Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Sebuah Pilihan yang Rumit di Real Madrid
Tim Bolanet | 16 Februari 2026 15:59
Bola.net - Real Madrid meraih kemenangan telak 4-1 atas Real Sociedad di La Liga akhir pekan kemarin. Hasil itu membawa Real Madrid untuk sementara melampaui Barcelona dalam persaingan papan atas klasemen.
Laga di Santiago Bernabeu berlangsung tanpa kehadiran Kylian Mbappe yang hanya duduk di bangku cadangan karena mengalami cedera ringan. Pelatih Alvaro Arbeloa memilih tidak mengambil risiko demi menjaga kondisi sang penyerang.
Dalam situasi tersebut, Vinicius Junior tampil sebagai aktor utama kemenangan. Ia mencetak dua gol penalti dan memberi dampak besar dalam pola serangan tim.
Vinicius Junior Makin Menonjol Tanpa Mbappe

Vinicius memanfaatkan perannya di sisi kiri untuk menekan pertahanan lawan sepanjang pertandingan. Ia mencatat tiga tembakan, satu umpan kunci, serta memenangi tiga dari sembilan duel darat.
Pelatih lawan, Pellegrino Matarazzo, mengakui rencana timnya gagal membendung sang winger Brasil. “Rencana kami adalah menutup sisi kiri untuk menghentikan Vini Jr., tetapi kami tidak mampu melakukannya,” ujar Matarazzo.
Sejak pergantian pelatih dari Xabi Alonso, Vinicius menjadi pusat permainan baru. Ia kini mengoleksi 10 gol dan 11 assist dari 34 pertandingan di semua kompetisi.
Peran Gonzalo Garcia dalam Skema Arbeloa

Keputusan memainkan Gonzalo Garcia sebagai penyerang tengah memberi ruang lebih luas bagi Vinicius. Profil target man Garcia membuat bek tengah lawan tetap berada di area sentral.
Kondisi itu berbeda ketika Mbappe menjadi fokus serangan. Ia cenderung bergerak melebar sehingga bek kanan lawan mendapat bantuan dari bek tengah untuk mengawal Vinicius.
Polanya terlihat berulang sepanjang musim saat kedua bintang dimainkan bersamaan. Tim yang terorganisasi mampu meredam ancaman Vinicius karena pertahanan lawan lebih padat di sisi sayap.
Statistik Mbappe Tetap Tak Terbantahkan

Mbappe tetap menjadi salah satu penyerang paling produktif di dunia musim ini. Ia mencetak 38 gol dari 31 pertandingan di semua ajang.
Produktivitas tersebut menjadi alasan Arbeloa memastikan sang pemain siap tampil melawan Benfica di babak playoff Liga Champions. Ia memastikan Mbappe akan “siap sebagai starter” dalam laga penting tersebut.
Akan tetapi, persoalan muncul pada aspek kohesi taktik dengan Vinicius. Kombinasi keduanya belum berjalan optimal karena keduanya membutuhkan ruang yang sama di sektor kiri dan tengah.
Fokus Utama Serangan Los Blancos

Arbeloa memberikan pujian tinggi kepada Vinicius seusai pertandingan. “Saya melihat Vinicius terbaik sejak hari pertama saya menjadi pelatih sebulan lalu. Dia pemain luar biasa dan salah satu yang terbaik di dunia,” ucap Arbeloa.
Pernyataan itu mempertegas kepercayaan pelatih kepada winger berusia 25 tahun tersebut. Namun, kualitas Mbappe sebagai mesin gol tidak mungkin diabaikan dalam rencana jangka panjang tim.
Situasi ini tidak berarti salah satu harus disingkirkan dari susunan utama. Solusi terbaik berada pada penyesuaian taktik agar keduanya bisa saling melengkapi.
Pertanyaan terbesar kini adalah siapa yang pantas menjadi poros utama serangan Real Madrid. Vinicius telah melakukannya selama beberapa musim, tetapi ketajaman Mbappe membuat pilihan itu jadi semakin rumit.
Sumber: The Real Champs
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Prediksi Galatasaray vs Juventus 18 Februari 2026
Prediksi Benfica vs Real Madrid 18 Februari 2026
Prediksi Monaco vs PSG 18 Februari 2026
Prediksi Dortmund vs Atalanta 18 Februari 2026
Kekuatan Galatasaray di Kandang, Statistik Juventus di Fase Gugur
Konsistensi Benfica, Tradisi Real Madrid
Monaco vs PSG: Rivalitas Domestik yang Berpindah ke Panggung Kontinental
Tren Negatif Dortmund vs Wakil Italia, Efektivitas Atalanta vs Wakil Jerman
Kembalinya 4 Pilar, Fondasi Ambisi Remontada Barcelona
Senjata Sayap Real Madrid untuk Hadapi Benfica
Alonso Gagal Membangun Kepercayaan Pemain, Arbeloa Kembalikan Harmoni Ruang Ganti
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
-
Lamine Yamal Buka Suara Usai Gagal Raih Ballon d'Or 2026: Giliran Saya Akan Tiba
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 11:56
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





