Melihat Xavi Sebagai Solusi, Masalah, dan Komoditas Politik di Barcelona
Asad Arifin | 16 Agustus 2020 02:31
Bola.net - Barcelona menutup musim 2019/2020 dengan getir karena dipermalukan Bayern Munchen. Kini, nama Xavi mulai digaungkan sebagai solusi di balik krisis yang menimpa klub asal Catalan.
Barcelona resmi gagal total pada musim 2019/2020. Tidak ada gelar bergengsi yang diraih Lionel Messi dan kolega. Janji membawa trofi Liga Champions ke Camp Nou tinggal kenangan.
Barcelona kandas di babak perempat final atas Bayern Munchen. Los Cules kalah dengan skor yang sangat telak, 8-2 dari Di Roten. Kekalahan ini bakal dikenang sebagai tragedi besar dalam sejarah klub.
Sebelum gagal di Liga Champions, Barcelona juga sudah gagal di ajang La Liga. Selain itu, mereka juga mengalami kegagalan di Copa del Rey dan Supercopa de Espana. Kegagalan yang paripurna.
Xavi: Solusi dan Komoditas Politik
Barcelona akan menggelar pemilu presiden pada 2021 mendatang. Pakar sepak bola Spanyol, Terry Gibson, menilai momen itu akan sangat penting bagi klub dari sisi politik maupun dari sisi teknis di lapangan.
"Pemilu bakal menonjol tentang apa yang akan terjadi di Barcelona. Pemilu digelar setahun lagi. Dewan yang bekerja tidak sukai, terutama Josep Bartomeu sebagai presiden, dan dia maju lagi," ucap Terry Gibson dikutip dari Sky Sports.
Bartomeu kini memang bukan sosok yang populer di Barcelona. Sebab, pada era kepemimpinannya kali ini, ada banyak masalah terjadi. Namun, dia punya satu kartu penting yang bisa dimainkan yakni Xavi.
"Xavi menolak pekerjaan itu tahun ini dan itulah alasannya," kata Terry Gibson.
"Xavi menjadi salah satu juru kampanye baru untuk presiden. Oleh karena itu, Xavi tidak ingin datang dalam satu tahun ke depan di bawah Bartomeu. Xavi, jika dia mendukung satu calon presiden, mungkin dia akan menang," kata Terry Gibson.
Masalah Lainnya di Barcelona
Xavi kini masih punya kontrak di Al Sadd hingga 2021. Dia baru saja meneken kontrak itu dan beberapa kesempatan menyatakan komitmen dengan klub asal Qatar. Dia baru akan melatih Barcelona setelah kontraknya usai.
Dari situasi di atas, muncul masalah baru di Barcelona. Arsene Wenger adalah contohnya. Sulit bagi Barcelona mencari pelatih kelas dunia jika hanya akan diberi kepercayaan selama setahun.
"Dalam waktu satu tahun Xavi akan menjadi manajer Barcelona. Tapi manajer top dunia mana yang benar-benar senang jika hanya bertahan selama setahun sampai presiden baru datang, dan Anda mungkin akan dipecat," kata Terry Gibson.
Sumber: Sky Sports
Ingin tahu jadwal dan highlight pertandingan Liga Europa/Liga Champions lainnya? Klik di sini.
Baca Ini Juga:
Terkesimanya Solskjaer Lihat Bayern Munchen Membantai Barcelona
Sesumbar Barcelona Sebelum Dibantai Bayern Munchen: Jadi Main PSG, Griezmann?
Barcelona 2-8 Bayern, Lionel Messi Dinilai Tak Pantas Jadi Kapten
Thomas Muller Lebih Suka Mana, 8-2 vs Barcelona atau 7-1 vs Brasil?
Potret-potret Merana Para Pemain Barcelona Dibantai Bayern Munchen 2-8
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













