Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Sebuah Pilihan yang Rumit di Real Madrid

Tim Bolanet | 16 Februari 2026 15:59
Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Sebuah Pilihan yang Rumit di Real Madrid
Selebrasi Kylian Mbappe dan Vinicius Junior dalam laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champions, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid meraih kemenangan telak 4-1 atas Real Sociedad di La Liga akhir pekan kemarin. Hasil itu membawa Real Madrid untuk sementara melampaui Barcelona dalam persaingan papan atas klasemen.

Laga di Santiago Bernabeu berlangsung tanpa kehadiran Kylian Mbappe yang hanya duduk di bangku cadangan karena mengalami cedera ringan. Pelatih Alvaro Arbeloa memilih tidak mengambil risiko demi menjaga kondisi sang penyerang.

Advertisement

Dalam situasi tersebut, Vinicius Junior tampil sebagai aktor utama kemenangan. Ia mencetak dua gol penalti dan memberi dampak besar dalam pola serangan tim.

1 dari 5 halaman

Vinicius Junior Makin Menonjol Tanpa Mbappe

Vinicius Junior Makin Menonjol Tanpa Mbappe

Selebrasi Vinicius Junior setelah mencetak gol kedua timnya dari titik penalti dalam laga Liga Spanyol antara Real Madrid vs Real Sociedad di Santiago Bernabeu, 15 Februari 2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Vinicius memanfaatkan perannya di sisi kiri untuk menekan pertahanan lawan sepanjang pertandingan. Ia mencatat tiga tembakan, satu umpan kunci, serta memenangi tiga dari sembilan duel darat.

Pelatih lawan, Pellegrino Matarazzo, mengakui rencana timnya gagal membendung sang winger Brasil. “Rencana kami adalah menutup sisi kiri untuk menghentikan Vini Jr., tetapi kami tidak mampu melakukannya,” ujar Matarazzo.

Sejak pergantian pelatih dari Xabi Alonso, Vinicius menjadi pusat permainan baru. Ia kini mengoleksi 10 gol dan 11 assist dari 34 pertandingan di semua kompetisi.

2 dari 5 halaman

Peran Gonzalo Garcia dalam Skema Arbeloa

Peran Gonzalo Garcia dalam Skema Arbeloa

Trent Alexander-Arnold dan Gonzalo Garcia merayakan gol Real Madrid di laga lawan Real Sociedad pada pekan ke-24 La Liga 2025/2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Keputusan memainkan Gonzalo Garcia sebagai penyerang tengah memberi ruang lebih luas bagi Vinicius. Profil target man Garcia membuat bek tengah lawan tetap berada di area sentral.

Kondisi itu berbeda ketika Mbappe menjadi fokus serangan. Ia cenderung bergerak melebar sehingga bek kanan lawan mendapat bantuan dari bek tengah untuk mengawal Vinicius.

Polanya terlihat berulang sepanjang musim saat kedua bintang dimainkan bersamaan. Tim yang terorganisasi mampu meredam ancaman Vinicius karena pertahanan lawan lebih padat di sisi sayap.

3 dari 5 halaman

Statistik Mbappe Tetap Tak Terbantahkan

Statistik Mbappe Tetap Tak Terbantahkan

Selebrasi penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe usai mencetak gol ke gawang Levante di Liga Spanyol, 18 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Mbappe tetap menjadi salah satu penyerang paling produktif di dunia musim ini. Ia mencetak 38 gol dari 31 pertandingan di semua ajang.

Produktivitas tersebut menjadi alasan Arbeloa memastikan sang pemain siap tampil melawan Benfica di babak playoff Liga Champions. Ia memastikan Mbappe akan “siap sebagai starter” dalam laga penting tersebut.

Akan tetapi, persoalan muncul pada aspek kohesi taktik dengan Vinicius. Kombinasi keduanya belum berjalan optimal karena keduanya membutuhkan ruang yang sama di sektor kiri dan tengah.

4 dari 5 halaman

Fokus Utama Serangan Los Blancos

Fokus Utama Serangan Los Blancos

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe (kanan), merayakan gol kedua timnya bersama Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia dalam pertandingan La Liga melawan Villarreal, Mingguu (25/1/2026). (c) AP Photo/Alberto Saiz

Arbeloa memberikan pujian tinggi kepada Vinicius seusai pertandingan. “Saya melihat Vinicius terbaik sejak hari pertama saya menjadi pelatih sebulan lalu. Dia pemain luar biasa dan salah satu yang terbaik di dunia,” ucap Arbeloa.

Pernyataan itu mempertegas kepercayaan pelatih kepada winger berusia 25 tahun tersebut. Namun, kualitas Mbappe sebagai mesin gol tidak mungkin diabaikan dalam rencana jangka panjang tim.

Situasi ini tidak berarti salah satu harus disingkirkan dari susunan utama. Solusi terbaik berada pada penyesuaian taktik agar keduanya bisa saling melengkapi.

Pertanyaan terbesar kini adalah siapa yang pantas menjadi poros utama serangan Real Madrid. Vinicius telah melakukannya selama beberapa musim, tetapi ketajaman Mbappe membuat pilihan itu jadi semakin rumit.

Sumber: The Real Champs

LATEST UPDATE