Menangislah Bila Harus Menangis, Madrid
Richard Andreas | 15 April 2019 14:30
Bola.net - - Bek Real Madrid, Dani Carvajal mengakui musim 2018/19 ini merupakan musim terburuk sepanjang kariernya. Dia tidak bisa menjelaskan alasan di balik keterpurukan Madrid sejak awal musim hingga kemungkinan gagal meraih satu trofi pun musim ini.
Real Madrid menjalani mimpi buruk sejak awal 2018/19 ini. Performa mereka tidak stabil sejak awal, Julen Lopetegui dan Santiago Solari pun jadi korban ketegasan Madrid. Kini, Zinedine Zidane diharapkan mampu membangun kembali kedigdayaan Madrid.
Carvajal sebenarnya juga tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia menjelaskan bahwa setiap pemain Madrid sebenarnya sudah berusaha maksimal, tetapi entah mengapa kemenangan itu tidak kunjung tiba.
Tak hanya itu, Carvajal mengaku sangat menyesal melihat keterpurukan Madrid. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Menangis
Pada sesi interviu dengan salah satu media Spanyol, Marca, Carvajal menegaskan bahwa kegagalan Madrid ini sungguh menguras emosinya. Kegagalan itu ternyata begitu menyakitkan, hingga air mata pun menolak menetes.
"Terkadang saya sangat lemah secara emosional. [Kegagalan] itu menyakitkan, itu sangat menyakitkan. Pikiran saya tidak lagi berpikir soal kekalahan itu atau tersingkirnya kami. Saya merasa marah. Saya tidur hanya sebentar di malam hari dan merasa muak," tegas Carvajal.
"Partner saya, teman-teman saya, keluarga saya, dan lingkaran pertemanan saya ikut menderita bersama saya, juga saya bersama mereka. Saya adalah manusia yang terkadang sulit bersikap terbuka. Saya senang menyendiri untuk berpikir. Saya tidak terlalu terbuka."
Revolusi Madrid
Kegagalan Madrid musim ini mengerucut pada satu kesimpulan: Madrid harus melakukan revolusi. Carvajal tidak mau banyak berbicara soal gagasan tersebut, dia hanya merasa tindakan tersebut merupakan akibat dari kegagalan tim.
"Saya telah menjadi Madridista selama bertahun-tahun dan ketika anda tidak berjuang merebut apa pun di bulan Maret, tampaknya semua masalah dilemparkan pada setiap orang, dan pada akhirnya keputusan itu logis."
"Selalu akan ada pemain-pemain yang datang dan pergi, dan akan lebih banyak jika tidak ada trofi yang diraih. Ketika anda menang, segalanya berjalan bagus dan tidak ada yang mau pergi," sambung dia.
Pelatih dan presiden akan membuat keputusan apa yang diperlukan tim dan pada posisi mana kami membutuhkan pemain yang bisa membantu," tandas Carvajal.
Baca Juga:
Kata Zidane pada Ronaldo: Tak Ada yang Bisa Menggantikan Dirimu
Wah! Zidane Sebut Ada Banyak Pemain Madrid yang Bisa Dijual, Apa Sebab?
Vinicius Jelaskan Betapa Hebatnya Pengaruh Zidane, Bikin Pemain Grogi!
Kisah Mesra Madrid-Pogba Dimulai pada 150 Juta Euro
Pemain Madrid Bahkan Tidak Tahu Mengapa Musim Ini Jadi Berantakan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
LATEST UPDATE
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











