan daripada di sisi kanan.
Setelah Pep Guardiola

Era Pep Guardiola yang gemilang usai pada Juni 2012. Setelah itu, ada Tito Vilanova yang menjadi penerus. Skema yang diusung sang pelatih tidak jauh berbeda dengan Pep Guardiola. Lionel Messi masih berada di tengah lapangan.
Setelah itu, datang Gerardo Martino sebagai pelatih. Sejak bertugas pada Juli 2013, pelan-pelan dia mengembalikan Lionel Messi ke sisi kanan. Lionel Messi tetap tampil bagus, walau mengalami penurunan dari sisi gol.
Pada musim 2013/2014, Lionel Messi hanya mencetak 28 gol di La Liga dan 41 gol di semua kompetisi. Bagi pemain lain, itu adalah catatan sangat hebat. Bagi Messi, catatan itu tidak bagus.
Karir Gerardo Martino tidak panjang. Pria asal Argentina lalu digantikan Luis Enrique.
Era Luis Enrique

Luis Enrique mulai bertugas pada Mei 2014. Luis Enrique memberikan segala kebebasan untuk Lionel Messi. Dia bisa bergerak di sisi kanan, tetapi juga tidak jarang memulai laga sebagai penyerang tengah.
Lionel Messi menjadi kreator serangan sekaligus menyelesaikannya menjadi gol.
Pada fase ini, publik sangat sering melihat Lionel Messi membawa bola dari sisi kanan. Lantas, dia masuk ke area tengah dekat kotak penalti dan melepas tendangan melengkung dengan kaki kirinya.
Ketajaman Lionel Messi meningkat pada 2014/2015 di mana dia mampu mencetak 43 gol di La Liga dan 58 gol di semua kompetisi.
Penyerang Tengah Era Ernesto Valverde

Ernesto Valverde kemudian ditunjuk sebagai pelatih Barcelona pada Mei 2017. Lionel Messi kembali harus melakukan evolusi dan adaptasi. Kali ini, Lionel Messi harus menjadi penyerang tengah.
Ernesto Valverde datang dengan ide yang tidak lazim: 4-4-2. Pada formasi ini, Lionel Messi berduet dengan Luis Suarez di lini depan. Formasi ini nampak ideal karena Barcelona kemudian juga melepas Neymar ke PSG.
Sejak 2017, Lionel Messi sudah jarang bergerak di sayap kanan. Dia seutuhnya menjadi penyerang tengah. Hal ini terjadi hingga 2019 lalu. Ernesto Valverde kemudian dipecat dari Barcelona pada Januari 2020.
Grafik Evolusi dan Adaptasi Lionel Messi
Simak evolusi dan adaptasi posisi Lionel Messi pada headmap di bawah ini:
Dari video di atas nampak jelas ada evolusi dan adaptasi yang dilakukan Lionel Messi di Barcelona. Dari penyerang kanan murni, La Pulga kini sepenuhnya menjadi penyerang tengah. Namun, satu hal yang luput adalah: Lionel Messi tidak punya beban membantu pertahanan.
Sumber: Twitter @fcbShawn
Baca Ini Juga:
- 5 Pemain Terbaik dalam Sejarah Final Liga Champions: Tanpa Ronaldo, Messi Nomor Satu
- Best XI Juventus di Era Andrea Agnelli: Cristiano Ronaldo Masuk, Del Piero Tersingkir
- 5 Pelatih Terbaik dalam Sejarah Liga Champions: Zidane Lebih Hebat dari Guardiola?
- Singgung Madrid dan MU, Masih Ingat Komentar Mourinho Saat Porto Juara UCL 2004?
- Dua Tahun Lalu, Madrid Tekuk Liverpool dan Raih Gelar Liga Champions ke-13
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bastoni ke Barcelona? Tunggu Lampu Hijau Hansi Flick
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:47
-
Lamine Yamal Bicara Inspirasi dan Lionel Messi
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:17
-
Cukup Rp1 Triliun Saja, Rafael Leao Bisa Diangkut dari AC Milan
Liga Italia 21 April 2026, 16:43
LATEST UPDATE
-
Musim Gagal Real Madrid: Florentino Perez Akui Salah Pilih Pelatih
Liga Spanyol 22 April 2026, 01:00
-
Inter Milan Cari Pengganti Sommer, Legenda Klub Ajukan 3 Kandidat Kiper
Liga Italia 22 April 2026, 00:37
-
Jose Mourinho Tawarkan Diri ke Real Madrid, Ada Urusan yang Belum Selesai
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:22
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
-
Tawaran Rp400 Miliar dari Arab untuk Gelandang Muda Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:02
-
Samator Kalahkan Garuda Jaya 3-0, Satu Langkah Lagi Menuju Podium ke-3 Proliga 2026
Voli 21 April 2026, 23:57
-
Hansi Flick Tegaskan Komitmen Perpanjang Kontrak di Barcelona
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:52
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Alaves: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:34
-
Tempat Menonton Brighton vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 21 April 2026, 23:18
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
-
Prediksi Burnley vs Man City 23 April 2026
Liga Inggris 21 April 2026, 21:29
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59




