Mempertanyakan Starting XI Real Madrid vs Barcelona di Final Piala Super Spanyol, Apa yang Dipikirkan Alonso?
Editor Bolanet | 12 Januari 2026 08:33
Bola.net - Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026, Senin (12/1/2026) dini hari WIB, menyisakan banyak pertanyaan terkait susunan pemain. Xabi Alonso membuat keputusan berani dengan tidak menurunkan Kylian Mbappe sejak menit awal.
Di laga yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Barcelona itu, kondisi fisik pemain menjadi sorotan utama. Badai cedera yang menghantam Los Blancos sangat mempengaruhi stabilitas permainan tim.
Vinicius Junior yang mencetak gol indah pun harus ditarik keluar sebelum laga usai. Penyerang asal Brasil itu tidak sanggup melanjutkan pertandingan karena masalah fisik.
Alonso akhirnya buka suara mengenai strategi dan kondisi skuadnya usai laga. Ia menjelaskan mengapa bintang-bintang utamanya tidak bisa tampil penuh di Jeddah.
Badai Cedera Ganggu Stabilitas Tim

Alonso mengakui bahwa cedera pemain sangat membatasi pilihan strateginya di lapangan. Situasi ini memaksa manajemen menit bermain yang ketat demi menjaga kebugaran skuad yang tersisa.
Pergantian pemain seperti Federico Valverde dan Dean Huijsen dilakukan karena kebutuhan fisik, bukan sekadar taktik. Cedera benar-benar menjadi musuh utama Madrid dalam persiapan final ini.
"Kami memiliki peluang. Cedera mengondisikan Anda. Pergantian Fede karena cedera," ungkap Alonso.
"Itu bukan kondisi fisik, tetapi cedera, yang memengaruhi distribusi menit bermain kami dan stabilitas kami. Beberapa pemain melakukan upaya besar dan itu terlihat," tambahnya.
Kondisi Fisik Vinicius Junior

Vinicius Junior tampil gemilang dengan mencetak gol solo run yang melewati Jules Kounde. Namun, ia harus diganti pada menit ke-85 meski sedang menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Barca.
Alonso menjelaskan bahwa sang pemain sendiri yang meminta pergantian tersebut. Faktor kelembapan udara dan kram membuat Vini tidak bisa memaksakan diri lebih lama lagi.
"Dia masuk dan melakukannya dengan sangat baik hingga menit ke-85. Dia memiliki dampak besar dan dia tidak tahan lagi karena kelembapan dan kram yang dia alami," terang Alonso.
"Dia meminta untuk diganti. Dia memiliki permainan yang hebat. Dia luar biasa dan golnya spektakuler. Dia adalah ancaman besar," puji sang pelatih.
Alasan Mbappe Jadi Cadangan
Keputusan paling mencolok adalah menempatkan Kylian Mbappe di bangku cadangan pada laga sekelas El Clasico. Bintang Prancis itu baru dimasukkan di babak kedua saat tim membutuhkan gol.
Alonso menegaskan bahwa Mbappe belum siap untuk bermain dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Rencananya adalah menggunakan Mbappe sebagai "senjata pamungkas" di sisa waktu pertandingan.
"Dia tidak siap untuk memulai pertandingan dari awal dengan intensitas yang akan dia miliki dan lebih baik menggunakannya untuk membuat dampak," jelas Alonso.
"Itulah idenya dan itulah yang kami putuskan," tegas juru taktik asal Spanyol tersebut.
Upaya Terakhir yang Gagal
Strategi Alonso sebenarnya hampir berhasil ketika Mbappe dimasukkan untuk mengejar ketertinggalan. Kehadiran eks pemain PSG itu diharapkan bisa mengeksploitasi ruang antar lini Barcelona.
Sayangnya, meski Barcelona bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Frenkie de Jong, gol penyeimbang tak kunjung datang. Rencana 20 menit terakhir Madrid tidak berjalan mulus sesuai harapan.
"Dia akan masuk sebelum kami kebobolan untuk skor 3-2. Masih ada 15 atau 20 menit tersisa dan bersamanya kami ingin menciptakan ancaman, mengancam, dan bermain di antara lini atau di ruang kosong," kata Alonso.
"Kami ingin menekan selama 15 atau 20 menit itu dengan perubahan dan energi baru," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nicolas Jackson Bakal Kembali ke Chelsea, Bayern Munchen Tolak Transfer Permanen
Liga Inggris 27 Februari 2026, 14:36
-
Dusan Vlahovic Prioritaskan Barcelona, Juventus Terancam Kehilangan Striker Andalan
Liga Italia 27 Februari 2026, 14:26
-
Manchester City Dekati Vinicius Junior, Siap Guncang Bursa Transfer
Liga Inggris 27 Februari 2026, 14:08
LATEST UPDATE
-
Hasil Latihan MotoGP Thailand 2026: Marco Bezzecchi Tercepat, Ungguli Marc Marquez
Otomotif 27 Februari 2026, 16:05
-
Profil Almeria: Klub Andalusia yang Kini Dimiliki Cristiano Ronaldo
Liga Spanyol 27 Februari 2026, 15:55
-
Marc Guiu Tak Menyerah di Chelsea Meski Minim Menit Bermain
Liga Inggris 27 Februari 2026, 15:17
-
Nicolas Jackson Bakal Kembali ke Chelsea, Bayern Munchen Tolak Transfer Permanen
Liga Inggris 27 Februari 2026, 14:36
-
Dusan Vlahovic Prioritaskan Barcelona, Juventus Terancam Kehilangan Striker Andalan
Liga Italia 27 Februari 2026, 14:26
-
Manchester City Dekati Vinicius Junior, Siap Guncang Bursa Transfer
Liga Inggris 27 Februari 2026, 14:08
-
Hasil Latihan Moto3 Thailand 2026: David Almansa Tercepat, Veda Ega Pratama Lolos ke Q2
Otomotif 27 Februari 2026, 14:00
-
Viktor Gyokeres Mulai Membuktikan Diri di Arsenal pada 2026
Liga Inggris 27 Februari 2026, 13:53
-
Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
Liga Inggris 27 Februari 2026, 13:30
-
Jadwal Lengkap La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 27 Februari 2026, 13:20
-
Luca Marini Tanggapi Rumor Lirikan Yamaha: Saya Memang yang Terbaik untuk Kembangkan Motor
Otomotif 27 Februari 2026, 13:14
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 27 Februari 2026, 13:12
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 27 Februari 2026, 13:00
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21


