Saran untuk Lamine Yamal: Jangan Banyak Bicara

Richard Andreas | 17 April 2026 09:45
Saran untuk Lamine Yamal: Jangan Banyak Bicara
Reaksi kecewa Lamine Yamal usai Barcelona kalah 0-2 melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions, 9 April 2026 di Camp Nou. (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Tersingkirnya Barcelona dari Liga Champions oleh Atletico Madrid memicu berbagai reaksi, baik dari dalam klub maupun pengamat sepak bola. Hasil tersebut tak hanya menjadi bahan evaluasi internal, tetapi juga membuka ruang kritik dari luar.

Salah satu suara paling lantang datang dari mantan pemain timnas Prancis, Christophe Dugarry. Ia secara terbuka menyoroti performa dan sikap pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, yang tengah menjadi sorotan musim ini.

Advertisement

Di tengah pujian yang terus mengalir untuk talenta berusia 18 tahun tersebut, Dugarry justru mengambil arah berbeda. Ia mempertanyakan kontribusi nyata Yamal dalam laga krusial serta menilai ekspektasi terhadap sang pemain terlalu berlebihan.

1 dari 3 halaman

Dugarry Pertanyakan Performa dan Sikap Lamine Yamal

Dugarry Pertanyakan Performa dan Sikap Lamine Yamal

Lamine Yamal melempar bola dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid vs Barcelona di Metropolitano, 15 April 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Dalam pernyataannya di RMC Sport, Dugarry melontarkan kritik tajam terhadap Lamine Yamal. Ia menilai sang pemain terlalu banyak berbicara tanpa diimbangi performa yang menentukan di lapangan.

“Jika Anda akan banyak bicara, pastikan tim Anda mampu menang. Di dunia seperti apa Anda hidup, nak? Di dunia nyata, Anda tidak bisa melakukan apa-apa,” ujar Dugarry.

Komentar tersebut muncul setelah Barcelona gagal melangkah ke semifinal. Dugarry secara khusus menyoroti bagaimana Yamal tidak mampu memberi dampak konsisten sepanjang pertandingan penting tersebut.

Meski sempat mencetak gol cepat pada leg kedua, ia menilai kontribusi Yamal meredup saat tekanan meningkat. Hal itu menjadi dasar kritiknya terhadap ekspektasi besar yang melekat pada pemain muda tersebut.

2 dari 3 halaman

Dibandingkan dengan Dembele, Dinilai Belum Layak ke Level Elite

Dibandingkan dengan Dembele, Dinilai Belum Layak ke Level Elite

Pemain Barcelona Ferran Torres (kiri) merayakan gol yang dicetaknya bersama Lamine Yamal pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Espanyol, Sabtu, 11 April 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Dugarry juga membandingkan Yamal dengan pemain Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele. Ia menilai perbedaan kualitas keduanya terlihat jelas dalam momen krusial.

“Ia mencetak gol di menit ke-4. Lalu apa? Ia hanya membuktikan bahwa dirinya tidak masuk dalam persaingan Ballon d’Or," lanjut Duggary.

"Dembele pasti sudah mencetak beberapa gol lagi. Lamine kecil punya momen kejayaan, tapi hanya itu. Jelas ia punya bakat, tetapi ia masih jauh dari menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Barcelona Tidak Pantas Lolos

Tak hanya soal performa, Dugarry juga menyinggung aspek mentalitas. Ia menganggap pujian besar yang diterima Yamal mulai memengaruhi cara pandangnya di lapangan.

“Saya sama sekali tidak yakin bahwa Barca pantas lolos melawan Atletico, melihat performa Lamine Yamal. Ia memiliki ego yang besar.”

Pernyataan tersebut cukup menarik mengingat kontribusi Yamal sepanjang musim. Ia telah mencatatkan 23 gol dan 18 assist dari 44 penampilan di semua kompetisi, serta membantu Barcelona memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan sembilan poin.

LATEST UPDATE